90 Porsen Masyarakat Pulau Bajo Baru, Desa Kwangko Bergantung Pada Hasil Laut Oleh : Aliansi Perjuangan Rakyat (APPRA) DOMPU 90 porsen masyarakat dusun pulau bajo baru, desa kwangko, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), bergantung pada hasil laut. Salah satunya adalah Rumpu Laut. Rumput laut merupakan bagian TERPIJAR (Tebu, sapi, jagung, dan rumput laut), yang saat ini menjadi bagian dari program unggulan pemerintah kabupaten dompu, ironinya saban hari program penanaman rumput laut oleh petani di tiga desa yang ada dikabupaten dompu, tidak berjalan sukses sebagimana yang dikampanyekan sebelumnya. Selalu menuai gagal panen setiap tahun. Kenapa gagal? Karena bibit yang dibeli diduga bibit mati. Kendati mengalami kematian atau gagal panen, pihak dinas kelautan dan perikanan, kabupaten dompu, setiap tahun terus menjalankan program penanaman dan kegiatan budidaya rumput laut ke petani, kendati ditengah jalan program ini bermasalah.  Apa masalah rumput laut didompu? Ditinjau dari aspek kualitas bibit yang dibeli diduga bibit mati, sehari ditanam oleh petani besok mati mengambang diatas air laut.  Hal inilah yang membuat rumput laut kita didompu nusa tengara barat gagal berkembang setiap tahun diperairan laut teluk saleh, pulau bajo baru, desa kwangko, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu.  Padahal laut teluk saleh pulau bajo baru, desa kwangko, yang kini menjadi objek penanaman dan budidaya rumput laut oleh petani, cukup tenang tanpa ada gelombang. Selain itu, dikutip dari pernyataan kepala dinas kelautan dan perikanan kabupaten dompu, melalui chanel youtube wartadompu dilansir oleh APPRA DOMPU, akibat kegiatan bom ikan oleh masyarakat yang mencari ikan disekitar lokasi budidaya rumput laut, juga akibat karena pestisida obat semprot jagung yang sudah terkontaminasi dengan air banjir yang masuk kelaut. Padahal dari uji coba penanam rumput laut belum lama ini di musim kemarau tahun 2019 lalu, di dusun pulau bajo baru, desa kwangko, rumput laut tumbuh dengan baik.  Kapan rumpu laut mulai bermasalah? Terhitung sejak tahun 2015 sampai 2018, rumput laut sudah menuai masalah yang merugikan petani. Namun dalam hal ini pihak dinas bersikeras agar rumput laut terus ditanam oleh petani, untuk melengkapi sebuah program yang diberinama TERPIJAR. Sukses tidaknya asal serah terima barang kepetani urusan selesai. Langkah Hukum yang diambil oleh APPRA DOMPU Sebagai lembaga yang berperan dibidang investigasi, dan pelaporan, APPRA DOMPU telah melaporkan secara resmi ke kejari dompu, tentang hasil temuan, terkait dugaan korupsi bantuan sosial (BANSOS) kegiatan pengadaan bibit rumput laut, ditiga desa yang ada didompu, yakni desa kwangko, dusun pulau bajo baru, desa napa, kecamatan manggelewa, dan desa pekat, kecamatan pekat, kabupaten dompu, tahun anggaran 2016. Di laporkan pada tanggal 31 mei tahun 2018 lalu. Terlapor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu WN, dan dua CV. Pemenang tender pengadaan yakni CV. Kharisma dan CV. Jaya Mandiri. Masing-masing beralamatkan didompu. Analisis dugaan kerugian negara dan daerah Dari data tahun 2016 yang diperoleh Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) DOMPU, dugaan kerugian negara dan daerah tercatat lebih kurang Rp. 900 juta rupiah, ‘’itu baru temuan tahun 2016, belum terhitung dari tahun 2015, 2017, dan 2018, bila ditotalkan mencapai miliaran rupiah’’.  Perkembangan Laporan APPRA DOMPU Dari lamanya perjalanan laporan yang dimasukan pada tanggal 31 mei tahun 2018 lalu, atau sudah 21 bulan lamanya, hingga sampai saat ini belum ada titik terang atau kesimpulan akhir mengenai laporan lembaga. Hingga pada bulan agustus tahun 2019 lalu, pengurus lembaga melakukan kordinasi langsung ke kejaksaan negeri dompu melalui aksi intelejen kejari dompu Ahmad Sulhan, SH. Diruangan kerjanya. Guna memastikan para terlapor telah dipanggil atau belum sehingga menjadi acuan lembaga untuk mengajukan bukti tambahan lainnya bilamana laporan tersebut tak cukup bukti. Masalah laporan APPRA DOMPU dalam proses tela’ah dan akan segera kita keluarkan sprindik pemanggilan terhadap saksi dan juga terlapor. Kata Kasi Intelejen kepada APPRA DOMPU yang ditemui diruangan kerjanya pada bulan agustus 2019 lalu. Namun sampai sejauh ini laporan belum ada titik terang, dan diduga para  terlapor dan saksi belum dilakukan pemanggilan.  Harapan APPRA DOMPU Semoga dengan laporan yang dimasukan oleh lembaga, menjadi pintu masuk kejari dompu untuk mengungkap tabir dugaan kejahatan korupsi didompu, dan mengeluarkan SPRINDIK pemanggilan terhadap saksi dan juga terlapor.   Tentang APPRA DOMPU Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) DOMPU, merupakan lembaga nirlaba non profit, memiliki wilayah kerja dibidang pendampingan, sosialiasi, investigasi, aksi, presurs dan pelaporan. Berdiri pada tanggal 14 mei tahun 2015 didompu. Badan hukum nomor 22.14.082015. SKT. 00-11-01/0087/IX/2016. NPWP. 80.045.735.0-912.000. Alamat woja, dompu-NTB.
Petani Rumput Laut Pulau Bajo Bajo Baru, Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB), yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut. Salah satunya adalah Rumpu Laut. Kini program budidaya rumput laut didompu tinggal cerita./Foto Facebook
Oleh :  Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) DOMPU

