Menguak Kasus Kejahatan Seksual  Bocah SMPN 4 Manggelewa-Dompu,  Yang di Perkosa Ayah Tiri

Kasus Kejahatan kekerasan seksual yang  menimpa LS (14) pelajar kelas tiga sekolah menengah pertama (SMP) Manggelewa, Desa Banggo, Kabupaten Dompu, NTB, merupakan tindak kejahatan serius yang merusak masa depan anak bangsa dengan cara yang tidak lazim dilakukan oleh   HS (53) tidak lain ayah tiri korban.


Korban diduga diperkosa dan disetubuhi berkali-kali oleh pelaku. Peristiwa kekerasan seksual ini terjadi sejak korban duduk dibangku SMP kelas satu.

Hingga kini LS naik menjadi kelas tiga SMP.

Terungkapnya kasus ini, saat ibu korban kembali kekampung halaman tinggalnya didesa banggo, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu, setelah tiga tahun lamanya menjadi Buruh Migran Indonesia di Arab Saudi.

Akibat derita yang dialaminya, LS menceritakan kepada ibu kandungnya HJ. 

Mengetahui anak gadisnya tak lagi perawan, ibu korban melapor kepolsek manggelewa, namun korban dan ibunya diarahkan melapor kepolres dompu.
Laporan dengan nomor LP/38/I/2019/NTB/Res. Dompu tertanggal 28 januari 2019, dan Surat keterangan permintaan visum ke RSUD Dompu dengan Nomor. B/13/I/2019/SPKT Perihal Permintaan Visum Et Refertum. Kini telah dikantongi korban dan ibunya.

Aksi bejat pelaku HS tentu bertentangan dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pasal 76D mengatakan, Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Pasal 76E, Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan  dilakukan perbuatan cabul.

Ketentuan Pidana, Pasal 81ayat (1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 

Ayat (2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak  melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Ayat 3 Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, 
pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Meski korban telah melaporkan peristiwa tersrbut namun pelaku HS hingga kini belum ditahan. Alasan karena belum cukup bukti dan masih dilakukan pengembangan untuk keterangan saksi lainnya.

Merujuk pada kasus tersebut, ibu korban HJ pelapor sekaligus saksi juga  telah dimintai keterangan lebih awal.

Sementara saksi korban LS juga telah dimintai keterangan.

Hingga bukti apalagi yang dicari dan ditunggu sementara Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung dilakukan dibeberapa titik dan tempat dirumah korban, yakni Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

Pisau yang digunakan oleh pelaku untuk mengancam korban, yang bisa dicari melalui penyelidikan di TKP.

Pakaian korban yang dikenakan awal ia mengalami kekerasan seksual yang bisa dikumpulkan atau diminta kepada korban.dan

Keterangan hasil visum yang bisa dimintai oleh penyidik ke RSUD Dompu. Serta bukti lainnya yang menunjang jalannya kejahatan ini seperti keterangan pelaku itu sendiri.

Sumber : appradompuntb.blogspot.com

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.