28 Kelompok Tani di Desa Lasi Kecamatan Kilo Bermasalah
Ilustrasi Gambar Pupuk
WARTADOMPU.COM- Sebanyak Dua Puluh Delapan (28) Kelompok tani yang ada di Desa Lasi Kecamatan Kilo di duga bermasalah.

Satu kelompok 25 anggota, baik Induk maupun Sub. Masing-masing anggota hanya menerima 1 (satu) Sak Pupuk dari ketua Kelompok. 

Selain Itu, diduga ketua kelompok banyak menggelapkan Pupuk anggota, dengan cara menimbun dan menjualnya kembali pada pengecer pupuk yang ada di desa lasi.Sehingga harga pupuk bisa merangkak naik setelah dijual kembali ke petani.

Adapun jumlah anggaran satu kelompok fariatif, ada yang 9.100 ratus dan ada yang 8.500 ratus, dari pengakuan anggota kelompok hanya menerima pupuk satu sak, dan kami hitung masih tersisa 3 juta rupiah sampai 5 juta rupiah uang yang tersisa di kerekning ketua kelompok. '' itu baru kelompok yang menerima bantuan beruapa uang yang masuk langsung kerekninmg ketua kelompok di desa lasi sebanyak 13 kelompok''  Ungkap Rafiun Warga Desa Lasi Kecamatan Kilo Belum Lama ini kepada wartadompu.com.

Rafiun Menerangkan, seharusnya satu anggota kelompok menerima 3 sak pupuk itu baru seimbang, bukan 1 sak, sesuai volume uang yang masuk kerekening.  jelasnya.
 
Selanjutnya kata dia, Kepada 28 kelompok yang disebutkan, sudah kami adukan ke Desa, dan meminta kades memanggil para ketua kelompoknya, baik Induk maupun Kelompok Sub. Terangnya.

Data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDDK) juga banyak yang fiktif, yang dibuat oleh ketua kelompok. Kata dia.

Pupuk yang harga 100 ribu mereka (ketua kelompok) menjualnya dengan harga 130 ke penampung. '' penampung kemudian menjual kembali pupuk ke petani dengan harga 180 ribu persatu sak, sehingga pupuk naik dan juga langkah. Ungkap Rafiun.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.