Masyarakat Dompu, Unjuk Rasa Depan Kantor Dukcapil Dompu
Komando Barisan Rakyat (Kobra) Dompu saat menyampaikan pendapat depan kantor dukcapil kabupaten dompu

 WARTADOMPU.COM—Tuntut profesionalitas dalam pelayanan public, puluhan masyarakat yang tergabung dalam Komando Barisan Rakyat (Kobra) kabupaten dompu, menggelar aksi unjuk rasa di kantor dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) kabupaten dompu. selasa (3/4/18) pukul 09.00 wita pagi.

Mereka meminta dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) kabupaten dompu, untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat secara profesional.

Mulai dari penerbitan data kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga Akte Kelahiran.

Imam salah seorang orator aksi  menilai bahwa,  sejauh ini pelayanan yang diberikan oleh Dukcapil kabupaten dompu, dinilai lamban dan kurang bagus. Kata imam.

Sehingga Untuk menerbitkan data kependudukan seperti kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP) dan Akte Kelahiran saja, masyarakat harus bolak-balik dan menunggu dalam waktu yang lama. Ujarnya.

‘Tidak profesional, dan tidak ada pelayanan yang bagus yang diberikan oleh Dukcapil kabupaten dompu ‘’ Untuk menerbitkan KTP dan KK saja, bisa sebulan dan bisa setahun. ‘kasihan masyarakat, harus bolak-balik dan menunggu dalam waktu yang sangat lama’’ tegasnya.

Hal lain yang disampaikan oleh imam, yaitu masalah blanko. Blanko kata dia, kadang kala bisa di hilangkan, manakala di berikan stimulus, sesuai yang ditetapkan oleh petugas administrasi’’ pungkasnya.

Aksi unjuk rasa masyarakat, mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian polres dompu.

Usai melakukan orasi masa kemudian di undangk untuk melakukan dialog dengan kepala dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) kabupaten dompu Dra. Ratnasari.

Kadis Dukcapil Kabupaten Dompu,  Ratnasari yang ditemui oleh wartadompu.com diruangan kerjanya, beberapa saat setelah dialog berakhir mengatakan. Apa yang menjadi isi orasi  masyarakat kata ratna, sudah kami lakukan dengan cara merubah standar operasional prosedur (SOP). Ujarnya.

‘’ Dari pelayanan 14 hari kami percepat menjadi 7 hari’’  Tuturnya.


Untuk pelayanan KTP-el ujar ratna, Kita sudah ada alat rekam di tiap kecamatan. yang sedang on sekarang ini ada di kecamatan kempo dan pajo. ‘’ sudah on, untuk perekaman, ada opertaor disana’’ jelasnya.

Yang jauh kita sudah mencoba melakukan mobile untuk perekam ktp-el, karena perekaman ktp el itu tidak bisa diserahkan dikecamatan, harus dicetak dikabupaten. ‘’ hanya perekamannya’’ kata ratna kepada media ini.

Cuman masyarakat kadang mau mengurus KK to langsung keseni kan, dari pada ngurus foto disana, kemudian datang KK lagi disini ya, sekalian saja. Imbuhnya.

Cuman nanti lanjut dia, kedepan sesuai dengan surat bapak dirjen ini, nanti kita bentuk UPTD. ‘’ Kalau memang alat perekamannya sudah ada’’ tandasnya.

UPTD yang dikempo untuk melayani masyarakat calabai, kilo dan manggelewa, sedangkan UPDT Pajo untuk melayani masyarakat kecamatan huu dan pajo’’ tambahnya.

Terkait isi orasi tadi lanjut dia,  kami sudah melakukan pembaharuan SOP mulai dari 14 hari menjadi 7 hari. ‘’ ujarnya.

Menanggapi aksi unjuk rasa di kantornya, ratna mengatakan, Saya rasa bagus sejalan, cuman jangan melalui  orasi-orasi seperti itu, kalau hanya beberapa orang saja, kan gak ada juga yang dengar, kalau mau klarifikasi seperti tadi (dialog) kan nyaman, bagus. Ada saling jawab menjawabnya apa persoalannya. Tuturnya.

‘’ Kalau orasi kan saya gak bisa jawab disana itu,  bagus untuk itu. ya, termasuk apa yang menjadi isi orasi itu, ternyata sudah kita laksanakan, terkait dengan  peningkatan pelayanan, kemudian tidak ada KKN. ‘’ Insha alllah tidak ada KKN, dan gratiskan? tidak ada pembayaran’’ tegasnya.

Menampik tudingan adanya dugaan praktek pungutan liar (pungli), Korupsi, kolusi, dan nepotisme ratna menegaskan, ‘’ Bila ada pegawai ataupun  staf saya yang demikian, Lapor secara resmi. ‘’ ada bukti pemberian, dan juga saksi. ‘’ tegasnya.

Jika tenaga honor, saya langsung keluarkan?, yang penting ada bukti.  tegas kadis dukcapil kabupaten dompu, Dra Ratnasari yang diwawancarai oleh wartadompu.com di ruangan kerjanya selasa pagi (3/4/18) pukul 09.00 wita pagi di Jalan Mahoni No. 32 Dompu NTB.

Pantaun langsung media ini, usai melakukan dialog, massa aksi kemudian pulang dengan tertib. (WD)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.