Penarikan Retribusi Pengambilan Pasir Besi di Pekat, di Duga Illegal
Lokasi penambangan pasir besi dikecamatan pekat, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat

WARTADOMPU.com—Aktifitas penarikan retribusi dilokasi pengambilan material  pasir besi dikecamatan pekat, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), diduga IIIegal.

Pasalnya, uang retribusi yang disetorkan oleh sopir yang melakukan pengambilan material pasir diwilayah pekat, dipertanyakan oleh  para pekerja transportasi (sopir) yang tergabung dalam SPARTA Dompu.

Kepada media ini, Dahlan, salah seorang massa aksi pada aksi hari buruh sedunia hari yang lalu, mengatakan, penarikan retribusi rp. 1000 dilokasi penambangan pasir besi kecamatan pekat, disinyalir tidak memiliki dasar hukum.

Penggunaan uang hasil penarikan di setorkan kemana? Tidak jelas. Kata dahlan.

Belum lagi dalam kegiatan tersebut pihak desa diduga ikut andil dalam penarikan retribusi. Tambahnya.

Terkait penarikan retribusi pengambilan pasir, dahlan mengatakan,  DPR akan segera memanggil dinas pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah (PPKAD) kabupaten dompu, untuk membahas hal tersebut, termasuk mengenai regulasi retribusi. Ujarnya.

Nanti ada  pertemuan lanjutan, imbuh dahlan,  kepada wartadompu.com menceritakan kembali hasil pertemuanya dengan DPR Dompu, usai menggelar aksi hari buruh sedunia rabu (2/5/18) siang dijalan soekarna-hatta no. 30 dompu,ntb.

 Topik lain, Terkait pasir besi diwilayah kecamatan pekat, banyak perusahaan konsorsium masuk menginvestasikan modalnya, namun tidak sedikit pula, perusahaan yang diduga iilegal. Ungkap Dahlan.
Penarikan Retribusi Pengambilan Pasir Besi di Pekat, di Duga Illegal
     Foto Facebook Dahlan Ince, Ketua Lembaga Penelitian (LAPIDU) Kabupaten Dompu

Untuk sementara waktu, kami akan melakukan investigasi, dan pengumpulan data pertambangan perusahaan pasir besi dikecamatan pekat.

Dari skema yang ada sekarang ini, kami menduga ada satu izin perusahaan tumpang tindih dengan kegiatan perusahaan yang berbeda, melakukan kegiatan pegangkutan dan penjualan material pasir besi.

 Selain itu, lanjut dia, diduga ada keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) desa setempat, bersama  perusahaan disetiap aspek dan tahapan kegiatan eksploitasi, pegangkutan, dan penjualan material alam pasir besi dikecamatan pekat.

Upaya  sementara waktu, kami  mengumpulkan data pertambangan, yang selanjutnya akan melakukan gugatan kepengadilan negeri dompu. tandasnya.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.