Harga Barang Tidak Sesuai Harga Toko, Bantuan Bedah Rumah di Desa Mumbu Rawan Korupsi
Mansyur (45) dan Hendra (37) Warga Dusun  Embun Desa Mumbu Kecamatan Woja Kabupaten Dompu yang ditemui di Dompu Senin (26/2/2018)
WARTADOMPU.COM- Kegiatan Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lazim di sebut Bedah Rumah atau Rumah Kumuh di Kabupaten Dompu Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB), mendapat respon negatif dari masyarakat.

Sejumlah masyarakat angkat bicara, salah satunya adalah Mansyur (45) dan Hendra (37) Warga Dusun  Embun Desa Mumbu Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.

Ditemui di dompu, Mansyur dan Hendra, menyayangkan sikap yang di ambil oleh Kepala Desa (Kades) Mumbu Salahudin Emon, dengan kebijakannya merugikan masyarakat lainnya.

Banyak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di desa mumbu kecamatan woja kabupaten dompu, yang belum terdaftar dalam bantuan Program Bedah Rumah.

Sikap yang ditampilkan oleh kades terkesan sepihak, tanpa melalui tahapan musyawarah ataupun sosialisasi ke masyarakat terkait adanya bantuan yang  turun dari pemerintah desa juga pemerintah pusat. Tegas Mereka.

Dari 56 menjadi 104 masyarakat penerima bantuan di desa mumbu ditamabah secara sepihak tanpa melalui musyawarah desa. '' Akibatnya tumpang tindih '' ujarnya.


Tiba-tiba saja masyarakat dikejutkan dengan bantuan rumah kumuh, kebijakan ini dinilai sepihak dan tidak demokratis. Tegasnya.

Kepada Wartadompu.com, Mansyur warga dusun tonda desa mumbu, menceritakan tentang kondisi rumah miliknya yang rusak berat, namun tidak mendapatkan bantuan.

Padahal menurut dia, penilaian kelayakan rumah yang mendapatkan bantuan di tinjau dari tiga hal yaitu, Rusak Berat, sedang, dan ringan, yang meliputi dinding, atap, dan lantai. '' Termasuk yang disebutkan masuk dalam kriteria rumah yang saya tempati bersama anak dan istri saat ini '' Kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, di desa mumbu ada penerima doubel, satu kepala keluarga bisa terima bantuan bedah rumah. '' Salah satunya adalah atas nama Muhsin Ismail dan keluarga '' Kata Mansyur.

Sementara lain pihak, kebijakan ini sungguh dinilai salah, kenapa demikian? jawabannya masih banyak rumah yang layak diberikan bantuan tapi tidak mendapatkan bantuan karena kebijakan berat sebelah. '' saya menduga ada unsur politiknya'' ungkapnya.

Selain itu, masnyur juga menyebut atas nama ko'o. '' Tahun 2015 lalu  yang bersangkutan sudah diberikan bantuan, hingga tahun 2017 juga dapat bantuan '' tuturnya dengan nada terlihat sedikit kecewa.

 manyur pun memberikan  sejumlah nama penerima bantuan BSPS di desa mumbu kepada wartadompu.com untuk di foto.


Doubel bantuan untuk program yang sama yang diterima oleh masyarakat, dipertegas oleh kades mumbu yang katanya tetap bisa, setelah saya melakukan konfirmasi dan klarifikasi.Tambahnya.


Sementara Hendra, warga yang sama juga mengalami hal yang sama, terkait rumah yang ia tempati saat ini tidak jauh dari kondisi rumah masnyur. '' ya hampir sama, dengan rumah mansyur''  kata hendra.

Kendati sama, Ketua Pemuda Perjuangan Rakyat (PPR) ini lebih menyayangkan sikap kepala desa yang lebih mengutamakan orang lain ketimbang mansyur yang merupakan tokoh yang bisa dikatakan perintis dusun embun desa mumbu.

Harga Barang Tidak Sesuai Harga Toko
Kegiatan Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Desa Mumbu Kecamatan Woja Kabupaten Dompu-NTB, dinilai tidak efektif.

Sejumlah barang yang dibeli, diduga tidak sesuai standar harga pasar (Toko), selain itu sejumlah barang yang dibeli banyak disimpam di rumah masyarakat.

Hal tersebut diakibatkan oleh, kebijakan yang diduga salah yang dilakukan oleh kades mumbu, dengan terlalu banyak penambahan nama masyarakat sebagai penerima bantuan bsps.

Dari 56 anggota menjadi 104 anggota masyarakat penerima bantuan, akibatnya banyak yang tumpang tindih. '' Masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan 15.000.000 juta rupiah persatu orang, karena ada tambahan menjadi 7 juta hingga 5 juta rupiah, akibatnya efektifitas dari bantuan tersebut tidak ada  asas manfaatnya karena banyak penerima bantuan (masyarakat) menyimpan barang di rumah mereka. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh fatir dalam diskusi terkait BSPS di desa mumbu yang berlangsung tadi pagi bersama Aliansi Masyarakat Transparansi (AMAPETRA) dompu.

Terkait harga barang,  pasir yang tadinya harga  Rp. 800 perkubikasi, dalam Rancangan Belanja Anggaran (RAB) dimasukan Rp. 1.200  ribu rupiah. sehingga di duga mark upnya Rp. 200. Ungkap Fatur.

Sementara itu, Deden mengatakan, terkait harga barang, seperti Batu bata, Rp. 800 dihitung 1.000.000 perserubi batu bata. kata dia.

Batu bata yang tadinya dijanjikan 4000 oleh Petugas Pendamping dan Juga Desa mendatangkan hanya 2000. '' di kemanakan   2000 ini?'' Tegas Deden saat diwawancarai wartadompu.com.

Alasan teman-teman ketua kelompok saat itu. Itu dialihkan untuk pembelian kayu 2.150 ribu, bantuan yang diterima oleh masyarakat gak nyampe 7.500 mereka memainkan harga dikisaran harga barang. 

Sehingga kami menduga adapun kerugian negara dari segi mark up harga barang, itu menyampai 104 juta rupaih '' itu dilakukan secara sistimatis yang dilakukan oleh semua pihak yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Ungkap Deden Saat ditemui di dompu oleh media ini, Senin (26/2/2018) Pukul 12.40 Wita.



Sebelumnya, kepala desa mumbu salahudin emon, mengatakan, terkait bantuan BSPS di desa mumbu tahun 2017, berjalan sukses dan tidak ada masalah. Kata dia.

Menanggapi hal itu, nampaknya aktifis yang tergabung dalam AMAPETRA, serius untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran kegiatan pada program bantuan sosial rumah kumuh di desa mumbu. yang dalam hal ini dilakukan oleh banyak pihak.

menyusul banyak bantuan yang disinyalir rawan korupsi, mark up harga barang, penambahan kuota bantuan masyarakat, hingga tidak adanya transparansi dalam hal program BSPS. Deden Selaku Korlap, ingin menambah data baru hasil temuan kegiatan bedah rumah di desa mumbu kecamatan woja dilaporkan kepada pihak aparat penegak hukum.

Sementara Asrin yang ikut terlihat dalam diskusi, saat di tanyai terkait perkembangan laporan yang dimasukannya belum lama ini ia menjawab '' lagi dalam pengembangan oleh pihak jaksa '' kata Asrin Salah seorang pelapor pada wartadompu.com.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.