Foto Ketua LAPIDU Dompu Dahlan Ince



WARTADOMPU.com—Kegiatan penggerukan material izin khusus pengambilan pasir besi dikecamatan pekat dan tambora oleh perusahaan tambang pasir besi Bumi Mas Kawinda Jaya, yang beroperasi di desa beringin jaya, kecamatan pekat, dan tambora disinyalir merusak lingkungan hidup.

Selain itu, persuhaan yang di sponsori oleh MYD ini juga diduga menganggu  kawasan tanah perladangan jagung dan juga areal pelepasan ternak petani yang ada dikabupaten dompu.

Hal ini disampaikan secara langsung oleh ketua Lembaga Peneltian (LAPIDU) Kabupaten Dompu Dahlan Ince kepada wartadompu.com saat berada di Gedung Paruga Parenta Dana Nggahi Rawi pahu pada kamis (26/4/18) pukul 12.12 wita siang, di jalan beringin no. 1 kabupaten dompu,NTB.

Menurut Dahlan, masuknya PT. BMKJ tidak sama sekali memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, meski masyarakat setempat melakukan upaya penolakan terhadap perusahaan tambang pasir besi tersebut.

Untuk itu lanjut dia, pada tanggal 1 mei nanti LAPIDU dan SPARTA akan Menolak kegiatan eksploitasi pasir oleh PT. BMKJ karena dinilai merugikan petani peladang dan juga peternak yang ada di kabupaten dompu. tandasnya.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.