Satu unit rumah panggung milik Nurwahidah, Warga Dusun Rade, Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, dibakar oleh terduga pelaku berinsial AR alias R (30) Minggu (16/2/2020) malam. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar yang serius pada bagian kaki dan tubuh. Korban yang meninggal dunia atas nama St. Afrah (52) dan tiga lainnya yang mengalami luka bakar St. Hajar (65), Niken Ardiani (23 ), dan  Ilyas (26). Ketiga korban langsung dilarikan dan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, untuk mendapatkan pertolongan medis dari dokter. Usai melakukan pembakaran, Palaku AR Langusng melarikan diri, dan ditangkap oleh Aparat Kepolisian Polres Dompu di Desa Jala, Kecamatan Huu, kabupaten Dompu. Disebuah rumah milik M. Sidik Warga Desa Jala saat bersembunyi didalam kamar. Adapun motif pelaku nekat membakar rumah milik Nurwahidah, lantaran pelaku AR alias R, mengetahui istrinya Ayu dijadikan  TKW.  Kronologi pembakaran Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K menjelaskan bahwa pemicu kejadian berawal dari istri AR als R Ayu Rosmiati yang keluar rumah dan tidak pulang sejak pukul 10.00 wita. Mengetahui istrinya tidak pulang, AR als R menghubungi Niken Andriani yang merupakan anak dari penyalur tenaga kerja wanita (TKW) untuk menanyakan keberadaan ibunya Nurwahidah als Ida. “Kecurigaan ini didasari bahwa Nurwahidah pernah lebih kurang 2 tahun yang lalu mencoba membawa istri kedua AR als R yakni AYU untuk dijadikan sebagai TKW namun dapat digagalkan oleh AR als R”, tambahnya. Sekitar pukul 21.00 wita AR als R bersama 2 orang temannya yakni One dan Maulana sempat menghentikan dan memeriksa beberapa unit bus malam dari Dompu tujuan Mataram diujung Dusun Banggo, Desa Sori Utu, Kecamatan Manggelewa,  untuk mencari keberadaan istrinya yang bernama Ayu Rosmiati namun tidak ditemukan. Sebelumnya, AR als R sempat mengancam Niken ingin membakar rumahnya. Kemudian, Sekitar pukul 22.50 wita  AR als R pergi ke penjual bensin  Sau als Mama Ua dan mengambil bensin sebanyak 2 (dua) botol Aqua besar. Setibanya di TKP AR als R masuk dan langsung menyiramkan bensin ke lantai rumah ( rumah panggung berlantaikan papan ) dan membakarnya. Melihat api yang menyambar begitu cepat, AR als R langsung melompat turun dari rumah tersebut, sedangkan St Afrah (MD) naik kerumah yang terbakar tersebut dengan tujuan menyelamatkan Niken Ardiani namun naasnya dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. “Pada saat dilakukan aksi pembakaran oleh AR als R, St. Afrah (MD) tidak bersama korban lainnya diatas rumah, akan tetapi St. Afrah (MD) berusaha untuk datang menolong korban lainnya namun akibat api yang menyambar begitu cepat, St. Afrah (MD) pun tidak dapat melindungi dirinya sendiri”, ungkap AKBP Syarif. Berdasarkan kejadian tersebut, anggota Polsek Woja langsung menghubungi Sat. Sabhara Polres Dompu dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengirim bantuan. Sekitar pukul 22.28 wita, 2 Unit mobil WaterCanon dan mobil tanki milik Polres Dompu serta 1 Unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Kabupaten Dompu tiba di TKP. “Pada pukul 23.15 wita api dapat dipadamkan dan selanjutnya pihak INAFIS Sat. Reskrim Polres Dompu melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi para korban untuk mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dompu dan dibawa menggunakan mobil patroli milik Polsek Woja”, terang Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris. “Usai mengevakuasi korban, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku guna mencegah amukan masa terutama pada keluarga korban. Saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penanganan oleh Sat. Reskrim Polres Dompu sesuai hukum yang mengatur”, pangkas Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K. dilansir dari Tribratanews.ntb. (*)
Proese Evakuasi Korban oleh Tim Inafis Sat.Reskrim Polres Dompu/Foto: Tribratanews.Ntb 
WartaDompu- Satu unit rumah panggung milik Nurwahidah, Warga Dusun Rade, Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, dibakar oleh terduga pelaku inisial AR alias R (30) Minggu (16/2/2020) malam.

