Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, segera mengungkap dalang dibalik aktor intelektual dalam kasus dugaan korupsi pengadaan  bibit rumput laut, tahun 2016 di Desa Kwangko, Nanga Tumpu, dan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tengara Barat.    Kasus menelan kerugian negara lebih kurang 900 juta rupiah ditahun 2016 ini, mendapat respon baik dari Kejari Dompu melalui kasi intel yang baru Indra Julkarnain, SH yang belum lama ini datang di Dompu, mengganti Ahmad Sulhan, SH.    Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi pengadaan bibit rumput laut di Dompu, dilaporkan oleh Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Dompu pada tahun 2018 lalu.  Seiring berjalannya waktu, kasus ini mandet sejak tanggal 31 mei tahun 2018. Baru tahun 2020 ini kasus kembali mencuat.    Indra Julkarnain, SH kasi intel kejari dompu, ambil alih, dan berjanji  akan membuka kembali laporan tersebut.    Di temui oleh sejumlah wartawan diruangan kerjanya, Kasi Intelejen Kejari Dompu Indra Julkarnain, SH mengatakan, pihaknya telah mengundang para pihak yang diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi bibit rumput laut di Dompu tahun 2016.
Kasi Intel Kejari Dompu, Indra Julkarnain,SH
DOMPU,WARTADOMPU_Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, segera mengungkap dalang dibalik aktor intelektual dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit rumput laut, tahun 2016 di Desa Kwangko, Nanga Tumpu, dan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tengara Barat.

Kasus yang menelan kerugian negara lebih kurang 900 juta rupiah ditahun 2016 ini, mendapat respon baik dari Kejari Dompu melalui kasi intel yang baru Indra Julkarnain, SH yang belum lama ini datang di Dompu, menggantikan Ahmad Sulhan, SH.

Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi pengadaan bibit rumput laut di Dompu, dilaporkan oleh Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Dompu pada tahun 2018 lalu.

Seiring berjalannya waktu, kasus ini mandet sejak tanggal 31 mei tahun 2018. Baru tahun 2020 ini kasus kembali mencuat.

Indra Julkarnain, SH kasi intel kejari dompu, ambil alih, dan berjanji  akan membuka kembali laporan tersebut.

Di temui oleh  wartawan diruangan kerjanya, Kasi Intelejen Kejari Dompu Indra Julkarnain, SH mengatakan, pihaknya telah mengundang para pihak yang diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi bibit rumput laut di Dompu tahun 2016.

Kata Indra antara lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kontraktor. ‘’ kami sudah minta keterangan’’ tandas Indra.

Indra Menuturkan, inikan proyek tahun 2016, tinggal kelompok tani yang belum di klarifikasi. Apakah Bibit Rumpu Laut yang disalurkan  melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, itu apakah layak? ‘’Kan Petani yang tau’’ ucapnya.

Kalau memang secara Administrasi baik Pelelangan, Pelaksanaan,  Serah terima barang, kemudian Pengecekan Spesifikasi Tehnis terhadap mutu bibit rumput laut itu tiap dokumen yang diberikan tidak ada masalah.  

Cuman untuk membuktikan apakah benar dokumen itu sesuai kenyataan lapangan, kita undang kelompok petaninya. ‘’Kelompok Petani yang selaku penerima bantuan bibit rumput laut itu’’ Tuturnya.

Memang lanjut Indra, ada sedikit kami jedah, belum kami tindak lanjuti. ’’Insha ALLAH satu minggu lagi kami tindak lanjuti. Terangnya.

Kami tinggal butuh waktu saja untuk memanggil masyarakat penerima bantuan bibit rumput laut tersebut. Kata Indra Julkarnain SH, yang ditemui oleh wartawan diruangan kerjanya Selasa (17/3/2020). (ekha)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.