Terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), Kades Ranggo Siti. Sumarni Selasa, (18/2/2020) pagi, menghadap pihak Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Muhammad Jais,S.Sos.    Adapun pihaknya, Kades Ranggo, Siti Sumarni dipanggil oleh Pemerintah Kecamatan melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Muhammad Jais,S.Sos. terkait polemik penggunaan Anggaran Dana Desa Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, sebesar Rp. 210 Juta Rupiah Tahun Anggaran 2019, yang diduga disalahgunakan oleh Kades.    Terkait pembangunan Gedung Serba Guna, Pemerintah Kecamatan Pajo telah membentuk TIM Investigasi untuk menelusuri kondisi bangunan tersebut.    Adapun hasil temuan Tim Investigasi yang  di bentuk oleh Pemerintah Kecamatan Pajo, yang diwakili oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kecamatan Pajo, Muhammad Jais,S.Sos mengatakan,  masih ada volume yang harus di kerjakan kembali oleh Pemdes Ranggo, Kecamatan Pajo, terhadap Gedung Serba Guna tersebut.    Dan  kami telah memanggil Kades Ranggo beserta jajarannya pada hari selasa (18/20) untuk hadir di Kantor Camat Pajo Guna mengklarivikasi temuan tersebut.    ‘’Dalam  hal ini Kades Ranggopun  siap untuk melaksanakan kembali sisa volume pekerjaan yang belum di kerjakan". Kata Muhammad Jais,S.Sos Kepada Wartawan Warta Dompu yang ditemui diruangan kerjanya Rabu, (19/2/2020) pagi.
Camat Dompu M. Kamrun dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Muhammad Jais, S.SOs
WARTADOMPU.com- Terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), Kades Ranggo Siti. Sumarni Selasa, (18/2/2020) pagi, menghadap pihak Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Muhammad Jais,S.Sos.

Adapun pihaknya, Kades Ranggo, Siti Sumarni dipanggil oleh Pemerintah Kecamatan melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Muhammad Jais,S.Sos. terkait polemik penggunaan Anggaran Dana Desa Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, sebesar Rp. 210 Juta Rupiah Tahun Anggaran 2019, yang diduga disalahgunakan oleh Kades Ranggo, yang mengakibatkan konstruksi bangunan tersebut terbuka tanpa atap, dinding, dan lantai.

Terkait pembangunan Gedung Serba Guna, Pemerintah Kecamatan Pajo telah membentuk TIM Investigasi untuk menelusuri kondisi bangunan tersebut. Kata  Pemerintah Kecamatan Pajo, yang diwakili oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kecamatan Pajo, Muhammad Jais,S.Sos  kepada Wartawan.

Adapun hasil temuan Tim Investigasi yang  di bentuk Lanjut Jais bahwa  masih ada volume yang harus di kerjakan kembali oleh Pemdes Ranggo, Kecamatan Pajo, terhadap Gedung Serba Guna tersebut. Ujarnya.

Dan  kami telah memanggil Kades Ranggo beserta jajarannya pada hari selasa (18/20) untuk hadir di Kantor Camat Pajo Guna dimintai klarifikasi tentang temuan tersebut. Terangnya.


‘’Dalam  hal ini Kades Ranggopun  siap untuk melaksanakan kembali sisa volume pekerjaan yang belum di kerjakan tersebut". Ujar Muhammad Jais,S.Sos Kepada Wartawan  yang ditemui diruangan kerjanya Rabu, (19/2/2020) pagi.

