16 Orang Perangkat Desa  Di Nonaktifkan, Camat Woja Peringatkan Hati-hati
Camat Woja H. Khamaruddin, SH Saat Di Temui Di Ruang Kerjanya Rabu (31/01/2018)
WARTADOMPU.COM – Sebanyak 16 orang perangkat desa wawonduru kecamatan woja kabupaten dompu-NTB, diberhentikan secara lisan oleh kades wawonduru Abdul Fatah ST Selasa (30/01/2018.


Dua dari 16 perangkat Desa wawonduru, yang tidak ingin di korankan, berinsial L dan J, mengaku, dirinya beserta perangkat desa lainnya telah diberhentikan secara lisan tertanggal 30 Januari 2018.


Dalam pemberhentian tersebut hanya alasan bahwa perangkat desa yang Surat Keputusan (SK) yang  Cacat hukum karena tidak ada jabatan 6 tahun ‘’ Dengan Berakhirnya jabatan kepala desa maka berakhir pula perangkat desa’’ Ujar dia sembari meniru kembali pernyataan kades wawonduru kepadanya.

Ini kan aneh, masa diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas. Pungkasnya

Enam belas perangkat desa yang dipecat secara lisan kepada wartadompu.com, mengatakan, apa yang dilakukan oleh kepala desa memberhentikan kami adalah sebuah langkah yang keliru yang dilakukan oleh kades. Pungkasnya.


Dalam Permendagri nomor 83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa Pasal 5 menyebutkan, perangkat desa diberhentikan dengan tiga hal. Yakni, meninggal dunia, atas permintaan sendiri dan diberhentikan. ‘’ jelasnya.

Padahal, kepala desa baru dilantik pada 4 Desember 2017 lalu, Ini kan aneh, masa diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas. 


” kalau Sk perangkat desa cacat hukum maka camat woja ikut bertanggung jawab’’ tegas 6 Perangkat desa wawonduru secara bersamaan, yang dinonaktifkan, saat di Wawancarai oleh wartadompu.com Senin (31/1/2018) Pukul 10.00 Wita pagi di desa wawonduru kecamatan woja kabupaten dompu propinsi nusa tengara barat (NTB).


Secara terpisah Camat woja, H. Khamarudin, SH. yang ditemui di ruang kerjanya, Mengatakan ia mengaku belum menerima surat tembusan dari kepala desa wawonduru terkait pemberhentian 6 perangkat desa yang dinonaktifkan olehnya.

Kendati demikian Camat Woja tidak menampik bahwa Kades wawonduru Abdul Fatah, ST juga melakukan konsultasi dengannya. ‘’ ia dia (kades) melakukan konsultasi dengan saya, namun sebatas konsultasi sifat biasa saja’’ ujarnya.


Terkait revisi/penonaktifan perangkat desa oleh kades kata dia, saya sudah memanggil seluruh kades yang ada, dan memberikan pengarahan dan menegaskan kepada mereka untuk berhati-hati dalam memberhentikan perangkat desa’’ tuturnya.


Camat woja mengatakan ‘’  Kalau melakukan pemberhentian maka harus mempunyai dasar hukum dan mekanisme serta memenuhi unsur – unsur’’ tegasnya.


‘’ Kalau melakukan pemberhentian harus memenuhi unsur - unsur dan mempunyai landasan hukum.’’ tegas Camat woja H Khamarudin, SH saat ditemui oleh wartadompu.com Rabu (31/01/2018) di ruangan kerjanya sekitar pukul 09.15 wita pagi.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.