Kapolda NTB, Sambangi Rumah Duka Korban Pembunuhan di Desa Nowa, Hingga Berbagi Kecerian Dengan Anak-anak
Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs, Firli M.SI (Tengah) yang Didampingi Oleh Kapolres Dompu, Erwin Suwondo, SIK , MIK, (Kanan) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dompu, Yuliadin Bucek, S.SOs, dan Dandim1614/Dompu Lektol Czi Arief Hadiyanto, S.I.P. (Kiri) Saat Menyambangi Rumah Duka Jumat (2/2/2018)
WARTADOMPU.COM -  Kapolda Nusa Tengara Barat (NTB),  Brigjen Pol. Drs, Firli M.SI. Jumat (2/2/2018) Pukul 10.20 Wita Menyambangi Rumah Duka Korban Pembunuhan di Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB).

Kapolda yang didampingi Kapolres Dompu Erwin Suwondo, SIK , MIK, Dandim1614/Dompu Lektol Czi Arief Hadiyanto, S.I.P. dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dompu, Yuliadin Bucek, S.SOs, tiba dirumah duka sekitar pukul 09.00 Wita.

Rombongan langsung disambut hangat oleh ratusan Masyarakat Desa Nowa Kecamatan Woja yang  yang menunggu kedatangan Polda dan Rombongan.


 Dalam Kunjungannya, Kapolda menyampaikan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada kedua keluarga korban yang ditinggalkan.

Kunjungan  juga diawali dengan doa bersama untuk kedua korban yang meninggal beberapa hari lalu.



Kunjungan semakin hangat, saat Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs Firli M.SI mengisahkan tentang pengalaman masa kecilnya.

 Ia menuturkan, Sebenarnya saya juga termasuk orang-orang yang miskin, saya ditinggal oleh ibu dan bapak saya, saat saya berumur 3 tahun. Ibu saya punya anak lima saya yang paling bungsu. Kisah Firli kepada masyarakat desa nowa yang hadir.

Karena kondisi kemiskinan kata dia, itulah yang membuat saya harus bekerja keras, dari kecil saya sudah mengenal sawah. Ujarnya.

Kita itu tidak tertukar saat kita  lahir, pesan kan sama anak-anaknya, jadi walaupun bapak saya sudah meninggal saat saya umur 3 tahun,   saya masih bisa sekolah, dengan cara berjualan.

Saya pernah jual cebe, saya ambil cabe di hutan dan diladang, saya petik sendiri, saya bawa ke pasar.  '' cabe kecil itu, cabe rawit, satu canting, satu blek kaleng susu, itu harganya 10  rupiah, jadi kalau 3 blek dijual 25 rupiah''  itu yang saya lakukan waktu  saya kecil.  Ujar,  Firli mengisahkan kehidupan masa kecilnya.

Menyadap karet juga begitu.  '' menyadap karet selama 3 bulan baru bisa beli sepeda.  harga sepeda waktu itu masih sangat murah.  masih belum sampai 10 ribu, sepeda ontel itu saya beli ''

itu pengalaman-pengalaman, sehingga saya liat anak-anak.  saya teringat masa kecil saya '' dulu waktu kecil gak pernah pake baju, ini masih bagus masih pake baju semua.

Saya gak pake baju, adanya cuman sarung, gak pake celana, main gasing itu pake sarung.  sekolah pakai baju itu, pulang sekolah pun pakai baju itu lagi dan langsung ke hutan.'' jadi saya jalani masa itu, waktu SD, dan SMP itu saya tinggal di hutan. Imbuhnya.

Itu pengalaman-pengalaman kecil, sehingga terkait dengan pengalaman masa kecil saya itu, saya rindu dengan anak-anak keil saya. disini.

'' kalau ibu-ibu gak keberatan boleh anak-anak kecil kumpul disini, foto-foto bersama saya '' kata  Firli sembari memanggil anak-anak untuk maju kedepan berfoto bersamanya.

Beberapa anak yang dipanggil pun terlihat senang, disaat mereka dipanggil oleh Kapolda NTB untuk berfoto-foto.


Selain untuk berfoto, mereka juga di minta untuk menyebutkan beberapa dasar negara, jumlah suku,  dan menyanyikan lagu bagi mu negeri. '' ada yang bisa hafal pancasila?  angkat tangan,   yang hafal pancasila, saya kasih uang seratus ribu? horeeee????? kata mereka (anak-anak).


Selain pancasila, mereka juga diminta untuk mengahafal lagu '' Bagi Mu Negeri '' yang diciptkan oleh Kusbini.


Salah seorang anak yang baru berumur 11 tahun, saat menyanyikan lagu '' Bagi Mu Negeri '' langsung mengeluarkan air mata.

Nampak ibu-ibu pun terlihat ikut sedih dan mengeluarkan air mata saat lagu yang di nyanyikan oleh anak tersebut membuat hati terharu. (Ewong)

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.