Diduga Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tengara Barat, Rawan di Korupsi. Harmoko (35) Warga Desa Woko, Kecamatan Pajo, kepada wartawan mengatakan, Pembangunan Kolam Tampung Air (KTA) untuk memenuhi persediaan Air Irigasi Persawahan di Desa Woko, yang bersumber dari dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) lebih kurang Rp. 130 Juta, Tahun 2018 lalu, diduga rawan dikorupsi. Pasalnya Pembangunan Kolam Tampung Air (KTA) tersebut, tidak memberikan asas manfaat yang positif bagi masyarakat, untuk mengairi lahan persawahan warga, karena debitnya air tidak ada.  Diduga Pembangunan Kolam Tampung Air Saluran Irigasi Persawahan Desa Woko di Duga Rawan di Korupsi. Ujarnya. Senin (9/3/2020). Lebih lanjut Harmoko yang diwawancarai oleh wartawan, menuturkan, Lokasi KTA berada di Dusun Rahmat, Desa Woko, Kecamatan Pajo, Pada saat proses pembangunan dimulai tidak ada papan informasi yang dipasang ole Desa, sehingga masyarakat sulit mengetahui volume anggaran pembangunan tersebut, yang bertujuan untuk mengairi lahan persawahan petani di Desa Woko, namun hasilnya tidak demikian. Terkait Pembangunan KTA di Desa Woko, kata dia, diduga rawan dikorupsi, dan telah kami laporkan ke Inpsektur Inpsektorat Dompu, dan Kepolisian Polres Dompu melalui kanit Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Polres Dompu tahun 2019 lalu. Dengan dugaan kerugian negara lebih kurang Rp. 130 Juta Rupiah, tahun anggaran 2018. Jelasnya.
Bangunan KTA  Air Irigasi Persawahan Desa Woko
DOMPU,WARTADOMPU- Diduga Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tengara Barat, Rawan di Korupsi.

Harmoko (35) Warga Desa Woko, Kecamatan Pajo, kepada wartawan mengatakan, Pembangunan Kolam Tampung Air (KTA) untuk memenuhi persediaan Air Irigasi Persawahan di Desa Woko, yang dibangun melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) lebih kurang Rp. 130 Juta, Tahun 2018 lalu, diduga rawan dikorupsi.

Pasalnya Pembangunan Kolam Tampung Air (KTA) tersebut, tidak memberikan asas manfaat yang positif bagi masyarakat, untuk mengairi lahan persawahan warga, karena debitnya air tidak ada. Katanya.

Diduga Pembangunan Kolam Tampung Air Saluran Irigasi Persawahan Desa Woko  Rawan di Korupsi. Ungkap Harmoko, Kepada wartawan Senin (9/3/2020).

Lebih lanjut Harmoko yang diwawancarai oleh wartawan, menuturkan, Lokasi KTA berada di Dusun Rahmat, Desa Woko, Kecamatan Pajo, Pada saat proses pembangunan dimulai tidak ada papan informasi yang dipasang ole Desa, sehingga masyarakat sulit mengetahui akses informasi pembangunan kaitan volume anggaran pembangunan tersebut berapa, yang bertujuan untuk mengairi lahan persawahan petani di Desa Woko, namun hasilnya tidak demikian. Terangnya.

Terkait Pembangunan KTA di Desa Woko, kata dia, diduga rawan dikorupsi, dan telah kami laporkan ke Inpsektur Inpsektorat Dompu, dan Kepolisian Polres Dompu melalui kanit Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Polres Dompu tahun 2019 lalu.

Dengan dugaan kerugian negara lebih kurang Rp. 130 Juta Rupiah, tahun anggaran 2018. Jelasnya.

Selain KTA kata dia,  juga proses pembangunan  harus dibarengi  dengan  pembuatan tugu peristrahatan masyarakat, sesuai RAB, namun fakta lapangan tidak ada. Pungkasnya.
Harmoko Warga Desa Woko, Kecamatan Pajo
Dia menambahkan, Tim Audit dari inspektorat telah turun ke lapangan guna melakukan pengecekan rangkaian dari laporan tersebut, yang saat itu langsung saya mendampingi sendiri tim tersebut dilapangan.

Tim mengatakan kepada saya bahwa ada  indikasi temuan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut dan mereka akan segera membuat laporan hasil pemeriksaan (LHP), namun sejauh ini hasil temuan tersebut kami belum mengetahui lebih lanjut. Kata Harmoko.

Sementara itu, Kepala Desa Woko, Kecamatan Pajo,  Muhtar Idrus yang di konfirmasi oleh Media ini di kediaman rumah miliknya, di Desa Woko, Kecamatan Pajo,  membantah pernyataan tersebut.

Muhtar Idrus yang ditemui oleh wartawan mengatakan,  bahwa pembangunan Kolam Tampung Air (KTA) di Desanya, itu di sertai dengan pembangunan Tugu tempat peristrahatan. ‘’kalau memang ada dalam RAB tentunya kami akan mengerjakannya" Kata Muhtar.

Cuman saya akui mungkin ini di anggap kesalahan saya, yaitu terkait Papan informasi APBDes, tapi kami bukan sengaja tidak memasangnya.

 ''Papan informasi itu di Terjang oleh angin kencang’’ Kata Muhtar Idrus kepada wartawan yang ditemui di Kediaman Rumah Miliknya di Desa Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tengara Barat. (EKHA)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.