Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Dompu, Hentikan Program Budidaya Rumput Laut, Dan Buka Ruang Investigasi
Kepala dinas (kadis) kementerian kelautan dan perikanan kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) Ir. Wahidin, M.Si yang ditemui oleh media ini, diruangan kerjanya, senin (4/6/2018) sekira pukul 11.41 wita.

WARTADOMPU.com—Kepala dinas (kadis) kementerian kelautan dan perikanan kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) Ir. Wahidin, M.Si yang ditemui oleh media ini, diruangan kerjanya, senin (4/6/2018) sekira pukul 11.41 wita, mengatakan, rumput laut merupakan salah satu dari  bagian program unggulan kabupaten dompu, yang masuk dalam program Tebu, Sapi, Jagung, dan Rumput Laut (TERPIJAR).

Salah satu sumber utama pengembangan rumput laut di dompu sendiri kata dia, yaitu berada diperairan teluk saleh, yaitu di pulau bajo, desa kwangko, kecamatan manggelewa kabupaten dompu,NTB. Ujarnya.

Hampir 90% masyarakat pulau bajo, desa kwangko, kata dia, bermata pencaharian dari rumpit laut, tergantung kehidupannya dilaut, itu. Kata Wahidin.

‘’ dulu rumput laut kita sangat bagus hasilnya, dimana kita menanam 1 ton  dia bisa menghasilkan lebih kurang 10 ton dalam bentuk basah ‘’.

Namun untuk sementara program budidaya rumput laut APBD II tidak ada, karena memang kami tau dilokasi itu, sudah ada terjadi pencemaran, dan tengah meminta bantuan pihak  lembaga penelitian indonesia (LIPI) jakarta, untuk melakukan penelitian.

 ‘’ kenapa  perairan disekitar teluk saleh itu, daerah rumput laut ini, terjadi produktifitas rumput laut sangat menurun sekali setelah terjadinya banjir, ini yang kami lakukan sekarang, ada suratnya’’ jelas Wahidin sambil menggerakan tangan kanannya kearah laci meja miliknya,   dengan maksud ingin menunjukan isi surat yang diajukan oleh pihaknya, kelembaga penelitian LIPI  kepada wartawan.

Untuk tahun 2018, budidaya rumput laut kami hentikan dulu, sambil menunggu hasil penelitian. ‘’ kenapa? karena kita tau sudah 2, 3 kali, kami mencoba terjadi penurunan yang drastis dari produksi rumput laut kita. Terangnya.

Kendati program budidaya rumput laut tahun 2018 dihentikan, Wahidin mengatakan, Ya, Kami ada solusi nantilah, kami akan memprogramkan alat tangkap ikan, akan membantu berupa jaring, dan juga ada kegiatan-kegiatan, yang semacam pengolahan mungkin  disana, dimana dari hasil olahan para nelayan bisa memberikan nilai ekonomis yang tinggilah,  Jelasnya. (AF)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.