Dalam peristiwa kebakaran tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar yang cukup serius pada bagian kaki dan tubuh.

Korban yang meninggal dunia atas nama St. Afrah (52) dan tiga lainnya yang mengalami luka bakar St. Hajar (65), Niken Ardiani (23 ), dan  Ilyas (26).

Ketiga korban langsung dilarikan  ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, untuk mendapatkan pertolongan medis dari dokter.

Usai melakukan pembakaran, Palaku AR melarikan diri, dan ditangkap oleh Aparat Kepolisian Polres Dompu di Desa Jala, Kecamatan Huu, kabupaten Dompu. Di salah satu rumah milik M. Sidik Warga Desa Jala saat bersembunyi didalam kamar.

Adapun motif pelaku nekat membakar rumah milik Nurwahidah, lantaran pelaku AR alias R, mengetahui istrinya Ayu ingin dikirim menjadi TKW.
Satu unit rumah panggung milik Nurwahidah, Warga Dusun Rade, Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, dibakar oleh terduga pelaku berinsial AR alias R (30) Minggu (16/2/2020) malam. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar yang serius pada bagian kaki dan tubuh. Korban yang meninggal dunia atas nama St. Afrah (52) dan tiga lainnya yang mengalami luka bakar St. Hajar (65), Niken Ardiani (23 ), dan  Ilyas (26). Ketiga korban langsung dilarikan dan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, untuk mendapatkan pertolongan medis dari dokter. Usai melakukan pembakaran, Palaku AR Langusng melarikan diri, dan ditangkap oleh Aparat Kepolisian Polres Dompu di Desa Jala, Kecamatan Huu, kabupaten Dompu. Disebuah rumah milik M. Sidik Warga Desa Jala saat bersembunyi didalam kamar. Adapun motif pelaku nekat membakar rumah milik Nurwahidah, lantaran pelaku AR alias R, mengetahui istrinya Ayu dijadikan  TKW.  Kronologi pembakaran Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K menjelaskan bahwa pemicu kejadian berawal dari istri AR als R Ayu Rosmiati yang keluar rumah dan tidak pulang sejak pukul 10.00 wita. Mengetahui istrinya tidak pulang, AR als R menghubungi Niken Andriani yang merupakan anak dari penyalur tenaga kerja wanita (TKW) untuk menanyakan keberadaan ibunya Nurwahidah als Ida. “Kecurigaan ini didasari bahwa Nurwahidah pernah lebih kurang 2 tahun yang lalu mencoba membawa istri kedua AR als R yakni AYU untuk dijadikan sebagai TKW namun dapat digagalkan oleh AR als R”, tambahnya. Sekitar pukul 21.00 wita AR als R bersama 2 orang temannya yakni One dan Maulana sempat menghentikan dan memeriksa beberapa unit bus malam dari Dompu tujuan Mataram diujung Dusun Banggo, Desa Sori Utu, Kecamatan Manggelewa,  untuk mencari keberadaan istrinya yang bernama Ayu Rosmiati namun tidak ditemukan. Sebelumnya, AR als R sempat mengancam Niken ingin membakar rumahnya. Kemudian, Sekitar pukul 22.50 wita  AR als R pergi ke penjual bensin  Sau als Mama Ua dan mengambil bensin sebanyak 2 (dua) botol Aqua besar. Setibanya di TKP AR als R masuk dan langsung menyiramkan bensin ke lantai rumah ( rumah panggung berlantaikan papan ) dan membakarnya. Melihat api yang menyambar begitu cepat, AR als R langsung melompat turun dari rumah tersebut, sedangkan St Afrah (MD) naik kerumah yang terbakar tersebut dengan tujuan menyelamatkan Niken Ardiani namun naasnya dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. “Pada saat dilakukan aksi pembakaran oleh AR als R, St. Afrah (MD) tidak bersama korban lainnya diatas rumah, akan tetapi St. Afrah (MD) berusaha untuk datang menolong korban lainnya namun akibat api yang menyambar begitu cepat, St. Afrah (MD) pun tidak dapat melindungi dirinya sendiri”, ungkap AKBP Syarif. Berdasarkan kejadian tersebut, anggota Polsek Woja langsung menghubungi Sat. Sabhara Polres Dompu dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengirim bantuan. Sekitar pukul 22.28 wita, 2 Unit mobil WaterCanon dan mobil tanki milik Polres Dompu serta 1 Unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Kabupaten Dompu tiba di TKP. “Pada pukul 23.15 wita api dapat dipadamkan dan selanjutnya pihak INAFIS Sat. Reskrim Polres Dompu melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi para korban untuk mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dompu dan dibawa menggunakan mobil patroli milik Polsek Woja”, terang Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris. “Usai mengevakuasi korban, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku guna mencegah amukan masa terutama pada keluarga korban. Saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penanganan oleh Sat. Reskrim Polres Dompu sesuai hukum yang mengatur”, pangkas Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K. dilansir dari Tribratanews.ntb. (*)
Rumah Panggung Milik Nurwahidah Dusun Rade, Desa Bara, Kecamatan Woja yang dibakar oleh Terduga Pelaku AR alias R yang mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia dan Tiga Lainnya Mengalami Luka Bakar yang cukup Serius pada Bagian Tubuh dan Kaki Korban.
Kronologi pembakaran

