Akibat Mengalihkan Nama Penerima Bantuan Bedah Rumah, Kantor Desa Malaju-Kilo Disegel Warga
Foto Pemuda Desa Malaju, Kecamatan Kilo, melakukan penyegelan ruang kantor PLT. Desa Malaju Ahmad

WARTADOMPU.com--  Pemuda Desa Melaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Kilo (Genpa - Kilo) menggelar aksi unjuk rasa depan kantor desa malaju, kecamatan kilo, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB).

Mereka menuntut Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) malaju,  Ahmad untuk bertanggung jawab terkait hasil Musyawarah Desa, tahun 2017, yang memuat perencanaan dan penggunaan alokasi Anggaran Dana Desa, untuk kegiatan proyek rehabilitasi jamban warga, dan bantuan bedah rumah masyarakat didelapan dusun yang ada di desa malaju tahun lalu.

Yakni Dusun paropa timur, dusun paropa barat, dusun mekar sari, dusun malaju, dusun kalate, dusun patula barat, dusun patula timur, dan dusun ncoha. ‘’ masing-masing dusun dua unit rumah untuk diperbaiki’’. Ungkap orator aksi Ashari Muja yang dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon genggamnya Selasa (12/06/2018).
Gerbang Masuk Kantor Desa Malaju Dipalang menggunakan kayu dan duri, untuk mencegah agar perangkat desa tidak masuk kantor 

Lebih lanjut dia mengatakan, hasil Musrebangdes pada bulan 10 tahun 2017, telah disepakti bahwa jumlah nama penerima manfaat alokasi dana desa tahun 2018 sudah clear and clean untuk diberikan bantuan bedah rumah.

Kami menduga proyek rehabilitasi Jambanisasi (Jamban) dan bedah rumah di Delapan dusun di Desa melaju, kecamatan kilo, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), disinyalir melanggar aturan dari kesepakatan hasil Musyawarah Desa tahun 2017 yang lalu. Ungkapnya.


Sejumlah nama penerima manfaat bedah rumah hasil Musrembang Desa tahun 2017, diduga telah dialihkan kenama yang lain tanpa ada konfirmasi awal oleh pemerintah desa malaju.


 “Kami meminta agar Camat Kilo melakukan pembinaan terhadap PLT. Kades Melaju dan  bertanggung jawab terkait perencanaan anggaran bantuan bedah rumah tahun 2017 sesuai hasil musyawarah desa untuk tahun 2018’’ terangnya.

Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai penerima manfaat sudah mengmpulkan kartu tanda penduduk (KTP) da juga Kartu Keluarga (KK). Namun tidak lagi mendapatkan program tersebut.  

Kenapa dialihkan lagi ke nama yang lain? tanpa koordinasi dan sepengetahun warga masyarakat yang sudah meyakini untuk menerima bantuan karena KTP dan KK mereka telah dikumpulkan oleh pemerintah desa malaju. ‘’ kata Ashari, mengisahkan pernyataan sikapnya lewat orasinya  Selasa (12/06/2018) di depan Kantor Desa Malaju. Pukul 09.30 wita Pagi kepada wartadompu.com.
Aksi kemudian berlanjut dengan melakukan penyegelan kantor desa malaju, sebagai bentuk kekecewaan kami warga malaju terhadap PLT kades Ahmad. Tambahnya.

Secara terpisah topik yang sama, Herianto yang di Konfirmasi melalui sambungan telepon dengan media ini, mengatakan  PLT Ahmad juga diduga tidak menjalankan hasil Musdes dan MusrembangDes.

 Serta diduga tidak menjalankan program yang tidak terkafer dalam Musdus dan Musdes Desa Malaju, dari alokasi Dana Desa tahun 2018. 

Kami meminta Camat Kilo membina PLT Kades Malaju Ahmad. Tandas Heri menutup komunikasinya  dengan wartawan media ini.

Sementara itu, PLT Kades Malaju Ahmad yang coba  dihubungi oleh Wartawan wartadompu.com untuk dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon tidak aktif, dan bernada '' diluar jangkuan''. 

Proses konfirmasi masih terus berlanjut hingga berita ini diturunkan. (BF84)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.