Sri Mulyani Menjawab Kritikan dengan Prestasi Sebagai Menteri Terbaik Dunia
Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan Republik Indonesia
WARTADOMPU.COM- Ada dua wanita perkasa di dalam kabinet Presiden Jokowi. Satu adalah Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan. Menteri Susi terkenal dengan slogan ‘tenggelamkan’ slogan ini muncul karena Menteri Susi sering menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia. Keberanian Menteri Susi bahkan mendapatkan pengakuan dunia. Seorang wanita yang tak gentar melawan mafia pencuri ikan di perairan Indonesia, yang meninggalkan kedudukannya sebagai seorang CEO di perusahaan yang dirintisnya dari nol. Bahkan dirinya tak segan untuk meninggalkan gaji yang besar hanya untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia, dengan menjaga laut dan habitatnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Inilah salah satu wanita yang di kabinet Presiden Jokowi yang patut kita apresiasi.

Wanita kedua yang juga mendapatkan apresiasi kita adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. Sebelum ditunjuk oleh Presiden Jokowi mengawangi Kementerian Keuangan, Sri Mulyani adalah seorang Direktur Pelaksana di World Bank. Jabatan yang diperolehnya pada tahun 2010 ini menurut isu akibat dari kekecewaan Sri Mulyani kepada mantan Presiden SBY. Kekecewaan Sri Mulyani kepada mantan Presiden SBY, karena Sri Mulyani menganggap bahwa SBY lebih berpihak kepada Aburizal Bakrie. Karena tekanan yang bertubi-tubi baik dari pihak SBY mau pun Aburizal Bakrie, membuat Sri Mulyani meninggalkan jabatan Menteri Keuangan di masa pemerintahan SBY dan kemudian menerima pinangan dari Bank Dunia.

Prestasi-prestasi di masa menjadi Menteri Keuangan di kabinet SBY membuat Sri Mulyani dilirik oleh Bank Dunia. Sejak mulai menjadi Menteri Keuangan pada tahun 2005 lalu, Sri Mulyani telah berhasil memecat pejabat-pejabat korup di lingkungan Departemen Keuangan. Ia kemudian berhasil meminimalisir korupsi dan memprakarsai reformasi sistem perpajakan dan keuangan Indonesia. Dan mendapat reputasi sebagai menteri yang berintegritas.

Pada tahun 2006, Sri Mulyani mendapatkan gelar Euromoney Finance Minister of the Year oleh Majalah Euromoney, setahun setelah Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pada tahun 2007 Sri Mulyani memberikan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,6%, pertumbuhan ini adalah yang tertinggi sejak krisis finansial di Asia tahun 1997.

Tak sampai di situ, Sri Mulyani pada tahun-tahun berikutnya pun mendapatkan kehormatan dipilih sebagai wanita berpengaruh ke-23 dunia oleh Majalah Forbes pada tahun 2008. Malahan pada tahun 2007 dan 2008 Majalah Emerging Markets memilih Sri Mulyani sebagai Asia’s Finance Minister of The Year. Dan prestasi-prestasi inilah yang membuat World Bank melirik Sri mulyani untuk dijadikan sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Mengapa Sri Mulyani lebih memilih menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia daripada tetap menjadi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi di pemerintahan SBY? Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa ada isu yang mengatakan bahwa Sri Mulyani mendapatkan tekanan dari Aburizal Bakrie sebagai seorang pengusaha yang juga Ketua Umum Partai Golkar saat itu. Aburizal Bakrie diduga mempunyai ketidaksukaan terhadap Sri Mulyani akibat penyelidikan Sri Mulyani terhadap penggelapan pajak dalam jumlah besar pada Bakrie Group, serta penolakan Sri Mulyani untuk prop up Bakrie’s coal interest with goverment funds.

Keberhasilan-keberhasilan Sri Mulyani ini juga mendapatkan perhatian dari Presiden Jokowi. Maka pada tahun 2016 di sekitar bulan Juli, Presiden Jokowi meminta kepada Sri Mulyani untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Keuangan. Karena permintaan Presiden Jokowi agar Sri Mulyani dapat memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia, membuat Sri Mulyani rela meninggalkan jabatan Direktur Pelaksana Bank Dunia yang saat itu masih disandangnya untuk membantu Presiden Jokowi memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia, walau pun gaji sebagai Menteri Keuangan tidak sebesar ketika dirinya menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani tetap menerimanya sebagai pengabdiannya kepada bangsa Indonesia.

Pengabdian Sri Mulyani akhirnya membuahkan hasil. Selain Indonesia menjadi negara ke-3 di G20 yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi di bawah India dan China, sedangkan di Dunia Indonesia menduduki peringkat ke-13 setelah Papua Nugini. Dan kini pada perhelatan pemilihan Menteri Terbaik Dunia (Best Minister in The World Award) di World Goverment Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab, Sri Mulyani mendapatkan penghormatan sebagai Minteri Terbaik Dunia.

Jadi, dengan terpilihnya Sri Mulyani sebagai Menteri Terbaik Dunia, maka kita tidak perlu ragu lagi akan kapasitas Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Jika masih ada orang-orang yang meragukan integritas dan kapasitas Sri Mulyani, justru kita yang patut meragukan orang tersebut apakah sudah lebih pintar dan lebih berintegritas dari Sri Mulyani sendiri.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.