Petani Dompu  Minta Pemda Tinjau Lokasi Tanggul  Irigasi Yang Rusak Di Ragi Dan Owo Desa Mbawi

H. Usman Petani Dusun Ragi Saat Di Wawancarai Wartadompu.com di Lokasi Pertanian Sawah So ‘’ Ndano Na’e ‘’ Dusun Ragi Desa Mbawi Kecamatan Dompu Minggu (21/01/2018)
WARTADOMPU.COM - Memperihatinkan Kondisi Lahan Persawahan Petani Dusun Ragi Desa Mbawi Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu Propinsi Nusa Tengara Barat (NTB).

Ratusan Hektar Lahan Pertanian Padi Rusak di Genangi Air Banjir. Banjir Juga membawa material pasir, kerikil, batu, dan sampah  yang menumpuk di atas areal persawahan milik Petani setempat.

Salah Seorang Petani So Ndano Nae Dusun Ragi Desa Mbawi, H. Usman mengatakan, luas lahan yang terkena dampak banjir akibat jebolnya tanggul penahan lebih kurang 10 hektar, dengan jangkuan dampak air banjir sampai jalan raya lintas mbawi-wawonduru.

Ditengah kerusakan sawah ini kami berharap bagaimana pihak terkait bisa memperbaiki tanggul yang rusak ini. Ujarnya.

Meski sudah dilakukan penguatan  dinding tebing menggunakan karung yang di isi dengan pasir dan tanah tetap saja jebol. Terangnya

Peristiwa ini kata dia, sungguh membuat kami (petani) dusun ragi merugi, air banjir selalu merusak tanaman padi setiap musim tanam berlangsung. jelasnya Kepada wartadompu.com Minggu (21/01/2018) Pukul 15.00 Wita di lokasi pertanian So Ndano Nae Dusun Ragi Desa Mbawi Sore.

Mahdon Petani Dusun Owo Desa Mbawi Kecamatan Dompu Minggu (21/01/2018)


 Secara terpisah, Mahdon Petani Dusun Owo Desa Mbawi Kecamatan Dompu, juga mengutarakan hal yang sama, terkait jebolnya tanggul yang dibangun tahu lalu 2017 membuat sawah miliknya digenangi air banjir.

Ia pun menyeroti perusahaan pemenang tender milik SGR yang beralamatkan di desa Lagara Kecamatan Dompu. Ia menyebutkan Perusahaan tersebut diduga mengerjakan asal-asalan tidak sesuai kualitas.

Padahal kata dia bangunan tersebut baru berumur 1 tahun  sudah  rusak. Ungkapnya.

Jebolnya tanggul  yang dibangun oleh SGR bukan saja ditahun ini melainkan beberapa bulan pasca tanggul irigasi itu dikerjakan olehnya. Terangnya.

Ditengah pekerjaan berlangsung, ia pun mengawasinya, dan memberikan masukan agar proyek tersebut dibuat sekuat mungkin. namun pihak perusahaan enggan menerima saran dia.

Padahal kata dia, saya juga membantu menggali, karena galian saya dinilai terlalu dalam pihak perusahaan menimbun kembali dengan tanah dan plastik, akibatnya beginilah hasil pekerjaan itu.

Kalau sudah begini siapa yang rugi, kan kami juga petani. Pungkasnya.

Konstruksi bangunan diduga kurang semen, sehingga cepat rusak, semakin tinggi keatas semakin kembung, sementara batu pondasi  hanya satu, kedalam tidak terlalu. jelas mahdon kepada wartadompu.com Minggu (21/01/2018) pukul 16.00 Wita. di lokasi lahan pertanian miliknya sore tadi.
Proyek SGR Yang Di Duga Tidak Berkualitas diabngun tahun 2017/Dok : Wartadompu.com 


Proyek SGR Yang Di Duga Tidak Berkualitas diabngun tahun 2017/Dok : Wartadompu.com

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.