WD-OPINI-COM- 90 porsen masyarakat dusun pulau bajo baru, desa kwangko, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), bergantung pada hasil laut. Salah satunya adalah Rumpu Laut.

Rumput laut merupakan bagian TERPIJAR (Tebu, sapi, jagung, dan rumput laut), yang saat ini menjadi bagian dari program unggulan pemerintah kabupaten dompu, ironinya saban hari program penanaman rumput laut oleh petani di tiga desa yang ada dikabupaten dompu, tidak berjalan sukses sebagimana yang dikampanyekan sebelumnya. Selalu menuai gagal panen setiap tahun.

Kenapa gagal? Karena bibit yang dibeli diduga bibit mati. Kendati mengalami kematian atau gagal panen, pihak dinas kelautan dan perikanan, kabupaten dompu, setiap tahun terus menjalankan program penanaman dan kegiatan budidaya rumput laut ke petani, kendati ditengah jalan program ini bermasalah.

Apa masalah rumput laut didompu?
Ditinjau dari aspek kualitas bibit yang dibeli diduga bibit mati, sehari ditanam oleh petani besok mati mengambang diatas air laut.

Hal inilah yang membuat rumput laut kita didompu nusa tengara barat gagal berkembang setiap tahun diperairan laut teluk saleh, pulau bajo baru, desa kwangko, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu.

Padahal laut teluk saleh pulau bajo baru, desa kwangko, yang kini menjadi objek penanaman dan budidaya rumput laut oleh petani, cukup tenang tanpa ada gelombang.

Selain itu, dikutip dari pernyataan kepala dinas kelautan dan perikanan kabupaten dompu, melalui chanel youtube wartadompu dilansir oleh APPRA DOMPU, akibat kegiatan bom ikan oleh masyarakat yang mencari ikan disekitar lokasi budidaya rumput laut, juga akibat karena pestisida obat semprot jagung yang sudah terkontaminasi dengan air banjir yang masuk kelaut.

Padahal dari uji coba penanam rumput laut belum lama ini di musim kemarau tahun 2019 lalu, di dusun pulau bajo baru, desa kwangko, rumput laut tumbuh dengan baik.
Lokasi penanaman dan kegiatan budidaya rumpt laut, pulau bajo baru, desa kwangko, yang kini menjadi objek TKP Laporan APPRA DOMPU
Kapan rumpu laut mulai bermasalah?
Terhitung sejak tahun 2015 sampai 2018, rumput laut sudah menuai masalah yang merugikan petani. Namun dalam hal ini pihak dinas bersikeras agar rumput laut terus ditanam oleh petani, untuk melengkapi sebuah program yang diberinama TERPIJAR. Sukses tidaknya asal serah terima barang kepetani urusan selesai.