Secara terpisah, Kepala Desa Ranggo, Siti. Sumarni yang di temui di ruangan kerjanya  di Kantor Desa Ranggo membantah pernyataan Muhammad Jais,S.Sos  tersebut, tentang pihaknya untuk mengerjakan kembali  Gedung Serba Guna yang masih memiliki sisa volume pekerjaan tersebut.
Bukan melakukan pekerjaan kembali tapi kami hadir disana untuk menghadiri pemanggilan Camat pajo guna melakukan klarivikasi terkait pembangunan gedung serba guna. Kalau  pekerjaan itukan sudah  sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) kenapa kami harus melakukan pekerjaa lagi? Tanya Sumarni yang dikofirmasi oleh Wartawan.     Kecuali kalau ada temuan dari inspektorat maka kami akan mengerjakan kembali. Terang Kades Ranggo Siti. Sumarni Kepada Media ini.     Siti. Sumarni yang ditemui diruangan kerjanya, ditanya mengenai Penggunaan Anggaran 40 Juta Rupiah untuk pengadaan tanah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengatakan  " Bahwa tanah TPA Desa Ranggo telah dibeli kepada ke pihak lain  dan kwitansi jual belinya juga ada’’ Terangnya.    Pokoknya tanah itu ada,dan untuk luas dan lokasinya silakan tanya ke pemilik lahan yang sudah kami bayarkan, dia (pemilik) tanah yang lebih tau, luasnya berapa, lokasinya dimana, dan dibayar berapa? Pungkasnya.
Konstruksi Gedung Serba Guna Desa Ranggo
 Bukan melakukan pekerjaan kembali tapi kami hadir disana untuk menghadiri pemanggilan Camat pajo guna melakukan klarifikasi terkait pembangunan gedung serba guna.

Kalau  pekerjaan itukan sudah  sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) kenapa kami harus melakukan pekerjaa lagi? Tanya Sumarni yang dikonfirmasi oleh Wartawan.

Kecuali kalau ada temuan dari inspektorat maka kami akan mengerjakan kembali. Jelasnya.

Siti. Sumarni yang ditemui diruangan kerjanya, ditanya mengenai Penggunaan Anggaran Rp. 40 Juta Rupiah untuk pengadaan tanah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengatakan  " Bahwa tanah TPA Desa Ranggo telah dibeli  ke pihak lain  dan kwitansi jual belinya juga ada’’.

Pokoknya tanah itu ada,dan untuk luas dan lokasinya silakan tanya ke pemilik lahan yang sudah kami bayarkan, dia (pemilik) tanah yang lebih tau, luasnya berapa, lokasinya dimana, dan dibayar berapa? Terangnya.

di tanya mengenai lokasi Tanah TPA yang dipasangkan papan TPAnya yang sekarang, oleh Pemerintah Desa Ranggo, yang berlokasi di So Jati Desa Ranggo. Pihaknya  menjawab Bahwa Tanah tersebut status pinjaman untuk sementara saja, dan bukan untuk dijadikan hak milik. Kata Sumarni yang ditemui oleh Wartawan  kamis (20/20) pukul 13:20 wita.     Sementara itu, Irhamzah, SH Kordum Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Desa Ranggo, yang dikonfirmasi oleh Wartawan mengatakan, Silahkan kepala desa beralasan apa saja. Namun kita yang berbicara.    Bahwa lokasi TPA berada di so jati. Karena jelas bahwa disanalah aktifitas pembuangan selama ini dan terdapat plang atau papan nama TPA.  Mau berkelit apa lagi? Intinya kami sebagai masyarakat tidak semudah itu dikibulin. "Est facto jus oritur" (fakta yang berbicara). Kata Irhamzah, SH Kepada Media ini Kamis, (20/2/2020) pukul 18.20 wita, malam.
Lokasi TPA Desa Ranggo
di tanya mengenai lokasi Tanah TPA yang dipasangkan papan TPAnya yang sekarang oleh Pemerintah Desa Ranggo, yang berlokasi di So Jati Desa Ranggo. Pihaknya  menjawab Bahwa Tanah tersebut status pinjaman untuk sementara saja, dan bukan untuk dijadikan hak milik. Terang Sumarni yang ditemui oleh Wartawan  kamis (20/20) pukul 13:20 wita.

Sementara itu, Irhamzah, SH Kordum Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Desa Ranggo, yang dikonfirmasi oleh Wartawan mengatakan, Silahkan Kepala Desa beralasan apa saja. Namun fakta yang berbicara. 

Bahwa Lokasi TPA  di so jati. jelas bahwa disanalah aktifitas pembuangan selama ini dan terdapat plang atau papan nama TPA.  Mau berkelit apa lagi? Intinya kami sebagai masyarakat tidak semudah itu dikibulin. "Est facto jus oritur" (fakta yang berbicara). Tandas Irhamzah, SH Kepada Media ini Kamis, (20/2/2020) pukul 18.20 wita, malam. (*)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.