Puluhan Hektar Lahan Jagung Petani di Desa Kwangko Mati Kepanasan  WARTADOMPU.com- Akibat curah hujan yang tak menentu beberapa dua minggu terakhir ini, mengakibatkan Puluhan Hektar Tanaman Jagung Petani di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB) Mati. Salah satunya adalah Tanaman Jagung Milik H. Akarim (52), Warga Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu yang terancam gagal panen.  Kepada WARTADOMPU.COM H. Akarim mengakatan Kematian Tanaman Jagung miliknya, ini semua adalah Cobaan  buat saya, mungkin ditahun ini saya mengalami Kerugian, namun Insya Allah, siapa tau Rejeki saya ada di tahun depan ujarnya,   sambil gurau.   Dan saya lanjutnya,  berharap kepada Pemerintahan Daerah maupun Pusat, agar memperhatikan Lahan kering yang lokasi  Daerahnya Tanah Tadah Hujan. Agar dikemudian hari bila cuaca tak menentu seperti sekarang ini, bisa membangun Sumur Bor dalam atau Bendungan yang mampu menampung Air yang lebih banyak. Agar Masyarakat tidak secara terus menerus mengalami kerugian seperti ini. Jelasnya.   Contohnya saja di lahan So Karebe, itu lahan Sawah yang sangat potensial untuk dijadikan lahan Irigasi yang sumber airnya tidak tergantung pada Air Hujan, Pemerintah harus bisa memberikan solusi, bagaimana agar supaya lahan kering menjadi lahan Basah, karena  itu akan mampu mendorong pertumbuhan Ekonomi Rakyat yg berkecukupan, ungkap H. Akarim Kepada Wartawan WARTADOMPU.COM yang ditemui di lokasi tanaman jagung miliknya di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Sabtu,(8/2/2020) siang.  H. Akarim merupakan salah satu petani jagung didesa kwangko, yang Gagal Panen akibat kurangnya Intensitas Hujan yang memadai guna mendukung pertumbuhan Jagung Miliknya, akibat dari cuaca yang tidak menentu ini Petani mengalami kerugian hingga Puluhan juta Rupiah.(*)
Tanaman jagung milik H. A.Karim di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, yang tergulung mati akibat curah hujan tak menentu ditengah puncaknya musim hujan di bulan januari 2020
WARTADOMPU.com- Akibat curah hujan yang tak menentu  dua minggu terakhir ini, mengakibatkan Puluhan Hektar Tanaman Jagung Petani di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB) Mati kepanasan.

Salah satunya adalah Tanaman Jagung Milik H. Akarim (52), Warga Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu yang terancam gagal panen.

Kepada WARTADOMPU.COM H. Akarim mengungkapkan Kematian Tanaman Jagung miliknya, adalah sebuah  cobaan  baginya.

'' mungkin ditahun ini saya mengalami kerugian, namun Insya Allah, siapa tau Rejeki saya ada di tahun depan'' ujarnya.

Dan saya lanjutnya,  berharap kepada Pemerintahan Daerah maupun Pusat, agar memperhatikan Lahan kering yang lokasi  Daerahnya Tanah Tadah Hujan.

Agar dikemudian hari bila cuaca tak menentu seperti sekarang ini, bisa membangun Sumur Bor dalam atau Bendungan yang mampu menampung Air yang lebih banyak.
Puluhan Hektar Lahan Jagung Petani di Desa Kwangko Mati Kepanasan  WARTADOMPU.com- Akibat curah hujan yang tak menentu beberapa dua minggu terakhir ini, mengakibatkan Puluhan Hektar Tanaman Jagung Petani di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB) Mati. Salah satunya adalah Tanaman Jagung Milik H. Akarim (52), Warga Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu yang terancam gagal panen.  Kepada WARTADOMPU.COM H. Akarim mengakatan Kematian Tanaman Jagung miliknya, ini semua adalah Cobaan  buat saya, mungkin ditahun ini saya mengalami Kerugian, namun Insya Allah, siapa tau Rejeki saya ada di tahun depan ujarnya,   sambil gurau.   Dan saya lanjutnya,  berharap kepada Pemerintahan Daerah maupun Pusat, agar memperhatikan Lahan kering yang lokasi  Daerahnya Tanah Tadah Hujan. Agar dikemudian hari bila cuaca tak menentu seperti sekarang ini, bisa membangun Sumur Bor dalam atau Bendungan yang mampu menampung Air yang lebih banyak. Agar Masyarakat tidak secara terus menerus mengalami kerugian seperti ini. Jelasnya.   Contohnya saja di lahan So Karebe, itu lahan Sawah yang sangat potensial untuk dijadikan lahan Irigasi yang sumber airnya tidak tergantung pada Air Hujan, Pemerintah harus bisa memberikan solusi, bagaimana agar supaya lahan kering menjadi lahan Basah, karena  itu akan mampu mendorong pertumbuhan Ekonomi Rakyat yg berkecukupan, ungkap H. Akarim Kepada Wartawan WARTADOMPU.COM yang ditemui di lokasi tanaman jagung miliknya di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Sabtu,(8/2/2020) siang.  H. Akarim merupakan salah satu petani jagung didesa kwangko, yang Gagal Panen akibat kurangnya Intensitas Hujan yang memadai guna mendukung pertumbuhan Jagung Miliknya, akibat dari cuaca yang tidak menentu ini Petani mengalami kerugian hingga Puluhan juta Rupiah.(*)
Kondisi tanaman jagung milik H. AKarim  dengan pertumbuhan yang tidak produktif atau kerdil dalam proses kematian akibat cuaca panas

