Harga Jagung Anjlok, Petani Minta Pemda Dompu, Naikan Harga
Massa Aksi FPR saat menyampaikan orasi politiknya depan kantor DPR Dompu
WARTADOMPU.com—Anjloknya harga jagung tahun ini 2018,  didaerah penghasil jagung terbesar di Asia, yakni kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) membuat ratusan massa petani jagung di kabupaten dompu terpaksa turun aksi.

Massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Dompu, rabu pagi (2/5/2018) mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat (DPR) kabupaten dompu.

Dalam orasinya, petani meminta pemerintah daerah kabupaten dompu, untuk menaikan harga jagung. Dari Rp. 2.900 (dua ribu sembilan ratus rupiah) harga lapangan, menjadi Rp. 3.600 (tiga ribu enam ratus rupiah) harga gudang, per-kgnya.

Selain itu, petani juga meminta para tengkulak untuk tidak dilibatkan dalam proses pembelian jagung kepetani dompu. Ucap  Dahlan, salah seorang massa aksi kepada wartadompu.com.

Menanggapi tuntutan petani yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) dompu, Andi Bahtiar, A.Md.Par, ketua komisi I, fraksi partai nasional demokrat (nasdem) kabupaten dompu, sejauh ini pihaknya tidak bisa mengintervensi terkait persoalan harga jagung, karena ada hukum pasar. Ujarnya.

Mengenai keberadaan tengkulak yang masuk melakukan aktifitas pembelian jagung di dompu, andi yang ditemui oleh petani diaula DPR Dompu, menyarankan untuk tidak dilarang.

Untuk pembeli jagung yang dari lombok, mataram, dan sumbawa, biarkan saja mereka masuk. Supaya ada tawaran harga. ‘’ supaya harga jagung bisa naik jangan pembeli dilarang, biarkan pembeli yang dari lombok, mataram, dan sumbawa masuk, supaya ada tawaran harga, dengan demikian harga jagung bisa naik.  ‘’ pungkas Andi.

Selain harga  jagung massa yang tergabung dalam FPR, ( SPARTA, AGRA, BPO, SAMUDRA, dan GENPA KILO) rabu pagi, juga meminta agar pupuk non subsidi dihapuskan, dan memperbanyak pupuk subsidi.

Pihak DPR melalui perwakilan, Andi Bahtiar, dan juga Ikhwayudin, Ak, yang ditemui oleh mereka, akan segera memanggil pihak distanbun dompu, selaku instansi teknis bidang pertanian dan perkebunan, untuk membahas hal tersebut.

Sesuai dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) petani, kata andi, kadang pupuk bisa disalahgunakan, misalnya, dari sawah bisa ke kebun atau  jagung. 

Selain itu, indikasi pengggunaan pupuk oleh distributor bisa disalahkan gunakan, yang pada akhirnya harga pupuk bisa dimainkan oleh Distributor pupuk,  dan petani dirugikan. Ungkapnya.

Diolog berakhir sekitar pukul 12.38 wita, massa kemudian pulang dengan tertib.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.