Mantan Kades Doropeti Amirullah, Meringkuk di Balik Jeruji Besi
Amr saat di digelandang oleh kejaksaan negeri dompu ke mobil menuju lapas dompu
WARTADOMPU.COM—Mantan Kepala Desa Doropeti kecamatan pekat, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) terpaksa harus ditahan oleh kejaksaan negeri (kejari) dompu, di lembaga pemasyarakatan kabupaten dompu pada kamis siang (5/4/18) pukul 13.07 wita.

AMR ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana ADD dan DD tahun 2015-2016 sebesar rp. 500.000.000 ( lima ratus juta rupiah).

Tersangka dijerat dengan pasal primair atau korupsi murni, yaitu pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1, 2, dan ayat 3 Undang-undang RI No. 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Subsidair pasal 3 jo pasal 18 ayat 1, 2, dan ayat 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 Kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).

Ia dibawa menggunakan mobil avanza warna silver dengan nopol. DR 1009 J yang di kawal ketat oleh Tim kejaksaan negeri dompu dan juga kepolisian polres dompu.


Kepala kejaksaan (kejari) dompu Edhi Nursapto, SH yang ditemui oleh wartawan diruangan kerjanya, mengatakan, AMR ditahan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, dalam pelaksanaan pengelolaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) desa doropeti, kecamatan pekat, kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) tahun anggaran 2015-2016. Ujarnya.

Tersangka  melanggar pasal Primair, yaitu pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1, 2, dan ayat 3 Undang-undang RI No. 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Subsidair pasal 3 jo pasal 18 ayat 1, 2, dan ayat 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 Kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) atau lebih subsider pasal 9 Undang-undang no. 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat KUHP. jelas  Kejari Dompu Edhi Nursapto, SH kepada wartawan.

Pantauan wartadompu.com, AMR saat dibawa kelapas dompu,  di dampingi oleh pengacara.

Penahan AMR dilakukan selama 20 hari, kendati 20 hari kata Edhi  pelimpahan berkas AMR akan secapat mungkin di sidangkan ke muka pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) kota mataram.

'' mudah-mudahan dalam dekat ini atau sebelum masa 20 hari, AMR sudah kami dilimpahkan kepengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) kota mataram untuk dilakukan penuntutan. Tegas kejari dompu Edhi Nursapto, SH kepada wartawan.


Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.