Kawasan Hutan Lindung Nanga Tumpu Rusak Parah Kawasan hutan lindung, nanga tumpu, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), rusak parah. ‘’ Kerusakan Hutan ini siapa yang bertanggung jawab?’’ Hutan lindung nanga tumpu, berada di antara desa banggo, dan desa nanga tumpu, yang kini perlahan mulai habis dibabat secara terbuka dimuka jalan lintas dompu-sumbawa, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu. Rusaknya hutan lindung nanga tumpu, menjadi bukti baru gagalnya pemerintah NTB, khususnya dompu dalam menjaga, dan melindungi hutan. Sebagai generasi penerus hari esok, bicara hutan adalah bicara masa depan anak dan cucu kita, kelak kita tiada mereka bernapas dengan apa. Pertanyaan ini setidaknya menjadi jawaban kita bersama bahwa menjaga hutan sama halnya menjaga masa depan anak kita bersama. Sebagai sesama petani, kita yang meninggalkan hutan, bukan hutan yang meninggalkan kita, untuk itu, masa depan anak petani kelak ada ditangan bapaknya saat ini.  Penguatan Regulasi Melalui Penetapatan Batas kepemilikan tanah, menjadi penting, untuk membatasi kegiatan baru perluasaan lahan. Cukup sudah yang sudah terlanjur jangan menambah beban kembali, kasihan generasi penerus hari esok, melihat hutan yang tak berpohon.
Oleh: Kabar Rakyat
Kawasan hutan lindung, nanga tumpu, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), rusak parah. ‘’ Kerusakan Hutan ini siapa yang bertanggung jawab?’’

Hutan lindung nanga tumpu, berada di antara desa banggo, dan desa nanga tumpu, yang kini perlahan mulai habis dibabat secara terbuka dimuka umum jalan lintas dompu-sumbawa, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu.

Rusaknya hutan lindung nanga tumpu, menjadi bukti baru gagalnya pemerintah NTB, khususnya dompu dalam menjaga, dan melindungi hutan.

Bicara hutan adalah bicara masa depan anak dan cucu kita, kelak kita tiada mereka kehabisan pohon sebagai oksigen kehidupan.

Pertanyaan ini setidaknya menjadi jawaban kita bersama bahwa menjaga hutan sama halnya menjaga masa depan anak kita sendiri.
untuk itu kelak kita tiada  masa depan anak petani ada ditangan bapaknya sendiri.

Penguatan Regulasi Melalui Penetapan Batas kepemilikan tanah menjadi penting, untuk membatasi kegiatan baru perluasaan lahan.
Mari kita selamatkan hutan, yang masih tersisa.


Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.