Jalan Mata Sumbawa di Penuhi Lumpur  SUMBAWA,WARTADOMPU- Akses Jalan yang menuju Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, dipenuhi lumpur dan sulit dilalui oleh Kendaraan Baik Roda II maupun Roda IV.  Jalan berlumpur dan licin tak jarang pengguna Kendaraan Roda II Khusus Sepada Motor yang melintas diatas jalan tersebut banyak yang mengeluh dan terjatuh. Akibat Ban Motor slep karena licin. Terpaksa pengendara yang dibonceng harus turun diatas motor untuk berjalan kaki sepanjang lebih kurang 300 meter. Akibat licin dan Ban motor slep, pengendara dengan pakain rapi dan sepatu licin terpaksa harus rela kotor. Karena kekuatan dan kesimbangan hilang disaat melewati jalan tersebut. Sumber lumpur berasal dari gunung yang ikut terbawa air banjir, hingga menggenangi ruas jalan menuju Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Musim hujan seperti saat ini, banjir meggenangi ruas jalan, ikutan lainnya adalah lumpur yang menyisahkan kepedihan bagi pengguna kendaraan bermotor disaat melewati jalan tersebut. Pengendara dengan pakain rapi, sepatu mengkilat, melewati jalan tersebut seketika berubah warna menjadi coklat dan kotor. Banyak pengendara merasa lelah dan letih, tak jurang pula saat wartawan mengambil gambar dan video diminta untuk di ekspos. Dengan tujuan agar pemerintah kabupaten sumbawa dapat melihat kondisi jalan berlumpur tersebut. Hingga berita ini di rilis, jalan tersebut belum dilakukan penggerukan dengan alat berat oleh pemerintah setempat. Meski demikian, jalan Desa Mata dan Sekitarnya, di Kecamatan Tarano, kabupaten Sumbawa yang semula berbatu, kerikil dan debu, kini berubah menjadi jalan beraspal hotmix. (EKHA)
Akses Jalan Desa Mata, Kecamatan Tarano, yang di Penuhi Lumpur/Foto: EKHA WD
SUMBAWA,WARTADOMPU- Akses Jalan yang menuju Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, dipenuhi lumpur dan sulit dilalui oleh Kendaraan Baik Roda II maupun Roda IV.

Jalan berlumpur dan licin tak jarang pengguna Kendaraan Roda II Khusus Sepada Motor yang melintas diatas jalan tersebut banyak yang mengeluh dan terjatuh. Akibat Ban Motor slep karena licin.

Terpaksa pengendara yang dibonceng harus turun diatas motor untuk berjalan kaki sepanjang lebih kurang 300 meter.

Akibat licin dan Ban motor slep, pengendara dengan pakaian rapi dan sepatu licin terpaksa harus rela kotor. Karena kekuatan dan kesimbangan hilang disaat melewati jalan tersebut bonceng dua.

Sumber lumpur berasal dari gunung yang ikut terbawa air banjir, hingga menggenangi ruas jalan menuju Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa.

Musim hujan seperti saat ini, banjir meggenangi ruas jalan, ikutan lainnya adalah lumpur yang menyisahkan kepedihan bagi pengguna kendaraan bermotor disaat melewati jalan tersebut.

Pengendara dengan pakain rapi, sepatu mengkilat, melewati jalan tersebut seketika berubah warna menjadi coklat dan kotor.

Banyak pengendara merasa lelah dan letih, tak jarang pula saat wartawan mengambil gambar dan video diminta untuk di ekspos. Dengan tujuan agar ruas jalan Desa Mata dapat di bersihkan menggunakan alat berat. 

Hingga berita ini di rilis, jalan tersebut belum dilakukan penggerukan dengan alat berat oleh pemerintah setempat.

Meski demikian, jalan Desa Mata dan Sekitarnya, di Kecamatan Tarano, kabupaten Sumbawa yang semula berbatu, kerikil dan debu, kini berubah menjadi jalan beraspal hotmix. Rabu (4/3/2020) (EKHA)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.