Dalam upaya mengembalikan fungsi hutan lindung yang telah rusak, dikawasan hutan lindung Desa Banggo, dan Nanga Tumpu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB), sebanyak 140.000.400 pohon telah ditanam didua kawasan hutan tersebut.    Kegiatan penanaman dilakukan pada awal bulan desember 2019 lalu, oleh CV. Djohar Putra, selaku perusahaan pemenang tender Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestry dikawasan hutan lindung dan Daerah Aliran Sungai (DAS) banggo, dan nanga tumpu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Kini  mulai tumbuh dengan baik.    Sumber anggaran Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sendiri, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019. Balai Pengelolaan DAS dan HL Dodokan Moyosari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH).    Dalam Kegiatan ini Pemerintah Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, propinsi Nusa Tengara Barat (NTB) Sudirman, AB, yang ditemui dikedaiaman rumahnya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestry, pada kawasan hutan dan lahan yang kritis di wilayah Desanya.    Pemerintahan Desa Banggo, yang didampingi oleh Babinsa Desa Banggo, Serda Budiman,  beserta Bhabinkamtibmas Desa Banggo, Briptu Hairul Anwar, selalu Rutin mengawasi dan memantua kegiatan ini dari awal sampai akhir.    Program ini selain dapat memberikan nilai efek yang positif bagi Hutan, juga dapat memberdayakan Masyarakat saya. Kata Sudirman.    ‘’Insya Allah mampu membuat Masyarakat lebih Sejahtere lagi dibandingkan dengan Harga Jagung nantinya’’ Ujarnya,  Jumat, (24/01/2020) didesa banggo.    Lebih lanjut dia menjelaskan, Kegiatan Penanaman Pohon jenis  Kemiri,Mahoni dan Durian ini, Masyarakat cukup Antusias, bahkan Bagi Warga pemilik lahan tersebut melakukan Penanaman sendiri pada Lahanya Masing Masing. ‘’ karena Upah dari Penanaman itu langsung dinikmati oleh Warga setempat’’.     Antusiasme Warga ini muncul karena Warga merasa bahwa Hasil dari Penanaman ini adalah untuk kesejahteraan mereka sendiri nantinya. Tuturnya.     Seperti yang diketahui,  Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) didesa banggo dan nanga tumpu, dilaksanakan oleh Cv. Djohar Putra, diiatas lahan seluas   351 Ha, dengan jumlah Bibit 140.000.400 pohon, dengan jenis bibit yang telah di tanam, berupa  mahoni, kemiri, sengon dan Duren. Sumber Anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN, tahun 2019
Kepala Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, Sudirman,AB yang ditemui oleh WARTADOMPU.COM  dikediaman rumahnya, didesa banggo Jumat (24/01/2020)
WARTADOMPU.com-Dalam upaya mengembalikan fungsi hutan lindung yang telah rusak, dikawasan hutan lindung Desa Banggo, dan Nanga Tumpu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB), sebanyak 140.400 pohon telah ditanam didua kawasan hutan tersebut.

Kegiatan penanaman dilakukan pada awal bulan desember 2019 lalu, oleh CV. Djohar Putra, selaku perusahaan pemenang tender Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestry dikawasan hutan lindung dan Daerah Aliran Sungai (DAS) banggo, dan nanga tumpu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Perlahan kini  sudah mulai tumbuh dengan baik.

Jenis Bibit yang ditanam dikawasan hutan yang kritis, didesa banggo, kecamatan manggelewa, pada  desember 2019 tahun lalu, terlihat tumbuh dan hidup ditengah pohon jagung yang baru ditanam oleh petani/Foto WARTADOMPU
Sumber anggaran Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sendiri, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019. Balai Pengelolaan DAS dan HL Dodokan Moyosari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH).
Papan Informasi Kegiatan Pembuatan Tanaman RHL AGROFORESTRY yang ditancapkan ditengah pohon jagung milik masyarakat, pada lokasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Desa Banggo dan Nanga tumpu, yang dilaksanakan oleh CV. DJOHAR PUTRA/Foto WARTADOMPU
Dalam Kegiatan ini Pemerintah Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, propinsi Nusa Tengara Barat (NTB) Sudirman, AB, yang ditemui dikediaman halaman rumah miliknya, didesa banggo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestry, pada kawasan hutan dan lahan yang kritis di wilayah Desanya.

Pemerintahan Desa Banggo, yang didampingi oleh Babinsa Desa Banggo, Serda Budiman,  beserta Bhabinkamtibmas Desa Banggo, Briptu Hairul Anwar, selalu Rutin mengawasi dan memantau kegiatan ini dari awal sampai akhir.

Program ini selain dapat memberikan nilai efek yang positif bagi Hutan, juga dapat memberdayakan Masyarakat saya. Kata Sudirman.

‘’Insya Allah mampu membuat Masyarakat lebih Sejahtere lagi dibandingkan dengan Harga Jagung nantinya’’ Terangnya.  Jumat, (24/01/2020) didesa Banggo.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Kegiatan Penanaman Pohon jenis  Kemiri,Mahoni dan Durian ini, Masyarakat cukup Antusias, bahkan Bagi Warga pemilik lahan tersebut melakukan Penanaman sendiri pada Lahanya Masing Masing. ‘’ karena Upah dari Penanaman itu langsung dinikmati oleh Warga setempat’’.

 Antusiasme Warga ini muncul karena Warga merasa bahwa Hasil dari Penanaman ini adalah untuk kesejahteraan mereka sendiri nantinya. Tuturnya.

 Seperti yang diketahui,  Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) didesa banggo dan nanga tumpu, dilaksanakan oleh Cv. Djohar Putra, diiatas lahan seluas   351 Ha, dengan jumlah Bibit yang sudah ditanam 140.400 pohon, berupa  mahoni, kemiri, sengon dan Duren. Sumber Anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN, tahun 2019. (*)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.