WARTADOMPU.com—Salah seorang petani rumput laut, Sukardin (43) warga dusun pulau bajo baru, desa kwangko, kecamatan manggelewa, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), minta program budidaya rumput laut, dan budidaya kebun rumput laut cottoni dihapus.

Hal ini disampaikan langsung oleh petani rumput laut, sukardin,  kepada wartadompu.com saat diwawancarai dilokasi budidaya rumput laut dan pengembangan kebun rumput laut cottoni didusun pulau bajo, baru, desa kwangko, selasa (29/5/2018) siang.

Ia menuturkan, alasan dihapusnya penanaman rumput laut, sukardin yang ditemui mengatakan, karena tidak sukses lagi.

Akibat masalah bibit yang diduga banyak yang mati, ketika ditanam tidak sampai masa panen. ‘’ bibit hanya bertahan hidup barang 1 bulan saja’’ ungkapnya.

Untuk itu, maunya kita, kata dia, kegiatan penanaman rumput laut dihapus saja. Harapnya.

Tahun 2015, 2016, sampai tahun 2017, budidaya rumput laut, mengalami masalah. Selain itu, pembagian bibit juga tidak tepat waktu, karena musimnya sudah lewat. Terangnya.


Pestisida obat semprot jagung, juga menjadi pemicu matinya bibit rumput laut yang ditanam. Karena limbah yang turun dari atas gunung yang dibawa air banjir, menyebar masuk kelaut sehingga mengakibatkan bibit rumput laut bisa mati. Jelasnya.  (AF)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.