Bapak Perkosa Anak Kandung Sendiri
Ilustrasi

WARTADOMPU.COM - Sungguh tragis nasib bocah cantik berinisial T (6). Kehormatannya direnggut paksa di usianya yang masih teramat belia oleh ayah kandungnya sendiri, Man Jaya (42) di kediamannya di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang
Bahkan, ironisnya lagi sang ayah nekat menyetubuhi T saat adik bungsunya yang masih berusia 3 tahun sedang melawan sakit yang dideritanya di RSUD Kabupaten Tangerang.

"Jadi, mereka ini tiga bersaudara. Kakaknya perempuan sekitar usia 18 tahun saat kejadian sedang bersama ibunya jaga adiknya si T di rumah sakit sehingga di rumah hanya ada pelaku dan korban. Saat itulah, pelaku nekat memperkosa T pada hari Selasa, 2 Januari sekitar jam 4 pagi," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Deddy Supriadi kepada Okezone, Senin (8/1/2018).
Deddy menjelaskan, dari keterangan pelaku sang anak bungsunya tersebut sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat sakit keras yang dideritanya selama dua bulan terakhir. Dan selama itu pula pelaku mengaku merasa kesepian lantaran tidak dilayani kebutuhan biologisnya oleh sang istri.
Nafsu birahi pelaku pun semakin memuncak lantaran ia sering melihat wanita cantik berlalu lalang di sekitarnya beberapa hari sebelum ia memperkosa sang anak.
"Pada hari kejadian dia bangun jam 4 pagi, dia lihat anaknya itu sedang tidur pulas. Muncul nafsunya melihat anaknya itu hingga akhirnya dia memperkosa anaknya," tuturnya
Saat itu, (T baru tersadar dari tidurnya ketika alat kelamin ayahnya red)  Korban pun menangis dan menjerit meminta pertolongan. Namun, ayahnya yang telah dikuasai nafsu birahi tersebut tetap melanjutkan aksinya.
"Namanya bocah umur 6 tahun, dia cuma bisa nangis. Melawan pun nggak sanggup sementara ayahnya terus melakukan perbuatan memperkosa anak kandungnya sendiri itu," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Tangerang berhasil mengamankan Man Jaya (42) lantaran tega memperkosa anak kandungnya sendiri yang masih berusia 6 tahun.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 82 dan pasal 76 D junto pasal 81 UU 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling sedikit 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.