Petani Keluhkan Tentang Minimnya Pembeli Bawang Merah di Dompu
Lokasi bawang merah milik taufik, dusun paropa, desa malaju, kecamatan kilo/ Foto : BF.84 Wartadompu.com
WARTADOMPU--  Sejumlah petani bawang merah di kecamatan kilo, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB), mengaku kesulitan dalam memasarkan bawang merah usai panen.

Bahkan diantara mereka (petani) banyak yang rugi akibat terlalu lama menyimpan bawang pasca panen.

Sulitnya pembeli bawang merah di dompu, membuat kami petani merugi, kelamaan menyimpan bawang di sawah tidak baik, bisa mengakibatkan bawang membusuk. Ujar salah seorang petani taufik, kepada media ini.

Sulitnya akses pasar untuk penjualan bawang bisa mengancam petani, karena produk pertanian bawang usai panen tidak bisa di simpan lama.

Hal tersebut menjadi kendala utama yang dihadapi oleh petani bawang merah di kecamatan kilo, setiap kali habis panen.

Selain masalah pasar, Masalah lain yang dihadapi oleh petani adalah, terkait kelangkaan pupuk. "Selama ini kami kesulitan mencari pupuk urea dan poska karena langkah.  Selain langkah lanjut dia, juga harga pupuk mahal melebihi standar harga yang ditetapkan oleh pemerintah’’ ungkapnya.

Untuk mengimbangi kehidupan petani bawang merah khususnya dikecamatan kilo, kami minta pemerintah daerah, dalam hal pemasaran, kelangkaan pupuk dan juga obat-obatan yang mahal agar memberikan solusi.

Terutama pangsa pasar dalam memasarkan hasil pertanian bawang merah kami. Terangnya.

"Masalah bagi kami adalah tentang  pemasaran, yang perlu pemerintah bantu, sehingga kami tidak rugi" kata Taufik yang ditemui oleh wartadompu di sela  aktifitas penyemprotan daun bawang merah miliknya Minggu (08/04/18) Pukul. 13,22 wita. di susun paropa, desa kilo, kecamatan kilo, kabupaten dompu-NTB.

Luas lahan bawang merah milik taufik, lebih kurang 1 hektar, dan tidak lama lagi panen.’’ Setiap satu hektar bawang merah bisa menghasilkan 12 ton komoditi bawang.

Untuk harga bawang merah sendiri lanjut dia, berkisar antara Rp. 18 ribu hingga Rp. 20 Ribu rupiah perkilogramnya. ‘’ tergantung harga pasar, bisa juga lebih murah dari yang diperkirakan’’ tandasnya. (BF. 84)


Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.