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K menjelaskan bahwa pemicu kejadian berawal dari istri AR als R Ayu Rosmiati yang keluar rumah dan tidak pulang sejak pukul 10.00 wita. Mengetahui istrinya tidak pulang, AR als R menghubungi Niken Andriani yang merupakan anak dari penyalur tenaga kerja wanita (TKW) untuk menanyakan keberadaan ibunya Nurwahidah als Ida.

“Kecurigaan ini didasari bahwa Nurwahidah pernah lebih kurang 2 tahun yang lalu mencoba membawa istri kedua AR als R yakni AYU untuk dijadikan sebagai TKW namun dapat digagalkan oleh AR als R”, tambahnya.

Sekitar pukul 21.00 wita AR als R bersama 2 orang temannya yakni One dan Maulana sempat menghentikan dan memeriksa beberapa unit bus malam dari Dompu tujuan Mataram diujung Dusun Banggo, Desa Sori Utu, Kecamatan Manggelewa,  untuk mencari keberadaan istrinya yang bernama Ayu Rosmiati namun tidak ditemukan.

Sebelumnya, AR als R sempat mengancam Niken ingin membakar rumahnya. Kemudian, Sekitar pukul 22.50 wita  AR als R pergi ke penjual bensin  Sau als Mama Ua dan mengambil bensin sebanyak 2 (dua) botol Aqua besar. Setibanya di TKP AR als R masuk dan langsung menyiramkan bensin ke lantai rumah ( rumah panggung berlantaikan papan ) dan membakarnya.

Melihat api yang menyambar begitu cepat, AR als R langsung melompat turun dari rumah tersebut, sedangkan St Afrah (MD) naik kerumah yang terbakar tersebut dengan tujuan menyelamatkan Niken Ardiani namun naasnya dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

“Pada saat dilakukan aksi pembakaran oleh AR als R, St. Afrah (MD) tidak bersama korban lainnya diatas rumah, akan tetapi St. Afrah (MD) berusaha untuk datang menolong korban lainnya namun akibat api yang menyambar begitu cepat, St. Afrah (MD) pun tidak dapat melindungi dirinya sendiri”, ungkap AKBP Syarif.

Berdasarkan kejadian tersebut, anggota Polsek Woja langsung menghubungi Sat. Sabhara Polres Dompu dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengirim bantuan. Sekitar pukul 22.28 wita, 2 Unit mobil WaterCanon dan mobil tanki milik Polres Dompu serta 1 Unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Kabupaten Dompu tiba di TKP.

