Produksi Air Bersih dikabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), kian hari semakin terbatas.  Debit air semakin berkurang ditengah musim yang kini menjadi sorotan hangatan public.  Air yang disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berkantor di kelurahan simpasai, kecamatan woja, kabupaten dompu, melalui jaringan perpipaan yang masuk kerumah pelanggan/konsumen sudah dua hari terakhir ini macet.  Kemacetan air bersih berbayar milik PDAM membuat pelanggan/konsumen pengguna air bersih kecewa.   Pasalnya tidak ada pemberitahuan ke masyarakat atau konsumen tentang kemacetan air.  Padahal memasuki musim hujan seperti sekarang ini, air banjir meluap sampai keperkampungan masyarakat dan ruas jalan raya. Akibatnya banyak masyarakat yang terpaksa menahan mandi, cuci, dan minum, akibat air PDAM tidak keluar.  Hal ini menjadi masalah serius bagi pemerintah khususnya Bupati Dompu dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu untuk mengevaluasi kebijakan Perusahaan Daerah yang menangani masalah kebutuhan air bersih bagi masyarakat dompu.  Musim hujan air keruh dan kotor, air baku sebagai kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari tidak layak diminum lagi. Lantaran standar kebersihan air tidak sesuai ketentuan. Hal tersebut sejalan dengan amanat undan-undang nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air Pasal 5 Mengatakan ‘’Negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupannya yang sehat, bersih, dan produktif’’
Foto Ilustrasi Air PDAM Macet, Produksi Air Bersih Didompu Semakin Terbatas

Oleh: KabarRakyat
Produksi Air Bersih dikabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), kian hari semakin terbatas.

Debit air semakin berkurang ditengah musim yang kini menjadi sorotan hangat public.

Air yang disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang beralamat di kelurahan simpasai, kecamatan woja, kabupaten dompu, melalui jaringan perpipaan yang masuk kerumah pelanggan/konsumen sudah dua hari terakhir ini macet.

Kemacetan air bersih berbayar milik PDAM membuat pelanggan/konsumen pengguna air bersih kecewa.

Pasalnya tidak ada pemberitahuan ke masyarakat atau konsumen tentang kemacetan air.

Padahal memasuki musim hujan seperti sekarang ini, air banjir meluap sampai keperkampungan masyarakat dan ruas jalan raya.

Akibatnya banyak masyarakat yang terpaksa menahan mandi, mencuci, dan minum, akibat air PDAM tidak keluar.

Hal ini menjadi masalah serius bagi pemerintah daerah  Bupati Dompu dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu untuk mengevaluasi kebijakan Perusahaan Daerah yang menangani masalah kebutuhan air bersih bagi masyarakat dompu.

Musim hujan air keruh dan kotor, air baku sebagai kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari tidak layak diminum lagi. Lantaran standar kebersihan air tidak sesuai ketentuan.

Amanat undang-undang nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air Pasal 5 mengatakan ‘’Negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupannya yang sehat, bersih, dan produktif’’

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.