Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat, terus berbenah, memperbaiki, dan membangun sarana dan prasarana yang mendukung majunya sektor pertanian didompu.  Tidak butuh waktu lama, dua bendungan dibangun dikabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB).  Yakni Bendungan Tanju yang terletak didesa tanju, kecamatan manggelewa, dan bendungan Mila yang berada didesa rababaka, kecamatan woja, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat.  Bendungan Tanju diresmikan oleh Presiden Jokowi Dodo pada 30 Juli 2018. Dengan luas 387 hektar. Dengan gaya tampung air 18 juta meter kubik. Akan mengairi lahan pertanian seluas 2.250 hektare. Menghabiskan anggaran 124 miliar.  Bendungan Mila merupakan bendungan multifungsi untuk mendukung kontinuitas suplai air Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektar di Kecamatan Woja sehingga Indeks Pertanaman diharapkan meningkat dari 186% menjadi 300%. Bendungan dengan tipe urugan zona inti tegak setinggi 36 meter memiliki kapasitas tampung sebesar 6,73 juta meter kubik dengan luas genangan 99 hektare.  Selain itu, Bendungan Mila menjadi sumber air baku sebesar 100 liter per detik untuk Kecamatan Woja dan Dompu, serta mereduksi banjir sebesar 142,57 m3/detik di Kecamatan Woja. Bendungan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata, perikanan dan konservasi SDA di Kabupaten Dompu.   Biaya pembangunan Bendungan Mila sendiri menelan dana sebesar Rp 231,66 miliar. Proyek dikerjakan tahun 2015 dalam satu paket yang sama dengan pembangunan Bendungan Tanju dikerjakan oleh kontraktor Nindya Karya-Hutama Karya.   Bendungan Mila diresmikan pada 7 Januari 2019 oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi.
Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat, terus berbenah, memperbaiki, dan membangun sarana dan prasarana yang mendukung majunya sektor pertanian didompu.

Tidak butuh waktu lama, dua bendungan dibangun dikabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB).

Yakni Bendungan Tanju yang terletak didesa tanju, kecamatan manggelewa, dan bendungan Mila yang berada didesa rababaka, kecamatan woja, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat.

Bendungan Tanju diresmikan oleh Presiden Jokowi Dodo pada 30 Juli 2018. Dengan luas 387 hektar. Dengan gaya tampung air 18 juta meter kubik. Akan mengairi lahan pertanian seluas 2.250 hektare. Menghabiskan anggaran 124 miliar.
Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat, terus berbenah, memperbaiki, dan membangun sarana dan prasarana yang mendukung majunya sektor pertanian didompu.  Tidak butuh waktu lama, dua bendungan dibangun dikabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB).  Yakni Bendungan Tanju yang terletak didesa tanju, kecamatan manggelewa, dan bendungan Mila yang berada didesa rababaka, kecamatan woja, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat.  Bendungan Tanju diresmikan oleh Presiden Jokowi Dodo pada 30 Juli 2018. Dengan luas 387 hektar. Dengan gaya tampung air 18 juta meter kubik. Akan mengairi lahan pertanian seluas 2.250 hektare. Menghabiskan anggaran 124 miliar.  Bendungan Mila merupakan bendungan multifungsi untuk mendukung kontinuitas suplai air Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektar di Kecamatan Woja sehingga Indeks Pertanaman diharapkan meningkat dari 186% menjadi 300%. Bendungan dengan tipe urugan zona inti tegak setinggi 36 meter memiliki kapasitas tampung sebesar 6,73 juta meter kubik dengan luas genangan 99 hektare.  Selain itu, Bendungan Mila menjadi sumber air baku sebesar 100 liter per detik untuk Kecamatan Woja dan Dompu, serta mereduksi banjir sebesar 142,57 m3/detik di Kecamatan Woja. Bendungan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata, perikanan dan konservasi SDA di Kabupaten Dompu.   Biaya pembangunan Bendungan Mila sendiri menelan dana sebesar Rp 231,66 miliar. Proyek dikerjakan tahun 2015 dalam satu paket yang sama dengan pembangunan Bendungan Tanju dikerjakan oleh kontraktor Nindya Karya-Hutama Karya.   Bendungan Mila diresmikan pada 7 Januari 2019 oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi.
Bendungan Mila merupakan bendungan multifungsi untuk mendukung kontinuitas suplai air Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektar di Kecamatan Woja sehingga Indeks Pertanaman diharapkan meningkat dari 186% menjadi 300%. Bendungan dengan tipe urugan zona inti tegak setinggi 36 meter memiliki kapasitas tampung sebesar 6,73 juta meter kubik dengan luas genangan 99 hektare.

Selain itu, Bendungan Mila menjadi sumber air baku sebesar 100 liter per detik untuk Kecamatan Woja dan Dompu, serta mereduksi banjir sebesar 142,57 m3/detik di Kecamatan Woja. Bendungan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata, perikanan dan konservasi SDA di Kabupaten Dompu. 

Biaya pembangunan Bendungan Mila sendiri menelan dana sebesar Rp 231,66 miliar. Proyek dikerjakan tahun 2015 dalam satu paket yang sama dengan pembangunan Bendungan Tanju dikerjakan oleh kontraktor Nindya Karya-Hutama Karya.

Bendungan Mila diresmikan pada 7 Januari 2019 oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi. 

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.