ratusan masyarakat dompu menggelar unjuk rasa hari tani ansioal di gedung dprd dompu
Tepat pada Tanggal 24 september tahun 2013 yang lalu, sekitar pukul 11. 00 wita. Ratusan massa petani yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Petani Dompu melakukan Long March sepanjang 10 Km, menuju Gedung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Dompu.

Aksi ini menyusul peringatan hari tani nasional yang jatuh pada pada tanggal 24 sepetember tahun 2013 yang dirangkaikan dengan aksi pembebasan lahan oleh petani yang ada dikecamatan woja.

Dalam aksi yang dihadiri oleh ratusan gabungan petani dan ormas kecamatan woja ini, peserta aksi terlebih dahulu berkumpul dilapangan bola karijawa dompu, yang selanjutnya menuju gedung kantor DPR Kabupaten Dompu.

Tampak meriah dan macet, iyel-yel sepanjang jalan dan bentangan sepanduk panjang yang bertuliskan ‘’Leandri Form’’ oleh petani mewarnai suasana kemacetan arus lalulintas dompu.

Tanah untuk rakyat???? teriak petani dalam iyel-iyel-nya.

Aksi yang dipimpin oleh aktifis petani muda Trisutrisno (korlap) Pimpinan Solidaritas Transisi Rakyat untuk Kemakmuran (STRUK) Dompu, Muhammad Saiful Ketua Serikat Petani Dompu (SPD), Ketua Umum Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Dompu, Suparjon (Sles) mengundang ratusan simpatisan para pengendara untuk perlahan sejenak berhenti menyaksikan jalannya aksi long march petani woja saat itu.

Beberapa perwakilan ormas yang hadir yaitu, Serikat Petani Indonesia (SPI) Cabang Dompu yang kala itu diketuai oleh Trisutrisno dan Saiful  yang kini menjadi pengurus Serikat Petani Dompu (SPD) dan LAPIDU Lembaga Penelitian Dompu, Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (Appra) Suparjon (Sles) dan Ormas Dewan Tani Indonesia (DTI) Hasan Ncando Kecamatan Woja.

Sikap yang sama yaitu ” Tanah Untuk Rakyat ” yang semarak didegungkan sepanjang jalan oleh Petani, Pemuda Peserta Aksi.

Eksistensi Pemuda tidak bisa dijauhkan dari petani, karena yang muda pengganti yang tua, ditangan pemuda petani menitipkan harapan untuk meneruskan perjuangan, terutama dalam dunia gerakan.

Hadirnya aktifis muda bersama petani  tempo dulu, membuka ruang kebebasan petani khususnya petani dikecamatan woja untuk menikmati  sebidang tanah pertanian jagung yang saat ini menjadi komoditas andalan kabupaten dompu yang hangat didiskusikan oleh semua elemen.

Revan 25 tahun Pemuda Non Perguruan Tinggi ketua komisariat Appra Woja kalla itu, dalam aksi yang berlangsung di gedung kantor DPR lima tahun yang lalu, harus menerima kenyataan pahit, manisnya menjadi aktifis muda ditengah tangan kananya mengalami robekan serius akibat terkena sabetan kaca  depan kantor DPR Dompu disaat ratusan masa aksi petani merangsek masuk kedalam.

Kaca di ketinggian 1 meter jatuh menimpa tangan pemuda 25 tahun ini, seketika itu darah bercucuran keluar mengalir deras menggenangi ruang dan halaman Kantor DPR Kabupaten. Dompu.

Aksi semakin memanas, melihat darah berceceran jatuh dilantai dan ditanah, petani diminta untuk berdialog dengan DPR Dompu.

Semantara pergelanggan tangan kanan revan yang robek dalam kondisi pucat tak berdaya akibat banyaknya darah yang keluar, langsung dilarikan ke RUSD Kabupaten Dompu, untuk mendapatkan jahitan dokter.

Satu kemenangan yang telah diraih meski darah mengalir keluar ” Tanah Untuk Rakyat ” berhasil di miliki oleh petani sejak dulu sampai sekarang, hingga tulisan ini dibaca oleh public, berkat aksi berdarah petani jagung woja sejahtera. (*)

Penulis Merupakan Pendiri Organisasi/Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Dompu 

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.