Terkait Dugaan Penadah Besi Proyek, Jamaludin : Saya Sudah Serahkan Pada Polisi, Rakyat Mau Ngomong Apa Silahkan
Foto : Jamaludin, S.Sos saat ditemui oleh media ini
WARTADOMPU.COM— Isu dugaan tentang penadah besi proyek Dam Rababaka Kompleks, yang melibatkan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten dompu,  dari Fraksi Partai Gerindra, Jamaludin, S.Sos, belum lama ini, dibantah keras oleh jamal tentang sebutan dirinya sebagai penadah.

Jamal yang ditemui  oleh wartadompu.com rabu (14/3/2018) pukul. 10.51 wita ditempat bangunan barunya desa teka sire kecamatan manggelewa, kabupaten dompu, menyatakan, ''penadah itu seperti apa? gak mungkin saya ini sebagai anggota DPR, melakukan hal demikian'' Ujarnya.

Saya sih gak panjang lebar, saya sudah serahkkan pada pihak polisi untuk menyelidiki lebih lanjut, mencari orang yang tidak bertanggung jawab meletakan barang itu kerumah saya. '' silahkan polisi mencari tau siapa pelaku utamanya. Ujarnya.

Untuk diketahui oleh masyarakat dan media, dibangunan saya ini gak ada satupun yang saya pakai model barang seperti itu. kenapa? Karena barang (besi) tersebut tdak cocok untuk bangunan saya. '' itu barang besar, barang jembatan gak cocok dipakai untuk bangunan saya. saya simpan dan biarkan begitu saja barang itu, selama tiga dan empat hari ditempat bangunan baru saya itu. kata jamal.

tiga empat hari setelah kejadian itu, lanjut jamal, datanglah polisi, malam, ditanyalah saya,  ada laporan bahwa bapak penadah besi, saya jawab, oh iya itu ada barang bukti, saya ditawarin untuk beli, tapi saya gak mau beli, dan gak bisa masuk di bangunan saya. '' silakan periksa bangunan saya ada gak besi itu yang masuk dibangunan saya. kisahnya.

'' terus saya di isukan penadah?'' Tukasnya.

Semua persoalan itu sudah saya serahkan pada poilisi untuk menyeldiki lebih lanjut. Saya sudah dipanggil di interogasi kemarin, sama anggota  kapolsek manggelewa. Saya memberikan keterangan seperti itu, bahwa barang itu dibawa oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Tanpa sepengetahuan saya. tegasnya.

Saya tidak  tidur disini, saya tinggal di tanju, dan tidur di tanju. ‘’ gudang saya ini kemarin belum di dibuat kan pintu pagar, Sehingga orang gampang saja masuk keluar’’ 

Dan sekarang lanjut jamal, sudah saya buatkan pintu. tambahnya.

mengenai besi itu, saya tanyakan pada penjaga saya, ini barang dari siapa? Kata penjaga saya nanti siang dia (pelaku) akan telepon bapak sendiri. akhirnya saya ditelepon sore. ’’ Abang tolong dibelikan besi yang kita simpan itu.  saya bilang, saya gak beli besi yang gitu, dan  saya tidak punya uang, ini siapa? saya galang jawabnya.

Setalah dua tiga hari kejadian, barulah polisi datang melihat barang itu. ‘’  saya sampaikan pada polisi silakan bawa barang itu. barang orang yang simpan, saya tidak tau siapa orangnya ’’ kisahnya.

Kalau memanag saya dikatakan penadah silakan dibuktikan dengan bukti. '' rakyat mau ngomong apa silakan, itu mulut-mulutnya rakyat, itu hak rakyat untuk berbicara, yang capek rakyat, bukan saya’’ imbuhnya.

Kalau isu seperti ini lanjut jamal, udah gak kaget, saya mulai calon DPR dulu sudah di isukan saya mark up tanah, saya korupsi dan segala macam.

Waktu saya menjadi kepala desa pun di isukan seperti ini, waktu saya jadi pegawai negeri di isukan seperti ini. ‘’ sampai hari ini tetap ada isu. '' tapi sampai hari ini? saya belum ada proses hukum yang jelas, rakyat maunya seprti apa itu silahkan. tuturnya.

Simak wawancara ekslusive wartadompu.com bersama Jamaludin, S.Sos berikut ini.




Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.