Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi menyatakan Ketua Komite Yudisial Dewan Perwakilan AS Jerry Nadler untuk memproses pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, Kamis (5/12).  Pelosi menyebut Trump telah melakukan penyelewengan kekuasaan untuk keuntungan politiknya sendiri telah membuat "kami tidak memiliki pilihan lain selain bertindak," tuturnya seperti dikutip AFP.   Ia memulai pengumuman resmi itu dengan memberikan referensi beberapa pihak yudisial di AS.  "Kami menyesal melakukan ini tapi kami yakin, dengan segala kerendahan hati dan kesetiaan kepada para pendiri AS dan kecintaan terhadap Amerika, hari ini saya meminta ketua (Komite Yudisial) kami untuk melanjutkan dengan pasal-pasal pemakzulan," tuturnya dalam sebuah pernyataan singkat, yang disiarkan televisi.   Trump dianggap telah terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan, merusak keamanan nasional dan membahayakan integritas pemilu AS.   Lebih lanjut menurut Pelosi, "di Amerika, tidak ada seorang pun yang ada di atas hukum," jelasnya seperti dikutip
Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi menyatakan Ketua Komite Yudisial Dewan Perwakilan AS Jerry Nadler untuk memproses pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, Kamis (5/12).
Pelosi menyebut Trump telah melakukan penyelewengan kekuasaan untuk keuntungan politiknya sendiri telah membuat "kami tidak memiliki pilihan lain selain bertindak," tuturnya seperti dikutip AFP.
Ia memulai pengumuman resmi itu dengan memberikan referensi beberapa pihak yudisial di AS.
"Kami menyesal melakukan ini tapi kami yakin, dengan segala kerendahan hati dan kesetiaan kepada para pendiri AS dan kecintaan terhadap Amerika, hari ini saya meminta ketua (Komite Yudisial) kami untuk melanjutkan dengan pasal-pasal pemakzulan," tuturnya dalam sebuah pernyataan singkat, yang disiarkan televisi.

Trump dianggap telah terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan, merusak keamanan nasional dan membahayakan integritas pemilu AS.
Lebih lanjut menurut Pelosi, "di Amerika, tidak ada seorang pun yang ada di atas hukum," jelasnya seperti dikutip CNN.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.