Zul Iksan  yang diwawancarai oleh wartadompu.com di gedung DPR Dompu

WARTADOMPU.com—Ratusan tenaga perawat honorer dan sukarela,  yang tergabung dalam Gerakan Perawat Honorer Indonesia (GPHI) Kabupaten Dompu senin (14/5/2018) siang, menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPR Dompu.

Massa meminta gaji sesuai  upah minimum  kabupaten (UMK) sesuai standar yang ditetapkan dalam peraturan tentang pengupahan, lebih kurang 1.800 perbulan.

Selain itu, mereka juga minta pemerintah daerah, agar para perawat disejahterakan, dan hapus istilah tenaga sukarela, dan diangkat menjadi tenaga kontrak daerah.

Tetapkan  uang kapitasi, karena uang kapitasi adalah bagian dari jasa pelayanan. Ungkap  Zul Iksan yang diwawancarai oleh wartadompu.com. saat menggelar aksi unjuk rasa dihalaman kantor DPR Dompu pagi.

Lebih lanjut Zul mengatakan, ‘’ GPHI ini terkumpul dari pada rumah sakit, terkumpul dari 9 (sembilan) puskesmas yang ada dikabupaten dompu, kami sepakat apabila tidak ada keadilan tidak dindahkan apa yang kami inginkan maka kami akan melakukan mogok kerja. Tegas nya.

Dari pantaun langsung wartadompu.com, aksi berlanjut hingga ke Pemda Dompu, nampak massa mengenakan pita merah dibagian tangan, dan kepala yang diikat dengan kain putih. (AF)

Perawat Dompu : Hapus Status Sukarela, Tolak Upah Murah dan Ancam Mogok Kerja

Perawat Dompu : Hapus Status Sukarela, Tolak Upah Murah dan Ancam Mogok Kerja



















Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.