Agar Masyarakat tidak secara terus menerus mengalami kerugian seperti ini. Jelasnya.

 Contohnya saja di lahan So Karebe, itu lahan Sawah yang sangat potensial untuk dijadikan lahan Irigasi yang sumber airnya tidak tergantung pada Air Hujan, Pemerintah harus bisa memberikan solusi, bagaimana agar supaya lahan kering menjadi lahan Basah, karena  itu akan mampu mendorong pertumbuhan Ekonomi Rakyat yang berkecukupan. Kata H. Akarim Kepada Wartawan WARTADOMPU.COM yang ditemui di lokasi tanaman jagung miliknya di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Sabtu,(8/2/2020) siang.

 H. Akarim merupakan salah satu petani jagung didesa kwangko, yang Gagal Panen akibat curah hujan yang tak menentu. dalam mendukung pertumbuhan Jagung miliknya, dan  mengalami kerugian hingga Puluhan juta Rupiah.(*)
Puluhan Hektar Lahan Jagung Petani di Desa Kwangko Mati Kepanasan  WARTADOMPU.com- Akibat curah hujan yang tak menentu beberapa dua minggu terakhir ini, mengakibatkan Puluhan Hektar Tanaman Jagung Petani di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB) Mati. Salah satunya adalah Tanaman Jagung Milik H. Akarim (52), Warga Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu yang terancam gagal panen.  Kepada WARTADOMPU.COM H. Akarim mengakatan Kematian Tanaman Jagung miliknya, ini semua adalah Cobaan  buat saya, mungkin ditahun ini saya mengalami Kerugian, namun Insya Allah, siapa tau Rejeki saya ada di tahun depan ujarnya,   sambil gurau.   Dan saya lanjutnya,  berharap kepada Pemerintahan Daerah maupun Pusat, agar memperhatikan Lahan kering yang lokasi  Daerahnya Tanah Tadah Hujan. Agar dikemudian hari bila cuaca tak menentu seperti sekarang ini, bisa membangun Sumur Bor dalam atau Bendungan yang mampu menampung Air yang lebih banyak. Agar Masyarakat tidak secara terus menerus mengalami kerugian seperti ini. Jelasnya.   Contohnya saja di lahan So Karebe, itu lahan Sawah yang sangat potensial untuk dijadikan lahan Irigasi yang sumber airnya tidak tergantung pada Air Hujan, Pemerintah harus bisa memberikan solusi, bagaimana agar supaya lahan kering menjadi lahan Basah, karena  itu akan mampu mendorong pertumbuhan Ekonomi Rakyat yg berkecukupan, ungkap H. Akarim Kepada Wartawan WARTADOMPU.COM yang ditemui di lokasi tanaman jagung miliknya di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Sabtu,(8/2/2020) siang.  H. Akarim merupakan salah satu petani jagung didesa kwangko, yang Gagal Panen akibat kurangnya Intensitas Hujan yang memadai guna mendukung pertumbuhan Jagung Miliknya, akibat dari cuaca yang tidak menentu ini Petani mengalami kerugian hingga Puluhan juta Rupiah.(*)
Akibat cuaca panas H.Akarim gagal panen, dan alami kerugian ratusan juta rupiah

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.