Satu dari Empat  Perwakilan Keluarga Pemilik Sertifikat Hak Milik No. 257 Desa Lasi Kecamatan kilo Atas Nama Abdurrahman Seluas 9.900 M2 (Meter Persegi) mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional di Jalan Kaka Tua No. 5 Kelurahan Kandai 2 Kecamatan Woja Kabupaten Dompu Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB).

WARTADOMPU.COM- di Desa Lasi Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, satu keluarga terlibat dua sertifikat dalam satu objek tanah yang sama.

Sertifikat Hak Milik No. 257 Desa Lasi Kecamatan Kilo Atas Nama Abdurrahman Seluas 9.900 M2 (Meter Persegi) tumpang tindih dengan sertifikat Hak Milik No. 320 Alamat yang sama Desa Lasi Kecamatan Kilo Atas Nama Kaharudin, AR Seluas 17.997 M2 (Meter Persegi) dengan luas yang berbeda.

Sertifikat Hak Milik No. 257 Desa Lasi Kecamatan Kilo Atas Nama Abdurrahman Seluas 9.900 M2 (Meter Persegi)Tahun pembuatan 1999

Kamis (22/2/2018) Sekitar Pukul 15.43, satu dari empat  perwakilan keluarga pemilik Sertifikat Hak Milik No. 257 Desa Lasi Kecamatan kilo Atas Nama Abdurrahman Seluas 9.900 M2 (Meter Persegi) mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional di Jalan Kaka Tua No. 5 Kelurahan Kandai 2 Kecamatan Woja Kabupaten Dompu Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB).


Kedatangan mereka guna menglarifikasi terkait munculnya sertifikat Hak Milik No. 320 Alamat yang sama Desa Lasi Kecamatan Kilo Atas Nama Kaharudin, AR Seluas 17.997 M2 (Meter Persegi) dengan luas yang berbeda.

Sertifikat Hak Milik No. 320 Alamat yang sama Desa Lasi Kecamatan Kilo Atas Nama Kaharudin, AR Seluas 17.997 M2 (Meter Persegi) dengan luas yang berbeda. Tahun Pembuatan 2007


Kepala BPN Dompu yang ditemui oleh mereka tidak berada ditempat, sedang diluar daerah. Melalui Rafiun empat warga desa lasi  meminta bertemu dengan bagian pengukuran tanah.


Pihak BPN melalui bagian pengkuran Tanah, menjelaskan terkait tumpang tindih sertifikat ganda atau double sertifikat tersebut, dikarena BPN pada tahun tersebut (1999) dimana tahun pembuatan sertifikat induk milik abdurrahman dibuat,  BPN belum memiliki peta yang lengkap.

Sehingga menyulitkan pihak BPN Dompu untuk mendeteksi keberadaan tanah yang sudah memiliki sertifikat. ''baru ditahun 2013,  BPN memiliki alat ukur untuk mengetahui titik kordinat tanah yang sudah memiliki sertifikat '' Jelasnya.

Kami berharap pihak keluarga dapat memusyawarahkan terlebih dahulu terkait hal ini, untuk mencari solusinya, atau masukan surat permohonan peninjauan tapal batas. ‘’ nanti kami akan turun setelah permohonan itu dimasukan’’ kata dia



Bagian Pengkuran Yang di Temui di Ruangan Kerjanya, tengah  mencari peta lokasi titik kordinat  tanah  yang doubel sertifikat di desa lasi

Sertifikat atas nama Kaharudin muncul pada tahun 2007, melalui proyek pertanian di desa lasi. Pihak keluarga atau ahli waris yang sama memiliki hak atas tanah peninggalan (abdurrahman) menyayangkan sikap yang diambil oleh Kaharudin, AR  tanpa sepengetahuan keluarga.

Pembuatan sertifikat tanah diatas sertifikat oleh kaharudin juga di sesalkan oleh ponaannya, anak dari kakak perempuan kaharudin yang ditinggal mati oleh ibunya, yaitu Rafiun bersama saudara ponaannya yang lain.

Pasalnya, kaharudin, AR tidak saja mengandakan sertifikat, juga telah menjual tanah peninggalan bapaknya (Abdurrahman) kepihak lain Rp. 150 Juta tanpa musyawarah dengan keluarganya.

Rafiun bersama saudara sepupu yang sama ditinggal mati oleh orang tua mereka,  angkat bicara terkait hal itu. Sikap yang ditunjukan oleh paman mereka Kaharudin, AR, merugikan keluarga lain. Tegasnya.

Dan akan mengajukan permohonan peninjauan tapal batas ke BPN Dompu, hal ini kata dia untuk mendapatkan kepastian hukum mengenai batas tanah peninggalan kakek mereka, orang tua  dari ibu kandungnya yang kini telah lama meninggalkannya.

Selain itu, kaharudin diduga telah mencaplok atau mengukur tanah milik ST. Asiah warga desa lasi, kakak kandungnya, dalam satu sertifikat yang sama, sehingga terjadi penambahan luas jumlah tanah yang tertuang dalam sertifikat milik Kaharudin.

Menurut keterangan anaknya, tanah tersebut dibeli secara terpisah oleh ibunya, dalam objek tanah yang tidak jauh dari tanah yang saat ini bermasalah, sebelah selatan dari tanah Abdurrahman kakek saya. Tuturnya.

Banyak kasus doubel sertifikat tanah masyarakat, mudah mucul setelah ada kemudahan pembuatan sertifikat melalui program prona proyek pertanian maupun perkebunan.

Sebagaimana yang dialami oleh satu keluarga yang ada di desa lasi kecamatan kilo kabupaten dompu, propinsi nusa tengara barat (NTB) yang saat ini tengah terjadi perselisihan tanah peninggalan orang tua dan kakek mereka.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.