WARTADOMPU.com- Pembangunan BAK Penampun Air Irigasi Persawahan di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Ranggo, Rp. 110 juta, Tahun Anggaran 2018, dinilai tidak memberikan asas manfaat bagi petani sekitar. Salah satunya H. Mahmud (68) Warga Dusun Mangga Dua, Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, sekaligus  pemilik lahan yang digunakan oleh Pemerintah Desa Ranggo, untuk lokasi pembangunan BAK/kolam  Penampung Air Irigasi Persawahan di Desa Ranggo. Kepada Media ini, H. Mahmud yang diwawancarai oleh Wartawan dilokasi mengatakan,  Bahwa dulunya disini adalah sumber mata Air, ‘’Mada Oi La Ninu’’. Didamana  digunakan untuk mengairi persawahan miliknya dan petani sekitarnya. Namun setelah di bangunkan Kolam/BAK Penampung Air malah tidak memberikan manfaat sama sekali. Ujar H. Mahmud kepada Media ini. Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa BAK/Kolam Penampung Air Dikerjakan oleh Pemerintah Desa Ranggo tahun 2018, dimana dulunya tanah saya selalu menjadi lahan basah dibanjiri oleh air, namun sekarang tanah saya menjadi Lahan kering. Jelasnya.  Secara teknis mungkin mereka belum tau cara membangun Kolam/BAK Penampung Air. Tandas H. Mahmud saat di konfirmasi di lokasi. Seperti yang kita ketahui, Sumber Mata Air atau ‘’Mada Oi La Ninu’’ merupakan satu-satunya sumber mata air yang digunakan oleh petani untuk mengairi areal persawahan di desa ranggo, namun setelah dibangunkan BAK atau Kolam Penampungan Air Iriagsi Persawahan oleh Pemerintah Desa Ranggo, ‘’Mada Oi La Ninu’’ malah tidak mengeluarkan Air (debit airnya berkurang). Akibatnya Manfaat dari pembangunan tidak dirasakan oleh petani desa ranggo. Sumber Anggaran berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) diperkiarakan  Rp. 110 juta rupiah, Tahun Anggaran 2018. Kepala Desa Siti. Sumarni yang dikonfirmasi melalu WhatsApp dan Telepon Celularnya terkait Anggaran Pembangunan kolam penampung air irigasi sawah di desa ranggo, tidak menjawab. Hingga berita ini di dirilis.
H. Mahmud (68) Warga Dusun Mangga Dua, Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, yang dikonfirmasi oleh Warta Dompu Selasa (11/2/2020)

WARTADOMPU.com- Diduga Pembangunan BAK/Kolam  Penampung Air Irigasi Persawahan di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Ranggo, yang menelan anggaran yang diperkirakan Rp. 110 juta, Tahun Anggaran 2018, rawan dikorupsi dan dinilai tidak memberikan asas manfaat bagi petani sekitar.

H. Mahmud (68) Warga Dusun Mangga Dua, Desa Ranggo, Kecamatan Pajo,   pemilik lahan yang digunakan oleh Pemerintah Desa Ranggo, untuk lokasi pembangunan BAK/kolam  Penampung Air Irigasi Persawahan di Desa Ranggo, menyesalkan Pembangunan Kolam yang memicu berkurangnya Debit Sumber Mata Air ‘’Mada Oi La Ninu’’ yang digunakan untuk mengairi lahan sawah miliknya.

Kepada Media ini, H. Mahmud yang diwawancarai oleh Wartawan dilokasi mengatakan,  Bahwa dulunya disini adalah sumber mata Air, ‘’Mada Oi La Ninu’'. Ujarnya.

Dimana  digunakan untuk mengairi persawahan miliknya dan petani sekitarnya. Namun setelah di bangunkan Kolam/BAK Penampung Air malah tidak memberikan manfaat sama sekali. Kata H. Mahmud kepada Media ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa BAK/Kolam Penampung Air Dikerjakan oleh Pemerintah Desa Ranggo tahun 2018, dimana dulunya tanah saya selalu menjadi lahan basah dibanjiri oleh air, namun sekarang tanah saya menjadi Lahan kering. Jelasnya.

 Secara teknis mungkin mereka belum tau cara membangun Kolam/BAK Penampung Air. Tandas H. Mahmud saat di konfirmasi di lokasi.

Seperti yang kita ketahui, Sumber Mata Air atau ‘’Mada Oi La Ninu’’ merupakan satu-satunya sumber mata air yang digunakan oleh petani untuk mengairi Areal Persawahan di Desa Ranggo, namun setelah dibangunkannya BAK atau Kolam Penampungan Air Irigasi Persawahan oleh Pemerintah Desa Ranggo, ‘’Mada Oi La Ninu’’ malah tidak mengeluarkan Air (debit airnya berkurang). Akibatnya Manfaat dari Pembangunan tidak dirasakan oleh Petani Desa Ranggo.

Sumber Anggaran berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang diperkirakan  Rp. 110 juta rupiah, Tahun Anggaran 2018.

Kepala Desa Siti. Sumarni yang dikonfirmasi melalui WhatsApp dan Telepon Celularnya terkait Anggaran Pembangunan kolam penampung air irigasi sawah di desa ranggo, tidak menjawab. Hingga berita ini di dirilis.

Tonton video Bangunan Kolam Penampung Air Irigasi yang dibangun oleh Pemerintah Desa Ranggo tahun 2018 dibawah ini:

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.