Ia pun menambahkan kalau anaknya sebelum tewas, pernah memberitahukan kepada dirinya, mengenai pekerjaannya sebaagi kondektur mobil fuso jurusan dompu, mataram, surabaya yang dibawa oleh HM yang tidak lain adalah tetangga korban sendiri.     Topan (korban) memberitahukan kepada saya, kalau dia tidak mau lagi ikut mobil HM. '' menurut korban yang ia katakan kepada saya, bahwa HM pernah  meninggalkan korban dalam kapal sewaktu menuju ke dompu dalam perjalanan pulang''   Alasan HM meninggalkan Topan (korban) kata Maani karena capek membangun Topan yang gak mau bangun. Tuturnya.     Sehingga Topan ditinggal, dan menaiki mobil orang lain ke dompu, pas disitu anak saya topan tidak mau lagi mengikuti atau bekerja sebagai kondektur di mobil yang dibawa HM. Ucapnya.   Selain itu, lanjut dia, saya juga ditanya oleh Ys terkait saya yang mencari topan anak saya yang gak pulang-pulang. '' Ys mengatakan anaknya gak bakalan pulang karena saya kejar dengan parang '' tutur maani.   Menanggapi perkataan Ys, maani pun melaporkan kepihak desa, dan Ys kembali berkilah dengan alasan bahwa perkataanya itu adalah sekadar guyon belaka. Ujar maani ibu topan (korban) kepada waratadompu.com saat ditemui di RSUD Dompu tadi sore.   Atas peristiwa ini maani (ibu korban) hanya bisa berpasrah dan menyerahkan urusan ini kepada pihak hukum.     Hingga bertita ini diturunkan motif kematian keduanya belum diketahui.
Proses Evakuasi Mayat Korban Oleh Tim Identifikasi Polres Dompu Selasa (27/2/2018)
WARTADOMPU.COM - Dua Sosok Mayat di Dompu di Temukan dalam Kondisi Tewas Mengenaskan dilahan jagung belakang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB), Selasa (27/2/2018) Sekitar Pukul 08.30 Wita pagi.

Jasad Korban pertama kali ditemukan oleh A Faruk M Said (35) Warga Dusun Bolo Baka Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, yang  tengah menyabit rumput   di kebun jagung milik Junaidin (38) Warga Dusun Sipo Desa Bara Kecamatan Woja,  Selasa (27/2/2018) Sekitar Pukul 08.30 Wita pagi.

Selanjutnya A Faruk memanggil Syamsudin (59) Dusun Boro Baka Desa Baka Jaya dan Syahril (40) Dusun Wawo Baka Desa Nowa Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Yang pada saat itu sedang memberi makanan ternak dikandang sapi yang tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.


Kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh, dan sudah megeluarkan aroma yang tidak sedap, ditempat yang terpisah tidak jauh dari TKP pertama dan kedua.

Sekitar Pukul 10.30 Wita, Polres Dompu Beserta Tim Identifikasi  yang dipimpin langsung oleh AKBP Erwin Suwondo, SIK, MIK melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan Proses Evakuasi Kepada Korban.

Korban ditemukan Tewas mengambang di parit tanpa kepala, hanya tersisa badan dan kaki. dengan tulang rusuk sudah keluar.

Tengkorak kepala korban ditemukan seara terpisah dari anggota badan korban, sekitar 30 meter dari TKP Pertama, 500 meter ditemukan lagi tulang lengan, dan 2 tulang rahang, dan tulang kaki di dalam gorong-gorong sepanjang 800 meter. Belum diketahui motif kematian kedua korban.

Ibu korban (Topan), Ma'ani (51)  Warga Dusun Wawo Baka Timur Desa Nowa Kecamatan Woja yang ditemui di RSUD Dompu Selasa (27/2/2018) pukul 15.53 Wita,  mengaku sehari sebelum korban ditemukan dirinya didatangi oleh anaknya dalam mimpi.

 
 Dalam mimpi saya didatangi oleh topan (korban) anak saya, dan memberikan sesuatu yang ia bawa kepada saya. '' mungkin saja bertanda penemuan mayatnya hari ini '' tutur maani di RSUD Dompu kepada wartadompu.com dengan nada sedih.


Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.