WD.com- Dua pria asal kecamatan kempo, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) terlibat saling bacok. Aksi ini di picu oleh hiburan organ tunggal yang diadakan di rumah Junaidin Madi (50) di Dusun Soritatanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat,  mengundang riak warga untuk datang meramaikan acara tersebut termasuk warga yang berasal dari desa lain, pada Minggu (02/01) pukul 01.00 wita. Kronologis Kejadian  Pelaku SW (40) Warga Desa Kempo, Kecamatan Kempo, menegur SM alias Rikon (45) WargaDesa Soro, Kecamatan Kempo, yang berjoget diatas panggung. Tidak terima dengan teguran tersebut, SM alias Rikon langsung memukul SW dengan tangan kemudian mengeluarkan belati dan menusuk leher SW. Melihat leher yang terluka, SW pun mengeluarkan parang miliknya dan langsung membacok SM alias Rikon dibagian bahu sebelah kanan. Aksi pembacokan kedua pria tersebut terjadi Dusun Soritatanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat. Kabupaten Dompu, pada  Minggu (02/01) pukul 01.00 wita, dan telah ditangani serius oleh aparat kepolisian polsek pekat.  “Kedua pria tersebut berada dibawah pengaruh alkohol sehingga menyebabkan keduanya kehilangan kesadaran dan melakukan aksi saling bacok tanpa berfikir panjang”. tandas Kapolsek Pekat Ipda Malik. Atas perbuatannya, SM alias Rikon dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu karena mengalami luka robek di bagian bahu sebelah kanan dengan panjang sekitar 40 Cm, sebanyak 5 jahitan. sedangkan SW di bawa ke Ruma Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Kabupaten Dompu,  karena mengalami luka tusuk di bagian leher. Himbaun Kapolsek Pekat Ipda Malik Atas peristiwa ini, Kapolsek Pekat Ipda Malik, berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi dan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu keributan terutama pada malam hari tanpa sepengetahuan dari pihak Kepolisian maupun Pemerintah Desa. “Dihimbau agar masyarakat dapat menginformasikan terlebih dahulu kepada pihak Kepolisian maupun Pemerintah Desa ketika ingin mengadakan suatu acara/kegiatan sehingga hal-hal yang dapat memicu gangguan kamtibmas tidak terjadi dan dapat diatasi dengan cepat”, tegasnya.
Bhabinkamtibmas menemani SM alias Rikon di RSUD Dompu
WD.COM- Dua pria asal kecamatan kempo, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) terlibat saling bacok.

Aksi ini di picu oleh hiburan organ tunggal yang diadakan di rumah Junaidin Madi (50) di Dusun Soritatanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat,  mengundang riak warga untuk datang meramaikan acara tersebut termasuk warga yang berasal dari desa lain, pada Minggu (02/01) pukul 01.00 wita.

Kronologis Kejadian

Pelaku SW (40) Warga Desa Kempo, Kecamatan Kempo, menegur SM alias Rikon (45) WargaDesa Soro, Kecamatan Kempo, yang berjoget diatas panggung.

Tidak terima dengan teguran tersebut, SM alias Rikon langsung memukul SW dengan tangan kemudian mengeluarkan belati dan menusuk leher SW.

Melihat leher yang terluka, SW pun mengeluarkan parang miliknya dan langsung membacok SM alias Rikon dibagian bahu sebelah kanan.
Diduga dibawah Pengaruh Alkohol, Dua Pria dikempo Saling Bacok WD.com- Dua pria asal kecamatan kempo, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) terlibat saling bacok. Aksi ini di picu oleh hiburan organ tunggal yang diadakan di rumah Junaidin Madi (50) di Dusun Soritatanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat,  mengundang riak warga untuk datang meramaikan acara tersebut termasuk warga yang berasal dari desa lain, pada Minggu (02/01) pukul 01.00 wita. Kronologis Kejadian  Pelaku SW (40) Warga Desa Kempo, Kecamatan Kempo, menegur SM alias Rikon (45) WargaDesa Soro, Kecamatan Kempo, yang berjoget diatas panggung. Tidak terima dengan teguran tersebut, SM alias Rikon langsung memukul SW dengan tangan kemudian mengeluarkan belati dan menusuk leher SW. Melihat leher yang terluka, SW pun mengeluarkan parang miliknya dan langsung membacok SM alias Rikon dibagian bahu sebelah kanan. Aksi pembacokan kedua pria tersebut terjadi Dusun Soritatanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat. Kabupaten Dompu, pada  Minggu (02/01) pukul 01.00 wita, dan telah ditangani serius oleh aparat kepolisian polsek pekat.  “Kedua pria tersebut berada dibawah pengaruh alkohol sehingga menyebabkan keduanya kehilangan kesadaran dan melakukan aksi saling bacok tanpa berfikir panjang”. tandas Kapolsek Pekat Ipda Malik. Atas perbuatannya, SM alias Rikon dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu karena mengalami luka robek di bagian bahu sebelah kanan dengan panjang sekitar 40 Cm, sebanyak 5 jahitan. sedangkan SW di bawa ke Ruma Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Kabupaten Dompu,  karena mengalami luka tusuk di bagian leher. Himbaun Kapolsek Pekat Ipda Malik Atas peristiwa ini, Kapolsek Pekat Ipda Malik, berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi dan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu keributan terutama pada malam hari tanpa sepengetahuan dari pihak Kepolisian maupun Pemerintah Desa. “Dihimbau agar masyarakat dapat menginformasikan terlebih dahulu kepada pihak Kepolisian maupun Pemerintah Desa ketika ingin mengadakan suatu acara/kegiatan sehingga hal-hal yang dapat memicu gangguan kamtibmas tidak terjadi dan dapat diatasi dengan cepat”, tegasnya.
SW menjalani pengobatan di RS. Pratama Manggelewa
Aksi pembacokan kedua pria tersebut terjadi Dusun Soritatanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat. Kabupaten Dompu, pada  Minggu (02/01) pukul 01.00 wita, dan telah ditangani serius oleh aparat kepolisian polsek pekat.

 “Kedua pria tersebut berada dibawah pengaruh alkohol sehingga menyebabkan keduanya kehilangan kesadaran dan melakukan aksi saling bacok tanpa berfikir panjang”. tandas Kapolsek Pekat Ipda Malik.

Atas perbuatannya, SM alias Rikon dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu karena mengalami luka robek di bagian bahu sebelah kanan dengan panjang sekitar 40 Cm, sebanyak 5 jahitan. sedangkan SW di bawa ke Ruma Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Kabupaten Dompu,  karena mengalami luka tusuk di bagian leher.

Himbaun Kapolsek Pekat Ipda Malik

Atas peristiwa ini, Kapolsek Pekat Ipda Malik, berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi dan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu keributan terutama pada malam hari tanpa sepengetahuan dari pihak Kepolisian maupun Pemerintah Desa.

“Dihimbau agar masyarakat dapat menginformasikan terlebih dahulu kepada pihak Kepolisian maupun Pemerintah Desa ketika ingin mengadakan suatu acara/kegiatan sehingga hal-hal yang dapat memicu gangguan kamtibmas tidak terjadi dan dapat diatasi dengan cepat”. tegasnya. (*)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.