Oknum Kepala Sekolah Pada sebuah yayasan Swasta Pendidikan Agama Sekolah Menengah Atas (SMA), di Dompu, Inisial SA, Warga Lingkungan Simpasai,  Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tengara Barat, Diduga mencabuli siswanya sendiri Bunga, nama yang disamarkan. Bunga merupakan Siswa Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), di sebuah yayasan swasta pendidikan agama, yang dipimpin oleh SA terduga pelaku pencabulan.  Adapun modus pelaku mencabuli korban yakni pelaku mengirim sebuah pesan SMS melalui Hand Phone (HP) Korban untuk menemui pelaku diruangan kelas yang kosong. Setah itu terduga pelaku SA mengajak korban untuk foto selfi dengan pelaku, posisi tangan pelaku saat itu memegang bahu Korban. Dalam waktu yang bersamaan terduga  Pelaku kemudian Langsung Mencium Pipi Korban Sebanyak Dua Kali dan Menarik secara Paksa tubuh Korban.  Korban Mencoba Menolak serta melakukan Perlawanan kemudian Korban Langsung melarikan diri ke luar ruangan dan langsung menuju  Rumah miliknya untuk memberitahukan kepada pihak keluarga atas kejadian yang dialminya di Dusun Sorisakolo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Mendengar kejadian tersebut Pihak Keluarga merasa Keberatan dan Melaporkan Ke Sat Reskrim Polres Dompu. Ujar Kasat Reksrim Polres Dompu AKP Reza Fahmi, SH,MH, S.Ik,melalui PS Paur Sub Bagian Humas Polres Dompu AIPTU Hijaifah kepada wartawan, Rabu (11/3/2020). Sebagai bentuk protes keluarga korban, atas permasalahan tersebut pada hari selasa, tanggal 10 maret 2020, keluarga korban melakukan aksi pemblokiran jalan, di Dusun Sorisakolo, Desa Sorisakolo, terkait Kasus Pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah SA, terhadap korban Bunga, pelajar SMA disebuah pendidikan swasta agam di Lingkungan Simpasai, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja.
Aksi Pemblokiran Jalan Sebagai Bentuk Protes Warga Atas Kasus Pencabulan di Dompu
DOMPU,WARTADOMPU- Oknum Kepala Sekolah Pada sebuah yayasan Swasta Pendidikan Agama Sekolah Menengah Atas (SMA), di Dompu, Inisial SA, Warga Lingkungan Simpasai, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tengara Barat, Diduga mencabuli siswanya sendiri Bunga, nama yang disamarkan.

Bunga merupakan Siswa Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), di sebuah yayasan swasta pendidikan agama, yang dipimpin oleh SA terduga pelaku pencabulan.

Adapun modus pelaku mencabuli korban yakni pelaku mengirim sebuah pesan singkat berupa SMS melalui Hand Phone (HP) milik Korban untuk menemui pelaku diruangan kelas  kosong.

Setah itu terduga pelaku SA mengajak korban untuk foto selfi dengan pelaku, posisi tangan pelaku saat itu memegang bahu Korban.

Dalam waktu yang bersamaan terduga  Pelaku kemudian Langsung Mencium Pipi Korban Sebanyak Dua Kali dan Menarik secara Paksa tubuh Korban.

 Korban  Menolak dan melakukan Perlawanan,   Langsung melarikan diri ke luar ruangan dan langsung menuju  Rumah miliknya untuk memberitahukan kepada pihak keluarga atas kejadian yang dialminya di Dusun Sorisakolo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Mendengar kejadian tersebut Pihak Keluarga merasa Keberatan dan Melaporkan Ke Sat Reskrim Polres Dompu. Ujar Kasat Reksrim Polres Dompu AKP Reza Fahmi, SH,MH, S.Ik,melalui PS Paur Sub Bagian Humas Polres Dompu AIPTU Hijaifah kepada wartawan, Rabu (11/3/2020).

Sebagai bentuk protes keluarga korban, atas permasalahan tersebut pada hari selasa, tanggal 10 maret 2020, keluarga korban melakukan aksi pemblokiran jalan, di Dusun Sorisakolo, Desa Sorisakolo, terkait Kasus Pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah SA, terhadap korban Bunga, pelajar SMA disebuah pendidikan swasta agama di Lingkungan Simpasai, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja.

Korban yang tengah mengikuti Ujian Semester di sekolah tersebut, tiba-tiba menerima pesan berupa SMS melalui Hand Phone milik korban, dari terduga pelaku Okunum Kepala Sekolah SA.

Terduga pelaku SA meminta korban menemuinya diruangan kelas kosong, pada saat itulah pelaku melancarkan aksi pencabulannya terhadap korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Terduga pelaku SA saat ini telah ditangkap oleh Petugas anggota Satuan Reskrim Polres Dompu, untuk diamankan dimapolres dompu, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Setelah pelaku ditangkap oleh petugas, Pukul 20.30 wita, Jalan yang ditutup oleh Warga dengan Menggunakan Kursi dan Meja kembali dibuka setelah pihak keluarga memastikan Pelaku telah ditangkap.

Untuk memastikan terduga telah ditangkap, pihak keluarga dan Tokoh Masyarakat setempat menuju Polres Dompu untuk melihat secara langsung terduga Pelaku yang  ditangkap oleh petugas di Mapolres Dompu. Terang AKP Reza Fahmi, SH,MH, S.Ik,melalui PS Paur Sub Bagian Humas Polres Dompu AIPTU Hijaifah kepada wartawan, Rabu (11/3/2020). (EKHA)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.