“Pada pukul 23.15 wita api dapat dipadamkan dan selanjutnya pihak INAFIS Sat. Reskrim Polres Dompu melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi para korban untuk mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dompu dan dibawa menggunakan mobil patroli milik Polsek Woja”, terang Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris.
Satu unit rumah panggung milik Nurwahidah, Warga Dusun Rade, Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, dibakar oleh terduga pelaku berinsial AR alias R (30) Minggu (16/2/2020) malam. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar yang serius pada bagian kaki dan tubuh. Korban yang meninggal dunia atas nama St. Afrah (52) dan tiga lainnya yang mengalami luka bakar St. Hajar (65), Niken Ardiani (23 ), dan  Ilyas (26). Ketiga korban langsung dilarikan dan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, untuk mendapatkan pertolongan medis dari dokter. Usai melakukan pembakaran, Palaku AR Langusng melarikan diri, dan ditangkap oleh Aparat Kepolisian Polres Dompu di Desa Jala, Kecamatan Huu, kabupaten Dompu. Disebuah rumah milik M. Sidik Warga Desa Jala saat bersembunyi didalam kamar. Adapun motif pelaku nekat membakar rumah milik Nurwahidah, lantaran pelaku AR alias R, mengetahui istrinya Ayu dijadikan  TKW.  Kronologi pembakaran Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K menjelaskan bahwa pemicu kejadian berawal dari istri AR als R Ayu Rosmiati yang keluar rumah dan tidak pulang sejak pukul 10.00 wita. Mengetahui istrinya tidak pulang, AR als R menghubungi Niken Andriani yang merupakan anak dari penyalur tenaga kerja wanita (TKW) untuk menanyakan keberadaan ibunya Nurwahidah als Ida. “Kecurigaan ini didasari bahwa Nurwahidah pernah lebih kurang 2 tahun yang lalu mencoba membawa istri kedua AR als R yakni AYU untuk dijadikan sebagai TKW namun dapat digagalkan oleh AR als R”, tambahnya. Sekitar pukul 21.00 wita AR als R bersama 2 orang temannya yakni One dan Maulana sempat menghentikan dan memeriksa beberapa unit bus malam dari Dompu tujuan Mataram diujung Dusun Banggo, Desa Sori Utu, Kecamatan Manggelewa,  untuk mencari keberadaan istrinya yang bernama Ayu Rosmiati namun tidak ditemukan. Sebelumnya, AR als R sempat mengancam Niken ingin membakar rumahnya. Kemudian, Sekitar pukul 22.50 wita  AR als R pergi ke penjual bensin  Sau als Mama Ua dan mengambil bensin sebanyak 2 (dua) botol Aqua besar. Setibanya di TKP AR als R masuk dan langsung menyiramkan bensin ke lantai rumah ( rumah panggung berlantaikan papan ) dan membakarnya. Melihat api yang menyambar begitu cepat, AR als R langsung melompat turun dari rumah tersebut, sedangkan St Afrah (MD) naik kerumah yang terbakar tersebut dengan tujuan menyelamatkan Niken Ardiani namun naasnya dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. “Pada saat dilakukan aksi pembakaran oleh AR als R, St. Afrah (MD) tidak bersama korban lainnya diatas rumah, akan tetapi St. Afrah (MD) berusaha untuk datang menolong korban lainnya namun akibat api yang menyambar begitu cepat, St. Afrah (MD) pun tidak dapat melindungi dirinya sendiri”, ungkap AKBP Syarif. Berdasarkan kejadian tersebut, anggota Polsek Woja langsung menghubungi Sat. Sabhara Polres Dompu dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengirim bantuan. Sekitar pukul 22.28 wita, 2 Unit mobil WaterCanon dan mobil tanki milik Polres Dompu serta 1 Unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Kabupaten Dompu tiba di TKP. “Pada pukul 23.15 wita api dapat dipadamkan dan selanjutnya pihak INAFIS Sat. Reskrim Polres Dompu melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi para korban untuk mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dompu dan dibawa menggunakan mobil patroli milik Polsek Woja”, terang Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris. “Usai mengevakuasi korban, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku guna mencegah amukan masa terutama pada keluarga korban. Saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penanganan oleh Sat. Reskrim Polres Dompu sesuai hukum yang mengatur”, pangkas Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K. dilansir dari Tribratanews.ntb. (*)
Terduga Pelaku Pembakaran yang ditangkap Oleh Anggota Reskrim Polres Dompu di Desa Jala, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu
“Usai mengevakuasi korban, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku guna mencegah amukan masa terutama pada keluarga korban. Saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penanganan oleh Sat. Reskrim Polres Dompu sesuai hukum yang mengatur”, pangkas Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K. dilansir dari Tribratanews.ntb. (*)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.