PBB Menunggak Sebanyak 4 Juta Tahun 2017, Kades Rababaka Minta Pemda Ganti Sekertaris Desa
Kepala Desa Rababaka, kecamatan woja, Tris Sutrisno, SP.d saat memberikan pernyataan persnya kepada wartawan

WARTADOMPU.com—Kepala Desa (Kades) Rababaka, kecamatan woja, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), Tris Sutrisno, SP.d, nampaknya geram dengan sikap sekertaris desa rababaka, SR yang diduga tidak membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) terhitung tahun 2017.

Akibat menunggaknya pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah) tahun 2017, kepala desa beserta perangkat desa lainnya, terpaksa melakukan patungan untuk melunasi pajak yang dimaksud.

Hal ini disampaikan langsung oleh kepala desa rababaka Tri Sutrisno, SP.d kepada wartawan saat diwawancarai di taman kota dompu, jalan beringin, keluarahan dorotangga, kabupaten dompu, NTB, Selasa (22/5/2018) pukul 13.21 wita sore.

Apa yang menjadi komitmen rapat dengan masyarakat itu, tidak diakomodir melalui APBDes oleh sekertaris desa selaku ketua panita, itu yang pertama.

Yang kedua, hal ini menimbulkan ketiadaan saya selaku kepala desa ini selaku pembina, artinya inikan persoalan ini ada semacam etikad sekertaris desa rababaka ini diduga melakukan korupsi.

Kemudia kami selalaku kepala desa yang ada dikabupaten dompu ini, dibebankan secara pribadi apa yang menjadi pajak masyarakat itu perinduvidu.

Inikan mengajak kita ini kan berkorupsi, coba bayangkan, dimana kita kepala desa ini mendapatakan uang (kalau tidak red).

Ya, suyukurlah kalau iklas misalnya contohnya saya, saya siap memotong gaji saya untuk bayar PBB Didispen itu tunggakan 2017 lalu sejumlah 4 juta, saya potong gaji sendiri bersama staf saya.

Video Wawancara Ekslusive Media Warta Dompu Dengan Kades Rababaka

Nah, tapi hal-hal lain yang menyangkut seruan menteri desa dan daerah tertinggal itu, bagaimana kami kepala desa ini memberikan satu santunan, gaji terhadap perawat didesa, dan bidan desa, ini semua tidak terakomodir.Ungkapnya.

Saya keberatan, dengan ulah sekertaris pendamping dan lain-sebagainya. Seolah-olah kepala desa ini kan diakomodir, dikucilkan. ‘’ negara yang baik itu negara yang terbuka bung, dan ini jadi catatan semua’’. Tuturnya.

Ditanya mengenai teguran terhadap sekertaris desanya, Pria yang akrab disapa Tris ini menjawab, ya ada saya tegur, dan ini tidak berubah, karena apa? Tuntutannya, dana desa ini, beginilah, begitulah dan lain sebagainya.

Saya minta kepada pemerintah daerah untuk menarik sekertaris desa SR. Tandas Tris Sutrisno, kades rababaka, yang diwawancarai oleh wartawan ditaman kota dompu, , jalan beringin, keluarahan dorotangga, kabupaten dompu, NTB, Selasa (22/5/2018) pukul 13.21 wita sore.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.