JPS Gemilang Provinsi NTB Diduga Bermasalah, Puluhan Warga Karijawa Blokir Jalan 
WARTADOMPU.Com_ Program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dari Pemerintah Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB), diduga bermasalah. Puluhan Warga Masyarakat dan Pemuda Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, melakukan aksi Blokir Jalan Lintas Sumbawa Dompu dan Bima. Kamis (30/4/2020) Sekitar Pukul. 22.50 Wita. 

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH.SIK, melalui Paur Humas Polres Dompu, AIPTU Hujaifah, kepada wd.com, mengatakan, beberapa Warga yang menduga adanya Ketidak Transparansi penerimaan JPS Gemilang Provinsi NTB. 

Warga melakukan Aksi Boikot Kantor Lurah Karijawa sambil Membakar Ban. Katanya. 

Aksi tersebut dipucu lantaran adanya dugaan ketidakransparansi pihak kelurahan terkait penerima Program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Propinsi NTB. 

Beruntung dalam aksi tersebut, Anggota Polsek Dompu yang dipimpin oleh Kapolsek Dompu, Ipda I Kadek Suadaya Atmaja, S.Sos mendatangi TKP Dan Membuka Aksi Boikot Oleh Warga Kelurahan Karijawa. ‘’Pukul 23.00 Wita Jalan dibuka’’ Terangnya. 

Kapolsek Dompu IPDA I KADEK SUADAYA ATMAJA, S.sos memberikan Himbauan kepada Masyarakat agar menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik. 

Pukul 23.30 wita, Pihak Lurah dan Beberpa warga Yang dikoordinir oleh Andi melakukan Mediasi untuk klarifikasi permasalahan di Mako Polsek Dompu dan diterima Oleh Kapolsek Dompu IPDA I KADEK SUADAYA ATMAJA, S.sos. 

Dalam pertemuan tersebut, Andi, menyampaikan bahwa pihaknya sudah dibentuk sebagai Tim Covid 19 Tingkat Kelurahan akan tetapi tidak diikut sertakan untuk Pendataan Masyarakat Penerima JPS Gemilang Provinsi NTB. 

Kata Andi, Terkait dengan Pembagian JPS Gemilang Provinsi NTB sebagian Masyarakat Kami Sudah Menandatangani Formulir Penerimaan Bantuan JPS di tarik Kembali Oleh Pihak Lurah Karijawa dengan Alasan untuk menutupi kekurangan di Desa Dorebara. 

Atas permasalahan tersebut, andi dan Masyarakat Kelurahan Karijawa merasa Dirugikan dengan Bantuan JPS Gemilang. Hingga dilakukannya Aksi Protes di Depan Kantor Lurah Karijawa. Kata AIPTU Hujaifah lewat keterangan tertulis yang dikirim ke WD.com. 

Lebih lanjut Hujaifah mengatakan, Terkait dengan Bantuan Tunai pihak Andi, meminta harus diperuntukkan kepada Tim Covid 19 Kelurahan sesuai perintah langsung Presiden, kami melakukan Pengecekan di Lapangan adanya Ketidak Transparansi dari Lurah Karijawa. Jelas Andi saat dialog dan klarifikasi berlangsung di Mako Polres Dompu. Kata Hujaifah menceritakan kembali penyampaian andi saat dialog. 

Menurut andi, Tranparansi Data ini di Lingkungan Sigi tidak pernah melihat Kepala Lingkungan mendata Turun ke Rt/Rw, Dan pihaknya berharap sebagai Langkah transparansi dirinya meminta Data itu besok sebagai pegangannya. 

Sementara Seketaris Satgas Gugus Covid-19 Kelurahan Karijawa, Jalaludin, menyampiakan, Timbulnya Gejolak yaitu ketidak Tranparansi kegiatan Pembagian Sembako JPS Gemilang Provinsi NTB yang diperuntukkan ke Warga. 

Pihaknya hanya ingin mendengar kejelasan Lurah Karijawa. Dan meminta selaku Satgas, sebelum proses ada Kegiatan Pembagian Sembako harus diadakan Musyawarah terlebih dahulu dan meminta data untuk di verifikasi kembali. 

Sementara Tanggapan Lurah Kelurahan Karijawa Bapak Yahya S.sos , menyampaikan, Terkait dengan Tanggap Bencana Covid_19 dirinya sudah mengundang Semua Lapisan tadi malam untuk hadir Membahas Pembagian JPS Gemilang Provinsi NTB akan tetapi pihak yang diundang tidak hadir. 

Terkait dengan Penarikan ke salah satu nama atas nama Rahman di RT 7, yang sudah Dobel Lurah karijawa, menawarkan Untuk masuk ke NTB Gemilang atau Nasional, dan pihaknya menyuruh kepala Lingkungan untuk melakukan Pendataan. 

Pihak keluruhan menanyakan, Maka dari itu Dari sisi mana asas ketidak Tranparansi kami dan di lokasi ada Pihak BKTM dan Babinsa pada saat pembagian Sembako JPS Gemilang Provinsi NTB. 

Untuk peenerima Dobel kata lurah karijawa, pihaknya dengan terpaksa mengambil Kembali karena Nama Yang sudah ada di Nasional tidak bisa diganti sehingga dirinya atau pihak kelurahan mengambil Kembali Bantuan tersebut dengan terpaksa dan rasa kasihan mereka terhadap warga. 

Sementara Kapolsek Dompu, mengatakan, Persoalan ini tidak ada serius, ini persolan Diskusi tapi keterbukaan yang lebih Penting supaya tidak ada Gejolak dari warga. 

Polsek Dompu, meminta Kepada teman teman dialog, apabila ada permasalahan seperti itu perlu didiskusikan jangan langsung mengambil Langkah Blokir Jalan yang tidak Pas dalam permasalahan ini. 

Permasalahan ini kata Kapolsek Dompu, sudah klier yaitu teman teman meminta Klarifikasi dan Transparansi dan mekanisme pembagian Sembako JPS Gemilang Provinsi NTB. 

Kapolsek Dompu menyarankan, agar Besok rekan rekan bicarakan secara baik-baik di Kantor Lurah mengenai Data dengan niat yang baik silahkan diklarifikasi di Kantor Lurah. 

Pukul 23.55 wita, Perwakilan Warga Kelurahan Karijawa membubarkan diri dengan tertib. Tutur Hujaifah. (ekha). 

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.