Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam Kasus Pengadaan 2 unit Kapal Perikanan pada Dinas Prikanan dan Kelautan Kabupaten Dompu atas nama Kartono. Terpidana Kartono ditangkap oleh Kejati NTB, di Kediamannya  Di Dusun Medana Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Pada Hari Rabu (26/2/2020)  Pukul 14.15 Wita tanpa perlawanan. Kartono merupakan  DPO sejak tahun 2010 lalu. Penangkapan dilakukan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi NTB yang  sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Polsek Pemenang. Pada saat rumah terpidana didatangi, terpidana tidak berada ditempat namun tim hanya menemukan istri terpidana selanjutnya tim meminta istri terpidana pulang kerumah dan setelah terpidana tiba langsung diamankan oleh Tim dan dibawa menuju mobil untuk diproses di Kejaksaan Tinggi NTB. Terpidana Kartono merupakan  Direktur CV. Pangesti sebagai pelaksana Pengadaan 2 unit Kapal Perikanan pada Dinas Prikanan dan Kelautan Dompu, dengan kontrak sebesar Rp. 759.000.000,- Tahun Anggaran 2006. Bahwa Kedua Kapal tersebut dikerjakan dan diserahkan pada PPK dengan Laporan  Kemajuan Pekerjaan 100% namun pada kenyataannya terdapat beberapa penyimpangan prosedur pembuatan Kapal tersebut.    Yaitu tidak melibatkan Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal yang  bertentangan dengan PP No. 51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan. Gambar Rancang Bangun Kapal dan Data Kelengakapannya tidak diteliti dan diperiksa oleh Pemeriksa Keselamatan Kapal. Pengerjaan Kapal tidak diawasi oleh Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal. Penyetrahan Kapal tidak didahului dengan pengajuan  Kondisi Tekhnis dan keselamatannya. Dan Kapal tidak dilengkapi dengan sertifikat keselamatan Kapal. Akibatnya Kartono membuat 2 Unit Kapal tidak sesuai dengan spesifikasi  dan melakukan penyimpangan dalam proses pembuatan kapal. Kedua unit kapal tersebut dianggap  tidak laik laut sehingga tujuan pembuatan 2 (dua) unit Kapal penangkap ikan oleh Kartono sebagaimana Juknis dalam upaya  meningkatkan sarana dan prasarana prikanan tidak tercapai. Kedua unit Kapal Tersebut terhempas oleh ombak dipinggir pantai dan langsung hancur ataupun rusak. Sehingga dalam kasus ini, Penuntut Umum, menuntut merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 759.000.000,- dikurangi PPN 10% sebesar Rp. 690.000.000,- (Total lose). (*)  Tuntutan Jaksa, Menghukum Terdakwa pidana penjara selama  5 Tahun. Menghukum Terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp. 200juta. Subs 6 bulan kurungan. Dan Menghukum Terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp. 690.juta. Terhadap tuntutan tersebut Hakim PN Dompu memutuskan Kartono untuk dihukum selama 4 Tahun. Dengan  membayar denda sebesar Rp. 200 juta. Subsider 6 bulan kurungan. Dan  membayar uang pengganti sebesar Rp. 79.juta. Terhadap putusan tersebut Penuntut Umum banding, namun  ditolak, demikian pula upaya hukum Kasasi Mahkamah Agung tetap menguatkan Putusan PN. Dompu
Terpidana Kartono ditangkap oleh Kejati NTB
MATARAM,WARTADOMPU- Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam Kasus Pengadaan 2 unit Kapal Perikanan pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Dompu atas nama Kartono.

Terpidana Kartono ditangkap oleh Kejati NTB, di Kediamannya Di Dusun Medana Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Pada Hari Rabu (26/2/2020) Pukul 14.15 Wita tanpa perlawanan. Kartono merupakan DPO sejak tahun 2010 lalu.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi NTB yang sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Polsek Pemenang.

Pada saat rumah terpidana didatangi, Kartono tidak berada ditempat namun tim hanya menemukan istri terpidana selanjutnya tim meminta istri terpidana pulang kerumah. Setiba dirumah Kartono langsung diamankan oleh Tim dan ke mobil untuk diproses di Kejaksaan Tinggi NTB.
 Mataram.

Terpidana Kartono merupakan Direktur CV. Pangesti sebagai pelaksana Pengadaan 2 unit Kapal Perikanan pada Dinas Prikanan dan Kelautan Dompu, dengan kontrak sebesar Rp. 759.000.000,- Tahun Anggaran 2006.

Bahwa Kedua Kapal tersebut dikerjakan dan diserahkan pada PPK dengan Laporan Kemajuan Pekerjaan 100% namun pada kenyataannya terdapat beberapa penyimpangan prosedur pembuatan Kapal tersebut. Yaitu tidak melibatkan Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal yang bertentangan dengan PP No. 51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan.

Gambar Rancang Bangun Kapal dan Data Kelengakapannya tidak diteliti dan diperiksa oleh Pemeriksa Keselamatan Kapal. Pengerjaan Kapal tidak diawasi oleh Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal.

Penyetrahan Kapal tidak didahului dengan pengajuan Kondisi Tekhnis dan keselamatannya. Dan Kapal tidak dilengkapi dengan sertifikat keselamatan Kapal.

Akibatnya Kartono membuat 2 Unit Kapal tidak sesuai dengan spesifikasi dan melakukan penyimpangan dalam proses pembuatan kapal.

Kedua unit kapal tersebut dianggap tidak laik laut sehingga tujuan pembuatan 2 (dua) unit Kapal penangkap ikan oleh Kartono sebagaimana Juknis dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana prikanan tidak tercapai.

Kedua unit Kapal Tersebut terhempas oleh ombak dipinggir pantai dan langsung hancur ataupun rusak.

Sehingga dalam kasus ini, Penuntut Umum, menuntut merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 759.000.000,- dikurangi PPN 10% sebesar Rp. 690.000.000,- (Total lose).

Tuntutan Jaksa, Menghukum Terdakwa pidana penjara selama 5 Tahun. Menghukum Terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp. 200juta. Subs 6 bulan kurungan. Dan Menghukum Terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp. 690.juta.

Terhadap tuntutan tersebut Hakim PN Dompu memutuskan Kartono untuk dihukum selama 4 Tahun. Dengan membayar denda sebesar Rp. 200 juta. Subsider 6 bulan kurungan. Dan membayar uang pengganti sebesar Rp. 79.juta.

Terhadap putusan tersebut Penuntut Umum banding, namun ditolak, demikian pula upaya hukum Kasasi Mahkamah Agung tetap menguatkan Putusan PN. Dompu. (*)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.