Anggaran Tanaman Pangan Menurun, Syahrul Ramadhan, Sebut Anggaran di Bidang lain Banyak
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Syahrul Ramadhan, SP

 WARTADOMPU—Kepala Bidang tanaman pangan (TP) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Dompu, Syahrul Ramdahan, SP, mengaku saat ini anggaran pada bidang yang ia jalankan mengalami penurunan secara drastis. ‘’ Karena ini tahun politik banyak hal-hal yang menjadi pemotongan anggaran pak ‘’ Ujarnya.

Kendati turun lanjut syahrul, Anggaran bidang tanaman pangan di pusat secara kuantitatif itu meningkat, yang dulu itu dapat bantuan 43 ribu hektar, sekarang ini 129 ribu hektar.jelasnya.

Menyangkut kegiatan program secara umum yang ada di dinas pertanian dan perkebunan, kata dia,   anggaran tanaman pangan menurun drastis. ‘’ jadi yang lebih banyak itu anggaran-anggaran di bidang yang lain, nanti mungkin bisa di tanyakan sendiri programanya’’ imbuhnya.

Ya, karena kami ini punya kadis yang baru di mutasi, di dalam  empat bidang  satu sekertaris itu,  karena ini skopnya dinas, Rekan-rekan wartawan, media cetak, online, dan juga lsm, bisa langsung mewawancarai  pak  kadis yang baru. Tuturnya.

Untuk jagung, sepanjang tahun kabupaten dompu mendapatkan bantuan 129 ribu hektar dari pusat, mulai dari januari sampai desember,  sedangkan untuk  padi, juga sama yaitu bansos pusat.

Sedangkan untuk kedelai lanjut dia, kami ditargetkan 8000 ribu hektar, ditahun ini. ‘’  itu target tetapi realisasinya  mungkin tidak sampai seperti itu, kita akan melihat potensi yang ada dan kondisi rill dilapangan maupun kemampuan pemberkasan oleh petani, dan juga PPL, maupun UPTD dan juga kami di dinas ‘’ jelasnya.

 Kegiatannya itu apa? Itu transfer uang bansos, semua juga dari pusat, melalui kegiatan dana Tanaman Pangan (TP) propinsi. ‘’ jadi propinsi yang transfer, tugas kami hanya memfasilitasi dan pemberkasan yang dikirim kesana, ketika uang sudah masuk langsung kelompok membelanjakan’’ terangnya.

Siapa saja yang ingin mendapatkan bantuan itu, silakan nanti daftarkan nama kelompoknya, di kirim ke pusat, nanti dengan sendirinya pusat akan merekomendasikan pemberkasanya, dan akan tercetak berapa nilai uang yang masing-masing kelompok sesuai edaran itu untuk pembelian bibit. Tegasnya.

Jadi tidak ada lagi benih bibit subsidi kaya kemarin itu, kumpul uang di petani oleh PSO, SHS,sekarang bagi petani yang mau,  kelompok difasilitasi oleh UPTD dan PPL. ‘’ kirim nama kelompoknya, tinggal klik langsung keluar pemberkasannya,sudah masuk uang, transfer langsung dari pusat tanpa melalui kami,  langsung kelompok  tani membelanjakan sendiri’’ terangnya.

Saya ingin menepis? Supaya tidak salah paham orang-orang, semua RUKK dan RDKK itu di susun oleh petani, PPL dan UPTD. Kami disini mengetahui dan memfasilitasi saja. Fungsi fasilitasi  itu adalah membimbing mereka. Misalnya petani    mau beli motor kami arahkan untuk beli ini.  itulah maksudnya. Ujarnya.

Supaya tidak ada salah kaprah, ‘’ada kadang-kadang oknum, saya katakan oknum yang mau tidak bersahabat, yang mau dompu ini tidak mau maju, mengatakan dinas pertanian itu, seperti ini, seperti itu , sekarang saya balik dan  tantang? Kami jadi teman-teman  dijalanan biarkan mereka mencoba?. Tegasnya.

Demikian juga, untuk penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan unit pelaksana teknis dinas (UPDT) (berhentilah untuk membuat kelompok tani red) karena semuanya akan merugikan orang banyak. tegas kepala bidang tanaman pangan dinas pertanian dan perkebunan (distanbun) kabupaten dompu, Syahrul Ramadhan, SP. kepada wartadompu.com senin (9/4/2018) pukul 10.59 wita yang di temui di ruangan kerjanya.

Sahrul yang ditemui oleh media ini, ditanya mengenai produksi jagung petani tahun ini 2018, ia mengatakan. ‘’ untuk produksi jagung petani tahun ini, memang terjadi penurunan produksi. Akibat batang jagung banyak yang busuk pasca dihantam angin dan hujan lebat bulan lalu.

Kendati demikian, tidak semua daerah mengalami hal yang sama, namun hanya di beberapa titik daerah yang memang rawan diterpa angin saja, yang kemiringan tanahnya dibawah rata-rata. Atau tanah dataran rendah, kalau dikemiringan tinggi tetap aman. Kata sahrul.

Selain badai angin, tambah dia, hal lainnya juga dipengaruhi oleh anomali cuaca yang ekstrim yang bulan lalu menyerang tanaman jagung milik petani beberapa hari ditanam. ‘’ sudah panas tinggi, suhunya dingin lagi, ya itulah akibatnya, karena anomali cuaca, sehingga jagung yang baru di tanam mati’’ tandasnya.


Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.