Ekonomi Syariah Harus Jadi Lokomotif Perekonomian Indonesia
Ketua MUI Kiai Ma'ruf Amin bersama Kepala Staf Presiden Moeldoko

WARTADOMPU.COM--Ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari pihak perbankan dan pelaku ekonomi konvensional mulai melirik segmen syariah untuk pengembangan bisnisnya.

Menurut Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Ahmad Satori Ismail, perbankan syariah semakin mendapatkan tempat hati di masyarakat.

Atas tren itu, pemerintah diharapkan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang syariah untuk berkembang.

Jika ruang itu terus dikembangkan, maka keuangan syariah diprediksi dapat menjadi lokomotif perekonomian Indonesia. "Ekonomi syariah seharusnya bisa menjadi lokomotif perekonomian. Apalagi saat ini untuk bisnis perbankan sudah sangat menjanjikan,” kata Satori kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/3).

Senada dengan itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengatakan, saat ini tantangan untuk terus menggelindingkan dan memperbesar sektor ekonomi syariah cukup besar. Tantangan itu dapat dihadapi dengan baik, karena saat ini sudah banyak dukungan dari pemerintah dan otoritas terkait.

"Sektor ekonomi syariah sudah memiliki pijakan kuat, baik dari sisi regulasi, fatwa terkait produk, jasa dan akad, infrastruktur lembaga keuangan dan bisnis syariah," Ma’ruf. Dia berpendat, kendala dan hambatan ekonomi syariah yang selama ini menjadi penghambat sudah berangsur-angsur terkikis.

Sebelumnya, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengalami perubahan struktur kepengurusan pada Sabtu (24/3). Pada pelantikan yang dilakukan.


 Direktur Eksekutif MES Ari Permana menunjuk Kepala Staf Presiden Moeldoko sebagai Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat MES.
Dalam kesempatan itu Moeldoko mengatakan, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sektor keuangan dan ekonomi syariah. "Insya Allah, saya ingin mendorong arus ekonomi baru melalui ekonomi syariah," ujar Moeldoko.
Mantan Panglima TNI itu menyebut, pemerintah sangat serius untuk menggarap potensi ekonomi syariah di dalam negeri. Bahkan pemerintah tidak ingin hanya menjadi target pasar dan produk industri negara-negara lain, tapi jadi pelaku utama. "Dengan potensi pasar yang besar di negara kita, Indonesia harus menjadi penggerak utama perekonomian syariah,” kata Moeldoko.
Dalam pengembangan, katanya, ekonomi syariah harus betul-betul bermanfaat bagi hal-hal yang produktif, termasuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, dalam rangka menekan angka ketimpangan.
"Dari data yang saya terima, penggunaan pembiayaan syariah adalah 41,8 persen. Sebagian besar masih digunakan untuk konsumsi," ujarnya. Sementara untuk pembiayaan untuk modal kerja dan investasi masing-masing baru mencapai 34,3 persen dan 23,2 persen.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.