Usai di Tahan Jaksa, Mantan Kades di Dompu Ajukan Praperdilan
AMR Mantan Kades Doropeti, Kecamatan Pekat, yang di tahan oleh kejaksaan dompu belum lama ini

WARTADOMPU— Mantan kades doropeti, kecamatan pekat, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) AMR, usai di tahan oleh kejaksaan negeri dompu, pada kamis (5/4/18) pukul 13.07 wita siang, langsung mengajukan surat Praperdilan.

Praperdilan diajukan oleh AMR melalui kuasa hukum nya Awan Dermawan, SH, Advokat dan Konsultan Hukum pada kantor hukum ‘’ A D R A dan Partners ‘’ yang beralamatkan di jalan lintas sumbawa, bali satu, dompu, nusa tengara barat,  pada selasa (10/4/ 2018) pukul 10.00 wita pagi.

Awan yang di konfirmasi oleh wartawan wartadompu, diruangan kerjanya minggu (15/4/2018) pukul 13.45 wita, membenarkan hal tersebut.

Iya benar, kami telah melakukan upaya hukum, yang namanya praperdilan, yang telah kami daftarkan melalui pengadilan negeri dompu pada tanggal 10 april 2018. Kata awan kepada media ini.

Sidang praperdilan, akan digelar   pada rabu, tanggal 18 april 2018. tambahnya.

Kenapa kami melakukan upaya hukum praperdilan  terhadap penetapan tersangka klien kami AMR,  oleh kejaksaan, satu, bahwa menurut kami selaku  kuasa hukum, bahwa tindakan yang dilakukan oleh kejaksaan, itu patut dipertanyakan dan patut di uji mengenai penetapan tersangkanya klien kami yang di dasari oleh alat bukti.

Usai di Tahan Jaksa, Mantan Kades di Dompu Ajukan Praperdilan
Awan Dermawan, SH yang ditemui oleh wartawan warta dompu di tempat kerjanya


‘’  Menurut jaksa telah cukup, tapi menurut hemat kami,  kami akan pertanyakan dan akan menguji di pengadilan dua alat bukti yang cukup tersebut ‘’ kata awan.

Awan yang ditemui oleh wartadompu.com, juga tidak membenarkan hasil Audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK ) tentang temuan dugaan kerugian negara yang dilakukan oleh AMR.

Bahwa kami selaku kuasa hukum dari Amirullah,  BPK telah mengeluarkan hasil auditnya,  Itu tidak benar, yang selama ini yang melakukan audit adalah inspektorat kabupaten dompu.

 Dalam laporan hasl audit tersebut mengatakan ada kerugian negara ada penemuannya juga tentang pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD)  pada semeter tahun 2015 dan 2016. ‘’ Hasil tersebut itulah yang akan kami lakukan praperdilan, tentang dua alat bukti yang menurut jaksa telah cukup untuk djadikan tersangka’’ tegasnya.

Tapi menurut kami,  lanjut dia, hasil  laporan inspektorat tersebut tidak ada kewenangan untuk mengatakan demikian. Pungkasnya.

Dari hasil informasi  klien kami, ujar dia, berdasarkan hasil pemeriksaan  tersebut, secara jelas jaksa  menegaskan bahwa ada hasil dari inspektorat dompu, mengatakan penemuan atau penyalahgunaan  anggaran desa sebesar Rp. 400.32 juta sekian, Tetapi,  kami akan petik dari hasil tersebut.

Usai di Tahan Jaksa, Mantan Kades di Dompu Ajukan Praperdilan

 ‘’Kami akan menguji kebenaran tersebut,  ya, ada gak kewenangannya seorang inspektorat ini untuk menyatakan, kerugian negara? 

Jadi pertanyaan kami, hasil tersebut kami akan menguji di pengadilan melalui praperdilan. ‘’  yang dimana menurut jaksa telah dijadikan dua alat bukti, termasuk laporan tersebut, sehingga kami segera mungkin untuk melakukan praperadilan ini’’ terangnya. (AR)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.