Lokasi yang menjadi tempat budidaya rumput laut, didusun pulau bajo baru, desa kwangko

WARTADOMPU.com—Meski mengetahui bahwa program penanaman budidaya rumput laut, diduga gagal dan tidak sukses selama kurun waktu tiga tahun lamanya. dinas kelautan dan perikanan kabupaten dompu, tetap saja memaksakan rumput laut untuk ditanam oleh petani.

Situasi ini membuat petani rumput laut yang ada dikabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), tidak berkembang, dan terpaksa menjual semua sarana dan prasarana  budidaya rumput laut mereka kepetani lainnya.

Kepada media ini, sukardin (43) petani rumpu laut, dusun pulau bajo baru, desa kwangko,  menceritakan tentang kegagalan budidaya rumput laut yang ada dipulau bajo baru, dusun kwangko, kecamatan manggelewa, belum lama  selasa (29/5/2018) siang.

Ia menuturkan, para petani budidaya rumput laut, dipulau bajo, tidak sedikit yang sudah menjual peralatan budidaya mereka. Ungkap sukardin.

Mereka (petani) sudah ada yang beralih profesi misalnya saja menjadi petani jagung, karena usaha budidaya rumput laut terlihat tidak sukses lagi, terhitung sejak tahun 2015, 2016, hingga 2017. Jelasnya.

Kini yang terisasa dilaut, hanya tombak kosong yang terapung mengambang diatas laut, yang tidak ada isinya (rumput laut). Tuturnya dengan nada sedih.

Maunya kita  masyarakat  kegiatan penanaman rumput laut kita alihkan saja kebudidaya ikan kerapu,  atau budidaya ikan dikeramba jaring apung. '' bila dibandingkan dengan budidaya rumput laut, tahun 2015, 2016, hingga 2017 sudah tidak bisa lagi'' ucapnya.

5  bulan hingga 6 bulan umur ikan sudah bisa dipanen oleh petani dan menghasilkan uang. tambahnya.

Untuk memastikan keterangan sukardin, wartawan wartadompu.com bergegas untuk melihat dan mengambil gambar tersebut persisnya dibelakang rumah milik sukardin dipulau bajo, desa kwangko.
Wawancara Media ini dengan Sukardin warga dusun pulau bajo baru, desa kwangko belum lama ini 

Nampak dalam video ( video menunggu kiriman wartawan untuk diunggah) yang diambil jarak jauh, terlihat tombak kosong mengambang terapung dilaut pulau bajo baru, desa kwangko, yang dimana lokasi budidaya rumput laut milik petani setempat.

Kejadian yang sama, diduga juga terjadi didesa nanga tumpu, kecamatan manggelewa, dan desa pekat, kecamatan pekat.

Data laporan yang dirilis oleh salah satu lembaga pelapor dikabupaten dompu, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada media ini, jumat (1/6/2018) pukul 10.00 wita, menulis adapun dugaan kerugian negara akibat usaha budidaya rumput laut dan kebun bibit rumput laut yang diduga tidak sukses ditiga desa dikabupaten dompu, yakni desa kwangko, pulau bajo baru, desa nanga tumpu, kecamatan manggelewa, dan desa pekat, kecamatan pekat, kabupaten dompu, menyebutkan lebih kurang  Rp. 838.705.300 (delapan ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus lima ribu tiga ratus rupiah). Ungkapnya. (AF)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.