Aktivis Anti DAM Rababaka Kompleks di Tangkap
Saat Kericuhan berlangsung di DPR Dompu, salah seorang massa aksi abas, melakukan pelemparan kaca Kantor DPR, hingga ditangkap oleh petugas kepolisian. Massa yang berusaha mengahalaui Polisi untuk menarik dan membawa Abas untuk di mapolres dompu tak dapat dielakan. Massa AMAPETRA kalah Jumlah dengan Aparat Kepolisian Hingga akhirnya salah seorang massa aksi berhasil di ringkus petugas Senin (5/2/18) (Foto Screnshoot/wartadompu.com)
WARTADOMPU.COM- Aktivis Anti Pembangunan DAM Rababaka Kompleks yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi (AMAPETRA) ditangkap oleh Aparat Kepolisian Polres Dompu.

Ia ditangkap karena melakukan pelemparan kaca jendela ruangan pintu masuk kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Dompu.

Dalam orasinya, Massa mendesak Pelaksana Proyek dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tengara I NTB, untuk memberikan data kajian mengenai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan.

Mega Proyek yang menelan Anggaran 1 Triliun ini, oleh mereka mempertanyakan dua izin teknis yang di kanNtogi oleh perusahaan yang berkaitan dengan penggunaan kawasahan hutan lindung dan izin Lingkungan Hidup.

Triping ALias yakub Selaku Koordiantor Lapangan Aksi (Korlap) meragukan pelaksanaa Pembangunan Mega Proyek DAM Rababaka Kompleks yang menelan Anggaran 1. Triliun tersebut.

Triping mempertanyakan kaitan izin Pembangunan DAM rababaka kompleks seperti penggunaan areal kawasan hutan dan juga izin lingkungan hidup, namun pihak BSW yang hadir tidak bisa menjelaskan kaitan yang diminta oleh mereka.

Hingga dialog berlangsung, BWS yang hadir beserta DPR yang diwakili oleh Ihkwayudin, AK belum menyerahkan AMDAL yang diminta, dan akan dilakukan pertemuan  susulan Senin (26/2/2018) minggu depan.

Sementara itu, massa aksi yang ditangkap oleh petugas karena melempari kaca DPR akibat kesal lantaran satupun DPR yang mereka minta untuk menemui massa aksi tidak ada di tempat.

Aksi terus memanas setelah salah seorang orator naik panggung dan melakukan orasi, hingga terjadi pelemparan kaca oleh salah seorang masa aksi bernama abas.

Ia ditangkap dan di bawa ke polres dompu untuk di interogasi, tidak lama kemudian keluar. Masa juga mengancam akan melakukan aksi sampai ke polda ntb, bila kawanan mereka tidak dilepas.

Aksi ini berlangsung pada Senin ( 5/2/18) sekitar pukul 10.00 wita pagi di halaman kantor DPR Dompu. Usai melakukan aksi masapun pulang dengan tertib.

Hingga berita ini di baca, AMDAL yang di minta oleh mereka belum diserahkan oleh perwakilan BSW Nusa Tengara I NTB. BWS yang dimintai untuk memberikan tanggapan tidak banyak berkomentar terkait AMDAL yang diminta oleh AMAPETRA Dompu.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.