Langkah Hukum yang diambil oleh APPRA DOMPU
Sebagai lembaga yang berperan dibidang investigasi, dan pelaporan, APPRA DOMPU telah melaporkan secara resmi ke kejari dompu, tentang hasil temuan, terkait dugaan korupsi bantuan sosial (BANSOS) kegiatan pengadaan bibit rumput laut, ditiga desa yang ada didompu, yakni desa kwangko, dusun pulau bajo baru, desa napa, kecamatan manggelewa, dan desa pekat, kecamatan pekat, kabupaten dompu, tahun anggaran 2016. Di laporkan pada tanggal 31 mei tahun 2018 lalu.

Terlapor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu WN, dan dua CV. Pemenang tender pengadaan yakni CV. Kharisma dan CV. Jaya Mandiri. Masing-masing beralamatkan didompu.

Adapun item yang dilaporkan oleh lembaga, CV. KHARISMA Untuk pengadaan kebun bibit rumput laut cottoni (kultur jaringan) dengan jumlah anggaran Rp. 388,138,300.00 (tiga ratus delapan puluh delapan juta seratus tiga puluh delapan ribu tiga ratus rupiah) dan CV. JAYA ABADI pemenang tender pengadaan paket budidaya rumput laut, dengan anggaran Rp. 450,567,000.00 (empat ratus lima puluh juta lima ratus enam puluh tujuh ribu rupiah) untuk tahun anggaran 2016. 
Disposisi Laporan APPRA DOMPU Oleh Staf Bagian Kaur Tata Usaha (TU) Kejari Dompu, Nailul Awalia, SE/Sumber Foto: wartadompu.com

Analisis dugaan kerugian negara dan daerah
Dari data tahun 2016 yang diperoleh Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) DOMPU, dugaan kerugian negara dan daerah tercatat lebih kurang Rp. 900 juta rupiah, ‘’itu baru temuan tahun 2016, belum terhitung dari tahun 2015, 2017, dan 2018, bila ditotalkan mencapai miliaran rupiah’’.

Perkembangan Laporan APPRA DOMPU
Dari lamanya perjalanan laporan yang dimasukan pada tanggal 31 mei tahun 2018 lalu, atau sudah 21 bulan lamanya, hingga sampai saat ini belum ada titik terang atau kesimpulan akhir mengenai laporan lembaga. Hingga pada bulan agustus tahun 2019 lalu, pengurus lembaga melakukan kordinasi langsung ke kejaksaan negeri dompu melalui aksi intelejen kejari dompu Ahmad Sulhan, SH. 
Berkas Laporan APPRA DOMPU yang dimasukan pada tanggal 31 mei 2019 lalu/Foto APPRA DOMPU

Diruangan kerjanya. Guna memastikan para terlapor telah dipanggil atau belum sehingga menjadi acuan lembaga untuk mengajukan bukti tambahan  bilamana laporan tersebut tak cukup bukti.

Masalah laporan APPRA DOMPU dalam proses tela’ah dan akan segera kita keluarkan Sprindik pemanggilan terhadap saksi dan juga terlapor. Kata Kasi Intelejen Ahmad Sulhan, SH. kepada APPRA DOMPU yang ditemui diruangan kerjanya pada bulan agustus 2019 lalu.

Namun sampai sejauh ini laporan belum ada titik terang, dan diduga para
terlapor dan saksi belum dilakukan pemanggilan.
Disposisi laporan/Foto APPRA DOMPU

Harapan APPRA DOMPU
Semoga dengan laporan yang dimasukan oleh lembaga, menjadi pintu masuk kejari dompu untuk mengungkap tabir dugaan kejahatan korupsi didompu, dan mengeluarkan SPRINDIK pemanggilan terhadap saksi dan juga terlapor.

Tentang APPRA DOMPU
Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) DOMPU, merupakan lembaga nirlaba non profit, memiliki wilayah kerja dibidang pendampingan, sosialiasi, investigasi, aksi, presurs dan pelaporan. Berdiri pada tanggal 14 mei tahun 2012 didompu.

Badan hukum nomor 22.14.08.2015. SKT. 00-11-01/0087/IX/2016. NPWP. 80.045.735.0-912.000. Alamat woja, dompu-NTB.(*)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.