Ini Lengkapnya Data Laporan Dugaan Korupsi Bansos Anggaran KKP Tahun 2016 Yang Dirilis Oleh Lembaga Pelapor
Data Laporan
WARTADOMPU.com—Dalam laporan yang dikirim, disebutkan bahwa, Dugaan korupsi alokasi dana bantuan sosial (BANSOS) oleh kementerian kalautan dan perikanan (KKP) Kabupaten Dompu, melalui CV pemenang tender pengadaan, menyisakan kesan yang memperihatinkan terhadap kondisi keuangan negara yang telah digelontorkan setiap tahunnya. Sebutnya.

Bagaiman tidak, lanjut dia, kegiatan pendistribusian dan pengalokasian paket bantuan sosial (bansos) ke masyarakat petani nelayan ditiga desa yang ada dikabupaten dompu yakni, desa kawangko, desa nanga tumpu, kecamatan manggelewa, dan desa pekat, kecamatan pekat, berjalan tidak sukses, terhitung tahun 2015, 2016, dan 2017. Ungkapnya.

Hal tersebut dikarenakan bibit yang dibeli/didistribusikan oleh dinas KKP Cq. Kabid Budidaya melalui  CV. Yang disebutkan, bibit yang sudah tidak lagi bisa berproduktif untuk ditanam atau dikembangkan oleh petani rumput laut yang ada di tiga desa yang dimaksud. Terangnya.

Akibatnya kata dia, negara ditafsirkan mengalami kerugian miliaran rupiah secara beruntun sejak tahun 2014, 2015, sampai 2016. Sebesar Rp. 838.705.300 (delapan ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus lima ribu tiga ratus rupiah).

Hitungan masih relatif, bila kita kaitkan dengan pos anggaran pengadaan untuk satu CV. misalnya CV. KHARISMA Untuk pengadaan kebun bibit rumput laut cottoni (kultur jaringan) dengan jumlah anggaran Rp. 388,138,300.00 (tiga ratus delapan puluh delapan juta seratus tiga puluh delapan ribu tiga ratus rupiah) dan

CV. JAYA ABADI pemenang tender pengadaan paket budidaya rumput laut, dengan anggaran Rp. 450,567,000.00 (empat ratus lima puluh juta lima ratus enam puluh tujuh ribu rupiah) untuk tahun anggaran 2016. Jelasnya.

Temuan kerugian negara tersebut di dapatkan oleh kami (Lembaga red)  ditiga Desa yang ada dikabupaten Dompu yang menjadi Objek ‘’ Pengembangan Budidaya Rumput Lalut ‘’ oleh Dinas KKP Kabupaten Dompu-NTB, secara langsung dilapangan. Tuturnya.

Desa yang menjadi objek Pendistrubusian Rumput Laut oleh Dinas yaitu, Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa, Desa Nanga Tumpu Kecamatan Manggelewa dan Desa Pekat Kecamatan Pekat.

Keterangan petani : Menurut petani setempat, bibit yang didistribusikan oleh dinas adalah bibit banyak yang mati sebelum ditanam oleh petani.

Usia bibit terlalu tua untuk ditanam, lalu mati setelah satu minggu atau satu bulan kemudian. Selain itu, tidak tepatnya musim tanam rumput laut, yang pasnya bulan 6 hingga bulan 9 bibit sudah bisa dipanen. Bibit yang kami terima itu dibagikan antara bulan 8 dan bulan 9, sehingga keburu hujan. Kata dia mengisahkan kembali keterangan petani yang direkamnya belum lama ini, didusun pulau bajo baru, desa kwangko.

Selain itu, lanjut pelapor yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini, pestisida bekas semprot jagung, juga mempengaruhi matinya bibit rumput laut yang ditanam, karena curah hujan besar membawa air banjir yang turun dari atas gunung.

'' mengetahui kegiatan budidaya rumput laut, selalu gagal setiap tahun,  seharusnya pihak dinas dari awal sudah menghentikan kegiatan tersebut, dan mengalihkan ke kegiatan yang lainnya, bukan malah meneruskan program yang sama. terangnya.

Adapun yang menjadi objek dalam laporan kami, lanjut dia, yaitu dusun pulau bajo baru, desa kwangko, desa nanga tumpu, kecamatan manggelewa, dan terkahir desa pekat, kecamatan pekat. ujarnya, jumat (1/6/2018) pukul 10.00 wita.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.