Diduga Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah,  Kades Dorebara Resmi Dilaporkan Kejaksa
M. Safrin  Saat Menyerahkan Laporan Kepada Petugas Security Kejari Dompu
DOMPU,WARTADOMPU- Diduga menyalahgunakan Anggaran Dana Desa Kepala Desa Dorebara, SF beserta Tim Pelaksana Kegiatan Anggaran Desa (TPKAD) Desa Dorebara dan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dorebara resmi dilaporkan oleh Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Pembangunan (AP3D-DOMPU) Jumat (3/4/2020) Sekitar Pukul 10.15 Wita.

Ketiganya diduga telah menyalahgunakan Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2017 dan 2019, dalam sebuah perencanaan yang diduga tidak sesuai speed perencanaan pembangunan sehingga disinyalir merugikan negara ratusan juta rupiah.

Pantauan langsung Warta Dompu,  Laporan diserahkan secara simbolis oleh  Koordinator AP3D Desa Dorebara, M. Safrin Manjaya diruangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, yang diterima langsung oleh salah satu perwakilan Pegawai Kejaksaan Negeri ( KEJARI) Kabupaten Dompu.

Adapun Dugaan Pelanggaran Tindak Pidana Korupsi  yang dilaporkan oleh AP3D Desa Dorebara , yaitu terkait  Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Dorebara , Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.  Diantaranya:

Pembangunan Rumah tidak layak Huni (RTLH)  Tahun Anggaran 2019  dengan Pagu Dana sekitar , Rp.123.000.000.( Seratus dua puluh tiga juta rupiah).

Pemberian Bantuan Pembangunan Masjid Quba Secara Tunai Tahun Anggaran 2019, oleh Kepala Desa Kepada Pengurus Masjid, yang menelan anggaran Rp.100.000.000.(seratus juta rupiah).

Pembangunan jalan/Gang kuburan  Tahun Anggaran 2019,dengan pagu Dana Rp. 31.000.000.(Tiga puluh satu juta Rupiah).

Pengelolaan anggaran, Badan usaha milik desa ( BUMDES)  oleh pengurus Bumdes Desa Dorebara Yang di perkirakan menelan Anggaran Rp.100.000.000.'( seratus juta Rupiah) dari tahun Anggaran 2017/2018.

Kepada Warta DOMPU  M. Safrin Manjaya diwawancarai oleh Wartawan, mengatakan, dari beberapa item yang dilaporkan tersebut , kami dari AP3D Desa Dorebara berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kepada Kejaksaan Negeri Dompu  agar segara memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Kejari  Dompu ,sekiranya laporan kami atas  dugaan penyalahgunaan ADD/DD di Desa Dorebara untuk segera dilakukan Proses pemanggilan kepada pihak yang telah dilaporkan,dan kami dari AP3D Desa Dorebara mendorong penuh kinerja Aparat Penegak Hukum ( APH) dalam melakukan Pemberantasan Korupsi di tingkat Desa.

Bukan hanya di wilayah Desa Dorebara saja tapi semua desa dan daerah- daerah lain yang sekiranya bermasalah dengan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Kata M. Safrin Manjaya kepada Warta DOMPU. (ekha)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.