Kejaksaan Negeri (Kejari)  Kabupaten Dompu,  Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB)  melalui kasi intel kejari dompu, Indra Julkarnain, SH berjanji dalam satu minggu ini akan pihak akan segera mempelajari ulang kaitan laporan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit rumput laut yang pernah dilaporkan oleh Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Dompu pada tanggal 31 mei 2018 lalu.    Dalam keterangan tertulisnya APPRA Dompu menyampaikan beberapa hal hasil pertemuan mereka dengan kasi intel kejari dompu, mengenai temuan Lembaga kaitan dugaan korupsi rumput laut didompu yang sudah dilaporkan ke kejari dompu.     Kasi Intel Kejari Dompu  Indra Julkarnain,SH. merespon dengan baik kordinasi singkat lembaga dan akan segera mempelajari kaitan laporan.    Kasih saya kesempatan untuk mempelajari dan melihat kembali berkas laporannya. ‘’Minggu depan silakan datang lagi’’ Kata Kasi Intel Kejari Dompu Indra Julkarnain,SH  yang ditemui oleh mereka diruangan kerjanya, pada Kamis, (6/2/2020) Pukul 11.25 Wita.    Dalam pertemuan tersebut, pengurus Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Dompu, menyegarkan kembali konsep mengenai poin dugaan yang dilaporkan oleh lembaga.    Salah satunya adalah kronologis perjalanan laporan APPRA DOMPU yang dimasukan pada tanggal 31 mei 2018 lalu.    Kepada Kasi Intel Kejari Dompu  lewat tulisannya mengatakan, telah melakukan kordinasi singkat dengan Kasi Intel Kejari Dompu Indra Julkarnain, SH diruangan kerjanya, Kamis, (6/2/2020) Pukul 11.25 Wita.    Pertemuan tersebut setidaknya ada beberapa poin penting yang disampaikan APPRA DOMPU kepada Indra Julkarnain, SH. Diantaranya.    Mengenai Kronologis perjalanan laporan lembaga sepeninggalan kasi intel kejari dompu yang lama Ahmad Sulhan, SH yang menjanjikan akan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (SPRINDIK) pemanggilan saksi.    Tanggal mulai masuknya laporan oleh APPRA DOMPU pada 31 mei 2018 lalu, Perihal  Dugaan Korupsi Bantuan Sosial Pengadaan Bibit Rumput Laut Tahun 2016 oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu.    Nama Terlapor dalam kasus dugaan korupsi rumput laut, yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, dua CV. Pemenang tender pengadaan bibit rumput laut, yakni CV. Kharisma dan CV. Jaya Mandiri.    Dugaan kerugian negara/daerah yang disebutkan sebesar Rp. 900 juta rupiah tahun anggaran 2016.    Lokasi penanaman atau objek penanaman rumput laut, tiga desa, yakni di Dusun Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko, Desa Napa, Kecamatan Manggelewa, dan Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.    Untuk lebih mendalami laporan APPRA DOMPU, Kasi Intel Kejari Dompu Indra Julkarnain, SH pihaknya akan membuka kembali berkas laporan tersebut, yang pernah disampaikan oleh lembaga ke Kejari Dompu pada tanggal 31 mei 2018 lalu. APPRA DOMPU dalam keterangan tertulisnya. Kamis,(6/2/2020) pukul 15.27 wita.
Kasi Intel Kejari Dompu Indra Julkarnain,SH/Foto APPRA DOMPU
WARTADOMPU.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB) melalui kasi intel kejari dompu, Indra Julkarnain, SH berjanji akan segera membuka kembali kaitan laporan dugaan korupsi rumput laut oleh APPRA DOMPU.

Dalam keterangan tertulisnya APPRA Dompu menyampaikan beberapa hal hasil pertemuan mereka dengan kasi intel kejari dompu, mengenai temuan Lembaga yang  dilaporkan ke kejari dompu pada 31 mei 2018 lalu.

Kasih saya kesempatan untuk mempelajari dan melihat kembali berkas laporannya. ‘’Minggu depan silakan datang lagi’’ Kata Kasi Intel Kejari Dompu Indra Julkarnain,SH ditemui oleh APPRA DOMPU diruangan kerjanya, pada Kamis, (6/2/2020) Pukul 11.25 Wita.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Dompu, menyegarkan kembali konsep mengenai poin dugaan yang dilaporkan pada 2018 lalu.

Salah satunya adalah kronologis perjalanan laporan  yang dimasukan pada tanggal 31 mei 2018 yang belum menemukan titik terang. 

Pertemuan tersebut setidaknya ada beberapa poin penting yang disampaikan APPRA DOMPU kepada Indra Julkarnain, SH. Diantaranya.

Mengenai Kronologis perjalanan laporan lembaga sepeninggalan kasi intel kejari dompu yang lama Ahmad Sulhan, SH yang menjanjikan akan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (SPRINDIK) pemanggilan saksi.

Tanggal mulai masuknya laporan oleh APPRA DOMPU pada 31 mei 2018 lalu, Perihal  Dugaan Korupsi Bantuan Sosial Pengadaan Bibit Rumput Laut Tahun 2016 oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu.

Nama Terlapor dalam kasus dugaan korupsi rumput laut, yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, dua CV. Pemenang tender pengadaan bibit rumput laut, yakni CV. Kharisma dan CV. Jaya Mandiri.

Dugaan kerugian negara/daerah yang disebutkan sebesar Rp. 900 juta rupiah tahun anggaran 2016.

Lokasi penanaman atau objek penanaman rumput laut, tiga desa, yakni di Dusun Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko, Desa Napa, Kecamatan Manggelewa, dan Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Untuk lebih mendalami laporan APPRA DOMPU, Kasi Intel Kejari Dompu Indra Julkarnain, SH pihaknya akan membuka kembali berkas laporan tersebut, dan meminta waktu selama satu minggu. APPRA DOMPU  dalam keterangan tertulis yang dikirim ke WARTADOMPU.COM, Kamis,(6/2/2020) pukul 15.27 wita.(*)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.