Tuntut Hidup Layak, Naikan Gaji Sesuai UMK, Hapus Status Sukarela, Tetapkan Uang Kapitasi Sesuai SK Bupati, Perawat : Kami Kerja Tanpa Mengenal Tanggal Merah
Aksi GPHI dihalaman pemda dompu

WARTADOMPU.com— Aksi unjuk rasa yang ditengarai oleh pemberian upah yang tak layak sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK), Dompu, status sukarela yang bertahun-tahun, uang kapitasi tak sesuai SK Bupati Dompu, penempatan tenaga kontrak SK Bupati yang tak digaji, dan sejuta deretan masalah lainnya dialami oleh tenaga perawat honorer kabupaten dompu, senin (14/5/2018) pukul 9.00 wita pagi, ratusan perawat yang tergabung dalam Gerakan Perawat Honorer Indonesia (GPHI) Kabupaten Dompu mendatangi gedung kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Dompu.

Massa meminta dan mendesak DPR kabupaten dompu, untuk menetapkan standar gaji sesuai UMK kabupaten dompu, hapus istilah tenaga sukarela, menjadi tenaga kontrak daerah, dan penetapan pemberian uang kapitasi jasa pelayanan para perawat honorer sesuai prosedur sebagaimana yang tertuang dalam surat keputusan bupati dompu. tandas izul.

Audienci yang berlangsung sekitar 3 jam lamanya diDPR massa perawat honorer tak membuahkan hasil yang mereka inginkan. Massa kemudian berlanjut ke pemda dompu.

Dalam aksinya, massa menyerukan lawan penindasan, dan segera pemerintah menetapkan sistim pengupahan yang layak bagi pekerja kesehatan (perawat) honorer yang ada dikabupaten dompu., dalam spanduk dan pampflet yang mereka tulis.

Hapus status sukarela, berikan kami upah yang layak, perawat adalah tunas bangsa, kerja 24 jam tidak pernah mengenal tanggal merah. Tulis mereka (perawat).

Aksi yang berlangsung di pemda dompu, massa yang ingin menemui kepala daerah (Bupati) dompu, tak ada ditempat. Aksi pun semakin panas.

Pantauan langsung wartadompu.com dijalan beringin no. 1 dompu, NTB, nampak ratusan massa perawat honorer meneriakan kearah gedung paruga parenta dana nggahi rawi pahu, kesalah seorang pejabat yang mereka temui untuk keluar menemui mereka.

Aksi mereda setelah staf pemda dompu, melakukan negosiasi dengan massa dan mengatakan, kepala daerah tidak berada ditempat, bersama sekda dompu kini sedang  diluar daerah. Ujarnya.


Aksi berakhir, massa perawat honorer pulang dengan tertib. Kendati demikian Izul iksan yang diwawancarai oleh wartadompu.com menegaskan, ‘’ GPHI ini terkumpul dari pada rumah sakit, terkumpul dari 9 (sembilan) puskesmas yang ada dikabupaten dompu, kami sepakat apabila tidak ada keadilan tidak dindahkan apa yang kami inginkan maka kami akan melakukan mogok kerja. Tegas nya. (ARD)


Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.