Budidaya Rumput di Dompu,  Sudah ada Sejak Tahun 1992  WARTADOMPU.com- Kegiatan Penanaman dan Budidaya Rumput di Kabupaten Dompu, khususnya di Dusun Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB), sudah ada sejak tahun 1992. ‘’ Kalau ditahun 1992 kegiatan budidaya dan penanaman rumput laut kita tidak ada kendala, hanya tahun 2015, 2016, sampai 2017 saja yang ada kendala’’ kata salah satu perwakilan kelompok tani budidaya rumput laut Sukardin (45) Warga Dusun Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, yang diwawancarai oleh WARTADOMPU.COM di Dusun Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko, tahun 2019 lalu. Menurut Sukardin, kegiatan budidaya rumput laut mengalami keterlambatan penanaman oleh petani, sehingga bibit yang ditanam tidak berkembang. ‘’Umpama  rumput laut ini maunya bulan 6, tapi dikasih kita bulan 8 dan bulan 9 karena  musimnya sudah tidak ada’’ kata Sukardin. Lebih lanjut Sukardin mengatakan, selain masalah keterlambatan, kendala lainnya adalah faktor bibit. ‘’Bibit yang di kasih bibit yang tidak cocok tumbuh di sini’’ Katanya.  Jenis bibit yang ditanam sangat menentukan keberhasilan sebuah usaha, bibit yang baik akan tumbuh dengan baik. Tuturnya.  Maunya kita masyarakat, kita hapus saja penanaman rumput laut ini, dan beralih ke budidaya ikan kerapu. Harapnya.

Wawancara dengan salah satu Petani Rumpu Laut, di Dusun Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu/ Dok Warta Dompu Tahun 2019

WARTADOMPU.com- Kegiatan Penanaman dan Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Dompu, khususnya di Dusun Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, sudah ada sejak tahun 1992.

Namun baru di tahun 2015, 2016, sampai 2017 kemarin Program Budidaya Rumput Laut di sini tidak berhasil. Kata Sukardin (45) Salah satu perwakilan Anggota Kelompok Budidaya Rumput Laut di Dusun Pulau Bajo Baru, yang diwawancarai  oleh Warta Dompu di Dusun Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko 2019 lalu.


‘’Kalau ditahun 1992 kegiatan budidaya dan penanaman rumput laut kita tidak ada kendala, hanya tahun 2015, 2016, sampai 2017 saja yang ada kendala’’ Ungkapnya.

Menurut Sukardin, kegiatan budidaya rumput laut mengalami keterlambatan penanaman oleh petani, sehingga bibit yang ditanam tidak berkembang.

‘’Umpama rumput laut ini maunya kita bulan 6, tapi dikasih  bulan 8 dan bulan 9 karena musimnya sudah tidak ada’’ Jelasnya.

Lebih lanjut Sukardin mengatakan, selain masalah keterlambatan, kendala lainnya adalah faktor bibit. ‘’Bibit yang di kasih bibit yang tidak cocok tumbuh di sini’’ Ujarnya.

Jenis bibit yang ditanam sangat menentukan keberhasilan sebuah usaha, bibit yang baik akan tumbuh dengan baik.

Maunya kita masyarakat, kita hapus saja penanaman rumput laut ini, dan beralih ke budidaya ikan kerapu. Harapnya. (*)

Baca: Babak Baru Laporan Korupsi Rumput Laut Didompu Segera Dibuka Kembali

Tonton video Wawancara Media ini dengan salah satu Perwakilan Anggota Kelompok Budidaya Rumput Laut Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko dibawah Ini.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.